POJOKSATU.ID - Pemerintah saat ini tengah bersiap menghadapi gelombang besar penerimaan peserta didik baru yang jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar tiga puluh ribu siswa.
Lonjakan kuota yang sangat masif ini tentu saja menuntut kesiapan yang matang dari sektor tenaga pendidik dan kependidikan.
Fenomena tersebut menarik perhatian serius dari Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Nuzran Joher, saat memantau perkembangan Sekolah Rakyat di Kota Kembang.
Dalam kunjungannya, beliau memberikan sorotan tajam sekaligus berbagai masukan kritis terkait proses perekrutan guru yang sedang berjalan saat ini.
Baca Juga: ADA APA! Pejabat Tinggi Negara Mendadak Sidak Dua Sekolah di Bandung, Ada Apa Sebenarnya?
Pengawasan yang ketat pada sektor sumber daya manusia dianggap harga mati agar kualitas pengajaran tidak merosot tajam.
Ombudsman memandang bahwa kualitas guru yang direkrut sekarang akan menjadi penentu utama keberhasilan puluhan ribu anak didik di masa depan.
Kementerian Sosial sendiri dilaporkan terus berbenah dan mengikuti rekomendasi penataan sumber daya manusia yang diamanatkan oleh lembaga pengawas tersebut.
Melalui diskusi bersama jajaran kepala sekolah dan perwakilan Kemensos, disepakati bahwa sistem seleksi harus berjalan dengan transparan dan akuntabel.
Baca Juga: Sertifikasi Guru Belum Cair? Cek Rekening di InfoGTK Sekarang
Nuzran Joher menguraikan bahwa intervensi pengawasan dari hulu sengaja dilakukan demi mengantisipasi potensi penyimpangan prosedur di tingkat hilir.
Di sisi lain, Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kemensos, Afrizon Tanjung, menyambut baik kehadiran pihak pengawas eksternal tersebut.
Menurut Afrizon Tanjung, program gagasan Presiden Prabowo Subianto ini memang membawa misi suci untuk memutus rantai kemiskinan di Indonesia.
Melalui akses pendidikan gratis yang berkualitas, anak-anak dari keluarga yang paling tidak mampu diharapkan bisa mengubah nasib mereka.
Oleh sebab itu, ketepatan tata kelola dari awal yang dikawal oleh Ombudsman menjadi kunci utama agar target mulia tersebut tidak meleset dari sasaran.***




