POJOKSAU.ID - Pemerintah melalui Kementerian Sosial memastikan bahwa penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler untuk triwulan pertama tahun 2026 telah berjalan secara bertahap.

Upaya percepatan ini dilakukan agar masyarakat penerima manfaat, khususnya yang beragama Islam, dapat menjalani ibadah puasa Ramadan dengan dukungan ekonomi yang memadai.

Hingga memasuki awal Ramadan, realisasi pendistribusian dana bantuan telah menembus angka lebih dari 85 persen dengan total nilai mencapai di atas Rp15 triliun.

Baca Juga: Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Tutor Tutorial Online Semester 2025/2026 Genap

Capaian Penyaluran PKH dan Program Sembako

Secara lebih terperinci, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan progres signifikan pada dua program utama:

1. Program Keluarga Harapan (PKH)
Dari target 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), bantuan telah menjangkau sekitar 8,9 juta keluarga.

Total dana yang tersalurkan melampaui Rp6 triliun atau setara dengan 89,4 persen dari target triwulan pertama.

2. Bantuan Sembako
Dialokasikan untuk 18,25 juta keluarga, program ini telah terealisasi kepada lebih dari 15 juta KPM dengan nominal penyaluran mencapai lebih dari Rp9 triliun (86,9 persen).

Seluruh proses transaksi keuangan dilakukan melalui jaringan Himpunan Bank Negara (Himbara) serta Bank Syariah Indonesia (BSI).

Baca Juga: Sosok di Balik Layar: Dedikasi Muhtadin Yanto Membentuk Karakter Siswa Sekolah Rakyat Kemensos

Terdapat dinamika pada data penerima tahun ini menyusul adanya pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Tercatat ada sekitar 1 juta penerima baru untuk PKH dan 2 juta penerima baru untuk bantuan Sembako.

Kelompok penerima baru ini memang belum seluruhnya menerima dana bantuan karena masih dalam tahap Pembukaan Rekening Kolektif (Burekol).

Proses administrasi perbankan serta distribusi kartu ini diperkirakan memakan waktu satu hingga dua bulan.

Bagi wilayah tertentu, pendistribusian juga tengah disiapkan melalui PT Pos Indonesia.

Kementerian Sosial memberikan perhatian khusus bagi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang baru-baru ini terdampak bencana alam.

Baca Juga: Kasus Eks Kapolres Bima Kota: Dari Dugaan Suap Narkoba, Penyimpangan Seksual hingga Pemecatan Tidak Hormat

Dana sebesar Rp1,8 triliun telah dikucurkan bagi 1,7 juta KPM di wilayah tersebut, dengan target penuntasan penyaluran pada akhir Februari.

Mekanisme penyaluran bansos bencana ini mengacu pada data tunggal nasional dari BNPB yang kemudian divalidasi oleh pemerintah daerah dan disahkan oleh Menteri Dalam Negeri.

Saat ini, sekitar Rp600 miliar dana sudah siap di rekening untuk disalurkan, sementara sisanya sedang dalam proses pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT).***