POJOKSATU.id - Institut Teknologi Sepuluh Nopember kembali menunjukkan kiprahnya di panggung internasional.

Kampus teknologi yang berbasis di Surabaya itu menjadi satu-satunya perguruan tinggi asal Indonesia yang diundang dalam International Partnership Week (IPW) 2026 yang digelar Higher School of Economics di Saint Petersburg, Rusia.

Ajang internasional tersebut berlangsung selama empat hari hingga Jumat (22/5) dan diikuti berbagai perwakilan kampus dari sejumlah negara.

Baca Juga: Kemenag Buka PKDP dan Sertifikasi Dosen PTKI 2026, Simak Syarat hingga Jadwal Lengkapnya

Kehadiran ITS sekaligus menjadi bagian dari langkah kampus dalam mewujudkan visi sebagai Global Impact University.

Dalam Rencana Strategis (Renstra) 2026, ITS mengusung arah pengembangan kampus yang Tangguh, Berdampak, dan Mendunia.

Melalui forum internasional ini, ITS tidak hanya mengikuti pameran pendidikan global, tetapi juga mengirimkan sejumlah dosennya sebagai dosen tamu di kampus HSE.

Baca Juga: Rektor Singgung Penghapusan Prodi Saat UGM Wisuda 1.762 Lulusan, Hadirkan Pidato dan Kisah Inspiratif Mahasiswi Autisme

Direktur Kemitraan Global ITS, Unggul Wasiwitono, menilai keterlibatan ITS membuka peluang besar untuk memperluas jejaring internasional.

“Banyaknya perwakilan kampus global yang hadir dalam satu forum ini memberikan peluang besar bagi ITS untuk menjalin kerja sama baru di luar institusi HSE itu sendiri,” ujarnya.

Menurut Unggul, keikutsertaan ITS dalam HSE International Partnership Week bukan proses instan.

Baca Juga: Prabowo Sebut Gaji Guru hingga ASN Kecil Akibat Kekayaan Negara Mengalir ke Luar Negeri

Kampus telah membangun relasi dan kolaborasi secara bertahap sejak beberapa tahun terakhir.

Ia menjelaskan bahwa sejak 2024 ITS mulai aktif berpartisipasi dalam kegiatan internasional bersama HSE.

Kemudian pada 2025, ITS juga menjadi co-host lomba poster Art of Reframe melalui kerja sama Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) ITS dengan HSE.

Kehadiran ITS sebagai satu-satunya perguruan tinggi Indonesia di forum tersebut menarik perhatian mahasiswa HSE, terutama terkait aktivitas budaya dan program mobilitas mahasiswa.

Baca Juga: Panglima Jilah Ajak Jokowi Jadi Pemeran Utama Film Dayak, Angkat Kisah Kolaborasi Dayak dan Majapahit

Diskusi yang berlangsung selama kegiatan juga diarahkan untuk memperkuat peluang kerja sama jangka panjang antaruniversitas.

“Setiap diskusi produktif diharapkan dapat diwujudkan menjadi bentuk kerja sama nyata yang bermanfaat bagi ITS dan mitra internasional ke depan,” ungkapnya.

Dalam sesi Meet and Greet yang berlangsung interaktif, para peserta dibagi ke dalam sejumlah kelompok yang terdiri dari dosen dan pimpinan kampus dari berbagai negara.

Baca Juga: Satreskrim Polresta Cirebon Amankan 23 Motor Curian, dari Hasil pengungkapan 11 kasus perkara

Mereka saling memperkenalkan kampus, budaya, hingga karakteristik negara masing-masing sehingga suasana diskusi menjadi lebih cair dan terbuka.

Partisipasi ITS dalam forum internasional ini juga dinilai mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin keempat tentang Pendidikan Berkualitas dan poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Langkah ITS di Rusia menjadi gambaran bagaimana perguruan tinggi Indonesia mulai semakin aktif membangun pengaruh akademik di level global.

Di tengah persaingan internasional yang semakin ketat, kolaborasi lintas negara kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari masa depan pendidikan tinggi. ***