POJOKSATU.id - Ramadan 1447 H atau tahun 2026 menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah sejak pagi hari.

Setelah salat Subuh, ada sejumlah surah dalam Alquran yang dianjurkan untuk dibaca bersamaan dengan dzikir pagi sebelum memulai aktivitas.

Bacaan tersebut menjadi sarana untuk mengingat Allah SWT dan memanjatkan doa kepada-Nya sebelum menjalani hari, apalagi di bulan Ramadan yang penuh keberkahan.

Anjuran membaca surah dalam Al-Qur’an setelah salat Subuh pernah diungkap Rasulullah SAW dalam haditsnya. 

Baca Juga: Dua Mahasiswa Gugat UU Pesantren ke MK, Soroti Kepastian Dana dan Keadilan Anggaran

Rasulullah SAW tidak menyukai perilaku tidur setelah salat Subuh.

Inni la-asma'u anna ar-rajula yatasabbahu fa azhadu fiih

Artinya: "Sungguh jika aku mendengar bahwa seseorang itu tidur di waktu pagi maka aku pun merasa tidak suka dengan dirinya." (HR Ibnu Abi Syaibah).

Bacaan surah ini dibaca setelah salat Subuh hingga terbit matahari. Jika masih ada waktu, bisa dilanjutkan hingga matahari berada pada posisi dhuha, sekitar pukul tujuh atau delapan pagi.

Menurut Ustaz Abdul Wahhab dalam buku Koleksi Lengkap Dzikir Pagi Petang, ada empat surah yang dapat dibaca usai salat Subuh. Berikut daftarnya.

Baca Juga: Sosok di Balik Layar: Dedikasi Muhtadin Yanto Membentuk Karakter Siswa Sekolah Rakyat Kemensos

4 Surah yang Dibaca Setelah Salat Subuh

1. Surah Al Baqarah Ayat 255 (Ayat Kursi)

Allahu laa ilaaha illaa huwa, al-hayyul-qayyum, laa ta’khudzuhu sinatuw wa laa naum, lahu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, man dzalladzii yasyfa’u ‘indahu illaa bi idznih, ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’, wasi’a kursiyyuhus-samaawaati wal-ardh, wa laa ya’uuduhu hifzhuhumaa, wa huwal-‘aliyyul-‘azhiim

Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. 

Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung."

Baca Juga: Longgarkan Aturan, Produk AS Boleh Masuk Tanpa Sertifikasi Halal, Begini Tanggapan MUI

2. Surah Al Ikhlas

Qul huwallahu ahad. Allahush-shamad. Lam yalid wa lam yuulad. Wa lam yakul lahu kufuwan ahad

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya." (QS Al Ikhlas: 1-4)

3. Surah Al Falaq

Qul a’udzu birabbil-falaq. Min syarri maa khalaq. Wa min syarri ghaasiqin idzaa waqab. Wa min syarrin-naffaatsaati fil-‘uqad. Wa min syarri haasidin idzaa hasad

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), Aku berlindung kepada Tuhan yang menjaga fajar dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul talinya, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki." (QS Al Falaq: 1-5)

Baca Juga: Trump Resmi Berlakukan Tarif Global 10 Persen, Prabowo Sebut Indonesia Justru di Posisi Menguntungkan

4. Surah An Nas

Qul a’udzu birabbin-naas. Malikin-naas. Ilaahin-naas. Min syarril-waswaasil-khannaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin-naas. Minal-jinnati wan-naas

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia dari kejahatan setan pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia." (QS An Nas: 1-6)

Keutamaan Membacanya di Pagi Hari Ramadan

Keutamaan membaca surah tersebut setelah salat Subuh dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW. Menurut Imam Nawawi, sanad haditsnya shahih sebagaimana diungkap dalam Kitab Sunan Abu Dawud.

Baca Juga: Polemik Awardee Bangga Anak Jadi WNA, LPDP Angkat Bicara, Sorot Kewajiban Pengabdian Suami

Rasulullah SAW menganjurkan bacaan Surah Al Ikhlas dan Mu’awwidzatain sebanyak tiga kali. Mu’awwidzatain adalah istilah untuk Surah Al Falaq dan Surah An Nas.

Dari Abdullah ibnu Khubaib, ia mengisahkan ucapan Rasulullah SAW:

Kharajnaa fii laylatin matharin wa zhulmatin syadiidatin nathlubu Rasulallahi liyushalliya lanaa fa adraknaahu faqaal ashallaitum. Falam aqul syai-an faqaal qul. Falam aqul syai-an tsumma qaala qul. Falam aqul syai-an tsumma qaala qul. Faqultu yaa Rasulallah maa aquul. Qaala qul huwallahu ahad wal mu’awwidzataini hiina tumsii wa hiina tushbihu tsalaatsa marratin takfiika min kulli syai

Artinya: "Kami keluar di suatu malam yang sedang turun hujan dan hari sangat gelap untuk mencari Nabi Muhammad SAW untuk mengimami sholat kami. Kami menjumpai beliau dan beliau bersabda, 'Katakanlah!'

Aku tidak mengucapkan apapun, kemudian beliau bersabda lagi, 'Katakanlah!'

Aku tidak mengatakan sesuatu apa pun, lalu beliau bersabda kembali, 'Katakanlah!'

Maka aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah yang harus aku ucapkan?'

Baca Juga: Ramai Closingan, Apakah Menghapus Pahala Puasa?

Beliau bersabda, 'Bacalah surat Al Ikhlas dan Mu’awwidzatain ketika sore hari dan pagi hari sebanyak tiga kali, hal itu akan mencukupimu dari segala sesuatu." (HR Tirmidzi dan Nasa’i).

Ramadan 1447 H ini menjadi kesempatan emas untuk membiasakan diri menghidupkan waktu setelah Subuh dengan bacaan Al-Qur’an. 

Dari pagi yang dimulai dengan ayat-ayat perlindungan dan tauhid, semoga hari-hari di Ramadan 2026 dipenuhi keberkahan dan ketenangan. Semoga amalan ini diterima Allah SWT dan menjadi cahaya dalam hidup kita. ***