POJOKSATU.id - Universitas Swadaya Gunung Jati yang kini dikenal dengan singkatan UGJ merupakan salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Cirebon, Jawa Barat.

Kampus ini awalnya disingkat UNSWAGATI, sebelum pada tahun 2019 resmi menggunakan nama singkat UGJ.

Nama universitas ini diilhami dari tokoh penyebar agama Islam di Pulau Jawa, yakni Sunan Gunung Jati yang dimakamkan di Cirebon.

Sosok tersebut menjadi simbol spirit keilmuan dan dakwah yang membumi di tanah Cirebon.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Hari Ini 26 Februari, THR PNS, TNI, dan Polri Resmi Mulai Cair!

Berdiri Sejak 1961, Jawab Kebutuhan Pendidikan Tinggi
UGJ didirikan pada 16 Januari 1961. Kehadirannya dilatarbelakangi kebutuhan mendesak masyarakat Cirebon akan pendidikan tinggi.

Saat itu, banyak lulusan SMA harus merantau ke kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, hingga Yogyakarta demi melanjutkan studi, yang tentu membutuhkan biaya besar.

Prakarsa pendirian perguruan tinggi ini mendapat dukungan dari berbagai kalangan, baik institusi pemerintah sipil dan militer maupun tokoh pendidikan setempat.

Kemudian dibentuk Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati melalui Akta Notaris Mr. Djoko Mardedjo Nomor 29 tanggal 16 Januari 1961.

Baca Juga: Petir India

Pada awal berdiri, UGJ belum memiliki ruang kuliah tetap dan sempat berpindah-pindah, termasuk menggunakan ruang kantor milik Korem 063/SGJ.

Barulah pada tahun 1967, UGJ memperoleh kampus tetap di bekas gedung SMA Garuda (kini SMA Negeri 2 Cirebon).

Perkembangan Fakultas dan Program Studi
Saat pertama kali berdiri, UGJ hanya memiliki dua fakultas, yakni Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi, dengan jumlah mahasiswa sekitar 300 orang.

Perkembangan signifikan terjadi pada tahun-tahun berikutnya seperti pada tahun 1979, IKIP PGRI Ciwaringin Cirebon bergabung menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Lalu pada tahun 1983 dibuka tiga fakultas baru, yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Pertanian, dan Fakultas Teknik.

Baca Juga: Menu MBG Ramadan Disorot Orang Tua, Kepala BGN Tegaskan Perbedaan Paket Sudah Sesuai Jenjang Pendidikan

Selanjutnya pada tahun 2001 IKIP membuka dua program Magister (S2), yakni Magister Ilmu Administrasi dan Magister Ilmu Pertanian.

Pada tahun 2004 kampus ini mendapat izin penyelenggaraan Program Studi Ilmu Komunikasi jenjang S1.

Pada tahun 2005 dibuka Program Magister Ilmu Hukum dengan konsentrasi Hukum Bisnis dan Otonomi Daerah.

Dan pada tahun 2008 kampus UGJ resmi mendirikan Fakultas Kedokteran.

Hingga tahun akademik 2019/2020, UGJ telah meluluskan ribuan alumni, terdiri dari 2.794 Program Diploma III/Sarjana Muda, 29.330 Program Sarjana, 213 Program Profesi, dan 1.309 Program Magister.

Baca Juga: Kecelakaan Maut Diduga Dipicu Jalan Berlubang, Tukang Ojek Pandeglang Gugat Pemda Rp 100 Miliar

Infrastruktur dan Kampus Baru
Seiring waktu, UGJ terus berbenah. Hingga tahun 2020, kampus ini telah memiliki gedung baru di kampus utama dengan 10 ruang kelas.

Selain itu, terdapat Gedung Tunas Gunung Jati atau Kampus IV yang berada di belakang Kampus II, dengan tiga lantai dan enam ruang kelas yang digunakan untuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Meski banyak kemajuan dicapai, UGJ menyadari masih ada berbagai hal yang perlu disempurnakan.

Karena itu, kampus ini membuka ruang partisipasi masyarakat Cirebon untuk turut memberikan masukan demi kemajuan bersama.

Nilai yang Dikembangkan
Sebagai lembaga pendidikan tinggi, UGJ mengembangkan budaya akademik yang menjunjung tinggi standar etika, moral, ilmu pengetahuan, penelitian, dan profesi yang tinggi.

Baca Juga: Akhirnya Keluar! Hasil Seleksi Administrasi PPPK Guru SMA Unggul Garuda Baru 2026, Ini Link Pengumuman dan Jadwal Sanggah

Juga pengembangan manusia secara optimal, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Selain itu juga pengembangan ilmu secara bertanggung jawab dan berkesinambungan sebagai falsafah hidup.

Pengamalan ilmu demi kesejahteraan umat manusia tanpa membedakan agama dan suku bangsa.

Dan terakhir UGJ juga mengembangkan nilali penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia.

Sebagai salah satu kampus swasta tertua di Cirebon, perjalanan UGJ menunjukkan komitmen panjang dalam membangun sumber daya manusia daerah.

Dari dua fakultas sederhana hingga memiliki beragam program studi dan gedung modern, UGJ terus bertransformasi menjadi kebanggaan masyarakat Cirebon dalam mencetak kader-kader bangsa unggulan di masa depan.***