POJOKSATU.id — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mempercepat realisasi rencana pemberian beasiswa luar negeri bagi warganya.

Program yang diberi nama LPDP Jakarta ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan global bagi generasi muda di ibu kota.

Program tersebut juga disusun secara inklusif dengan menyediakan jalur khusus bagi anak-anak Betawi agar memiliki kesempatan menempuh pendidikan hingga ke luar negeri.

Baca Juga: Proyek Sekolah Rakyat di Nganjuk Baru 15 Persen, Menteri PU Geram Sebut Perintah Presiden Prabowo Seolah Dicuekin

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa skema program saat ini sedang difinalisasi bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan.

Ia menegaskan bahwa komunikasi intensif telah dilakukan untuk memastikan program ini bisa direalisasikan.

Pramono menjelaskan bahwa jajaran Balai Kota terus menyusun konsep terbaik agar LPDP Jakarta dapat berjalan secara optimal.

Baca Juga: KDM Beri Santunan Rp10 Juta ke Ibu yang Bayinya Nyaris Tertukar di RSHS Bandung

"Minggu ini juga ada jajaran Balai Kota merumuskan bagaimana LPDP ini bisa dilakukan dan sudah ada jalan keluar. Memang tidak bisa Jakarta secara sendiri," ujar Pramono.

Pada tahap awal, program ini direncanakan menyediakan sekitar 100 kuota beasiswa bagi mahasiswa.

Selain itu, Pemprov DKI juga menyiapkan porsi khusus bagi anak Betawi yang memiliki prestasi.

Baca Juga: Kabar Gembira! Warga Karawang Bisa Berobat Gratis Pakai KTP, Berlaku di Seluruh Indonesia

Menurut politikus PDI Perjuangan tersebut, kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan kepada masyarakat Betawi agar memperoleh kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan global.

"Karena bagaimanapun sebagai kota dan undang-undang sudah mengatur, tentunya kami juga harus memberikan kesempatan untuk anak-anak Betawi bisa sekolah di luar," ujar mantan Sekretaris Kabinet di era Presiden Joko Widodo itu.

Sebelumnya, Pramono menargetkan program LPDP Jakarta dapat mulai dijalankan pada tahun 2027.

"Salah satu yang betul-betul saya ingin canangkan adalah mempunyai LPDP Jakarta. Apakah bisa? Saya yakin bisa," katanya.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Tidak Gunakan Pendaftaran, Wamensos Tegaskan Penerimaan Siswa Pakai Data DTSEN

Namun demikian, ia mengakui bahwa rencana tersebut sempat tertunda akibat adanya pemangkasan dana bagi hasil (DBH) untuk Jakarta hingga mencapai Rp15 triliun.

Dengan terus dimatangkannya skema program, Pemprov DKI tetap optimistis LPDP Jakarta dapat segera terwujud dan menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk menembus pendidikan kelas dunia.***