POJOKSATU.id - Kabar mengenai pencairan THR ASN tahun 2026 yang disebut-sebut bakal cair pada awal Ramadan mulai ramai diperbincangkan.

Informasi ini tentu menjadi perhatian ribuan ASN, termasuk di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Namun benarkah THR ASN 2026 akan benar-benar cair pada pekan pertama bulan puasa?

Baca Juga: Gaji Guru PPPK vs PNS 2026 Terungkap! Setara Tapi Beda Nasib Pensiun? Ini Faktanya


Pemkot Malang Masih Tunggu Aturan Resmi

Pemerintah Kota Malang memastikan hingga saat ini belum menerima ketentuan resmi dari pemerintah pusat terkait jadwal pencairan THR ASN 2026.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa kebijakan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat, termasuk alokasi anggaran dan waktu penyaluran.

“Persiapan kan juga dari pusat. Sampai sekarang saya belum menerima jadwal penyaluran THR bagi ASN,” ujar Wahyu di Kota Malang, dikutip dari blok-a.com, 21 Februari 2026.

Baca Juga: FULL SENYUM! Bansos PKH dan Sembako Sudah Mulai Dicairkan di Awal Bulan Ramadan

Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa mengambil langkah teknis sebelum regulasi resmi diterbitkan.

Artinya, meskipun isu pencairan awal Ramadan sudah beredar luas, Pemkot Malang tetap harus menunggu keputusan final dari pusat.


Besaran THR ASN Ditentukan Pemerintah Pusat

Tak hanya soal jadwal, nominal THR ASN 2026 juga sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah pusat.

Baca Juga: Istri Mantan Kapolres Bima Kota dan Polwan Aipda Dianita Positif Narkoba, Keduanya Tidak Ditahan

Besarannya menyesuaikan golongan masing-masing pegawai.

Hal ini membuat pemerintah daerah, termasuk Pemkot Malang, tidak memiliki kewenangan untuk menentukan nilai ataupun mempercepat proses pencairan tanpa dasar aturan yang jelas.

Dengan kata lain, seluruh mekanisme tetap mengacu pada kebijakan nasional.


Sorotan Soal Penambahan PPPK

Dalam kesempatan tersebut, Wahyu juga menyinggung adanya sorotan dari pemerintah pusat terkait peningkatan belanja pegawai setelah penambahan PPPK.

“Kemarin penambahan PPPK juga disorot pusat karena kami menambah anggaran belanja pegawai,” jelasnya.

Baca Juga: 4 Surah yang Dianjurkan Dibaca Setelah Salat Subuh, Lengkap Latin dan Artinya

Pernyataan ini menunjukkan bahwa belanja pegawai menjadi perhatian serius pemerintah pusat.

Karena itu, kebijakan THR ASN 2026 pun harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal dan regulasi yang berlaku.


Menkeu Sebut Cair Pekan Pertama Ramadan

Sebelumnya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa THR 2026 bagi ASN, prajurit TNI, dan anggota Polri direncanakan mulai disalurkan pada pekan pertama Ramadan.

Baca Juga: Dari Honor Rp100 Ribu ke PPPK! Kisah Harapan Baru Guru Honorer di Tengah Riuh Anggaran

Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah positif untuk membantu daya beli masyarakat sejak awal bulan puasa.

Serta memberikan ruang bagi ASN dalam mempersiapkan kebutuhan Hari Raya Idul Fitri.

Namun hingga kini, pemerintah pusat belum merinci tanggal pasti pencairan tunjangan tersebut.

Baca Juga: Trump Resmi Berlakukan Tarif Global 10 Persen, Prabowo Sebut Indonesia Justru di Posisi Menguntungkan

Pemerintah disebut telah menyiapkan anggaran sekitar Rp55 triliun untuk penyaluran THR ASN, TNI, dan Polri pada tahun 2026.


Harapan Tak Cair Mepet Lebaran

Meski masih menunggu aturan resmi, Wahyu menilai rencana pencairan THR pada awal Ramadan akan sangat membantu para ASN.

“Supaya ASN bisa memanfaatkan memenuhi kebutuhan untuk Hari Raya Idul Fitri, supaya tidak mepet juga,” katanya.

Pencairan lebih awal tentu memberi waktu lebih longgar bagi ASN dalam mengatur keuangan dan memenuhi kebutuhan jelang Lebaran.

Namun sampai regulasi resmi diterbitkan pemerintah pusat, kepastian jadwal pencairan THR ASN 2026 di Kota Malang masih harus dinanti.

Kini, para ASN tinggal menunggu keputusan final dari pemerintah pusat.

Apakah benar cair awal Ramadan atau tetap mengikuti pola pencairan seperti tahun-tahun sebelumnya? Waktu yang akan menjawab.***