POJOKSATU.ID - Pemerintah resmi menetapkan jadwal Work From Anywhere (WFA) bagi ASN dan juga karyawan swasta menjelang dan setelah libur Lebaran 2026.
Kebijakan ini dibuat untuk memberikan fleksibilitas kerja.
Sekaligus mengurangi potensi kepadatan mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Idulfitri.
Dengan adanya WFA, pegawai dapat menjalankan tugas dari lokasi lain di luar kantor.
Termasuk dari rumah atau tempat lain yang memungkinkan, tanpa mengganggu produktivitas kerja.
Namun perlu dipahami bahwa kebijakan ini bukan tambahan hari libur, melainkan hanya penyesuaian tempat kerja agar aktivitas tetap berjalan.
Baca Juga: Kabar Gembira! 3.566 PPPK Paruh Waktu di Ternate Bakal Terima THR 2026, Pemkot Siapkan Rp6 Miliar
Jadwal WFA ASN Lebaran 2026
Penyesuaian sistem kerja bagi ASN tertuang dalam Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 2 Tahun 2026.
SE tersebut berisi tentang penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan selama periode libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Idulfitri serta Hari Suci Nyepi.
Selain itu aturan tersebut juga memuat tentang ASN diperbolehkan bekerja dari mana saja selama lima hari kerja yang terbagi dalam dua periode, yaitu sebelum dan setelah libur Lebaran.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu di Salatiga Dapat THR 2026, Tapi Tidak Semua Sama, Begini Rumus Perhitungannya
Berikut jadwal lengkap WFA ASN Lebaran 2026:
Sebelum libur Nyepi dan Idulfitri
- Senin, 16 Maret 2026
- Selasa, 17 Maret 2026
Setelah libur Idulfitri
- Rabu, 25 Maret 2026
- Kamis, 26 Maret 2026
- Jumat, 27 Maret 2026
Meski bekerja dari lokasi lain, ASN tetap diwajibkan menjalankan tugasnya seperti biasa sesuai dengan tanggung jawab masing-masing.
Instansi pemerintah juga diminta mengatur sistem kerja pegawai agar pelayanan publik tetap berjalan dengan optimal.
Karyawan Swasta Juga Dianjurkan WFA
Tidak hanya ASN, pemerintah juga memberikan imbauan kepada perusahaan swasta untuk menerapkan kebijakan kerja fleksibel selama periode yang sama.
Imbauan tersebut tertuang dalam SE Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/2/HK.04/II/2026 tentang pelaksanaan kerja dari lokasi lain bagi pekerja atau buruh.
Dalam surat edaran tersebut, perusahaan swasta dianjurkan untuk memberikan fleksibilitas kerja kepada karyawan pada tanggal:
- 16 Maret 2026
- 17 Maret 2026
- 25 Maret 2026
- 26 Maret 2026
- 27 Maret 2026
Meski demikian, pelaksanaan WFA di sektor swasta bersifat opsional atau menyesuaikan kebijakan masing-masing perusahaan.
Baca Juga: RESMI PPPK Paruh Waktu di Makassar Dapat THR 2026! Kapan Jadwal Pencairannya? Ini Kata BPKAD
Artinya, tidak semua perusahaan wajib menerapkan sistem kerja tersebut.
Tidak Semua Sektor Bisa WFA
Walaupun kebijakan WFA memberikan fleksibilitas kerja, tidak semua sektor pekerjaan dapat menerapkannya.
Beberapa sektor tetap harus bekerja secara langsung di lokasi kerja karena berkaitan dengan pelayanan masyarakat maupun operasional penting.
Baca Juga: Alhamdulillah! Pemkab Jepara Pastikan PPPK Paruh Waktu Dapat THR 2026, Ini Penjelasan Pj Bupati
Beberapa sektor yang umumnya tidak dapat menerapkan WFA antara lain:
- Layanan kesehatan
- Transportasi dan logistik
- Keamanan
- Industri manufaktur
- Perhotelan dan pariwisata
- Industri makanan dan minuman
Sektor-sektor tersebut tetap menjalankan aktivitas kerja normal demi memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu selama masa libur Lebaran.
Tujuan WFA Saat Lebaran
Pemerintah menerapkan kebijakan WFA sebagai strategi untuk mengatur mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Dengan adanya fleksibilitas kerja, masyarakat dapat mengatur jadwal perjalanan lebih leluasa.
Sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan pada hari tertentu.
Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan arus mudik maupun arus balik yang biasanya terjadi menjelang dan setelah Idulfitri.
Baca Juga: WOW PPPK Paruh Waktu Masa Kerja 2 Bulan Tetap Dapat THR 2026! Ini Rincian Anggarannya
Meski bekerja dari lokasi lain, pemerintah menegaskan bahwa produktivitas dan kualitas pelayanan publik tetap harus menjadi prioritas utama.
WFA Bukan Cuti Tambahan
Hal yang perlu dipahami adalah bahwa kebijakan WFA bukanlah cuti tambahan bagi pegawai.
Hari kerja tetap berjalan seperti biasa, hanya saja pegawai diperbolehkan menjalankan tugas dari lokasi yang lebih fleksibel.
Dengan kombinasi kebijakan WFA, libur nasional, dan cuti bersama Lebaran 2026, masyarakat diharapkan memiliki waktu yang lebih fleksibel.
Baik untuk melakukan perjalanan mudik mauppun untuk tetap menjalankan pekerjaan secara produktif.
Kebijakan ini menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas kerja.
Sekaligus kelancaran mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran.***




