POJOKSATU.id - Menjelang datangnya Ramadan, umat Muslim biasanya mulai melakukan berbagai persiapan.
Ada yang menyiapkan kebutuhan ibadah, membersihkan rumah, hingga merencanakan menu sahur dan berbuka.
Namun, beberapa hari sebelum puasa, muncul istilah “closingan” yang ramai diperbincangkan di media sosial. Istilah ini seolah menjadi tren yang dianggap lumrah oleh sebagian orang.
Secara bahasa, istilah closingan berasal dari kata Inggris “closing” yang berarti penutupan atau akhir.
Dalam konteks ini, closingan sering dipahami sebagai aktivitas “penutup” sebelum memasuki bulan suci. Sayangnya, dalam praktiknya, istilah ini justru memiliki konotasi yang cenderung negatif.
Closingan sebelum Ramadan bermakna memuaskan diri melakukan maksiat atau hal-hal buruk, sebelum nantinya bertobat di bulan suci Ramadan.
Baca Juga: H-1 Batas Akhir Pemanggilan PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2026: Segera Cek Akun SIMPKB Anda!
Bentuknya beragam, mulai dari mabuk-mabukan, berjudi, zina, berbuat curang, hingga menyebarkan gosip.
Fenomena ini juga berkaitan dengan kebiasaan ditutupnya tempat hiburan malam selama Ramadan.
Karena itu, closingan umumnya dilakukan beberapa hari sebelum hari pertama puasa. Seolah-olah ini menjadi “kesempatan terakhir” untuk berbuat bebas sebelum bulan suci datang.
Baca Juga: Panduan Lengkap Tata Cara dan Persyaratan Lapor Diri PPG Tahap 1 2026
Disebut “Tradisi Setan”
Pendakwah yang dikenal dekat dengan generasi muda, Habib Husein Ja'far Al Hadar, pernah membahas fenomena tersebut dalam konten LogIn episode 11 di kanal YouTube Deddy Corbuzier.
Ia menilai tren closingan jelas mengarah pada perbuatan dosa.
Pelakunya seolah beranggapan bahwa keburukan sebelum Ramadan bisa ditebus sepenuhnya saat bulan puasa. Habib Ja'far bahkan menyebutnya sebagai "tradisi setan".
Baca Juga: Heboh! Truk Susu Terguling di Ponorogo, Warga Malah Ramai-ramai Menjarah Muatan yang Berserakan
"Seolah-olah lu masih panjang umur sampai Ramadan. Padahal bisa saja setelah closingan, betul-betul lu closing umurnya, gak sempat tobat," ujar Habib Husein Jafar Al Hadar dalam konten LogIn episode 11 di kanal Youtube Deddy Corbuzier.
Menurutnya, tren ini mencerminkan kesombongan manusia dan sikap menantang kuasa Allah SWT. Seakan-akan seseorang bisa memastikan dirinya masih hidup hingga Ramadan tiba, bahkan sampai akhir bulan suci.
"Bisa jadi setelah closingan betul-betul kamu closing umurnya, nggak sampai tobat. Sombong banget, seolah-olah bakal sampai Ramadan," tegas Habib Ja'far dengan gaya khasnya.
Apakah Closingan Menghapus Pahala Puasa?
Pertanyaan yang kemudian muncul, apakah closingan benar-benar menghapus pahala puasa?
Berdasarkan kajian fikih, para ulama membedakan antara sah atau batalnya puasa secara hukum dengan kesempurnaan pahala yang diperoleh dari ibadah tersebut.
Puasa seseorang tetap sah secara hukum selama syarat dan rukunnya terpenuhi.
Baca Juga: Mengenal Sekolah Terintegrasi, Pilar Baru Pemerataan Kualitas Pendidikan oleh Kemendikdasmen
Namun, dosa-dosa yang dilakukan baik sebelum maupun selama Ramadan dapat menggerus kesempurnaan pahala yang seharusnya didapatkan.
Ulama fikih terkemuka, Mulla Ali Al-Qari, menjelaskan bahwa orang yang berpuasa namun tetap bermaksiat posisinya serupa dengan orang yang berhaji lalu bermaksiat.
Pahala pokoknya tidak batal, tetapi kesempurnaan pahala tidak ia peroleh. Ia pun harus menanggung dosa dari maksiat yang dilakukan.
Baca Juga: Gawat! Gaji PPPK Tuban Terancam Tertunda, 85 Pegawai Masih Dievaluasi
Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:
"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkan keburukan atas asas kedustaan, maka Allah tidak butuh atas usahanya dalam menahan rasa lapar dan dahaga."
Hadis ini menjadi dasar para ulama untuk menegaskan bahwa puasa bukan sekadar ibadah fisik, melainkan ibadah jiwa yang menuntut pengendalian diri secara menyeluruh.
Adapun mengenai dosa yang dilakukan sebelum Ramadan, ulama menjelaskan bahwa setiap dosa tetap tercatat dan membutuhkan pertobatan yang tulus.
Baca Juga: Buntut Tewasnya Anak MTsN Tual Maluku, Pengawas Polisi Desak Brimob Tak Dihadapkan dengan Sipil
Ramadan memang menjadi momen terbaik untuk memohon ampunan.
Namun pintu taubat tidak otomatis terbuka hanya karena seseorang menjalani puasa tanpa disertai penyesalan yang sungguh-sungguh dan tekad untuk tidak mengulang perbuatan tersebut. ***




