POJOKSATU.id - Sebanyak 4.000 aparatur sipil negara (ASN) dijadwalkan mengikuti pelatihan yang digelar Kementerian Pertahanan (Kemhan) mulai April 2026.

Program tersebut menjadi angkatan pertama pelatihan ASN yang dipersiapkan sebagai Komponen Cadangan (Komcad).

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan mengungkapkan, ribuan ASN itu berasal dari berbagai kementerian dan lembaga.

Untuk memenuhi kebutuhan peserta, Kemhan telah meminta sedikitnya 49 kementerian/lembaga mengusulkan nama pegawai yang akan mengikuti pelatihan.

Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu! PIP TK 2026 Cair Mei, Begini Cara Mengajukan

“Ini angkatan pertama dari unsur ASN, jumlahnya sekitar 4.000 orang,” ujar Donny dalam keterangannya.

Sebelum ditetapkan sebagai peserta, nama-nama yang diusulkan akan melalui proses seleksi oleh panitia.

Seleksi dilakukan untuk memastikan peserta memenuhi kriteria, baik dari sisi administrasi maupun usia.

Kemhan memprioritaskan ASN berusia 18 hingga 35 tahun.

Baca Juga: Viral Patung Pesut Rp350 Ribu di Muara Muntai Ulu, Ternyata Bahannya Gratis Netizen Sebut Minimal Jutaan Lah!

Kelompok usia tersebut dinilai masih berada dalam rentang produktif untuk mengikuti pelatihan fisik dan kedisiplinan yang menjadi bagian dari pendidikan dasar militer.

Pelatihan akan berlangsung selama dua bulan penuh.

Dalam periode tersebut, peserta akan mendapatkan pembekalan dasar kemiliteran, wawasan kebangsaan, kedisiplinan, serta pemahaman mengenai sistem pertahanan negara.

Meski mengikuti pendidikan intensif, status para peserta tetap sebagai ASN aktif.

Setelah pelatihan selesai, mereka akan kembali menjalankan tugas di instansi masing-masing.

Baca Juga: Prabowo Diminta Tinggalkan Gibran di Pilpres 2029, Sebaiknya Pilih Sosok Ekonom di Periode Kedua

Program ini merupakan bagian dari penguatan sistem pertahanan negara yang melibatkan unsur sipil.

Komponen Cadangan sendiri dibentuk sebagai pendukung TNI dalam menghadapi ancaman terhadap kedaulatan negara, baik militer maupun nonmiliter.

Donny menegaskan, pelibatan ASN dalam Komcad dinilai selaras dengan peran mereka sebagai abdi negara.

Selain menjalankan fungsi pelayanan publik, ASN juga diharapkan memiliki kesiapsiagaan dalam konteks bela negara.

Baca Juga: Tak Harus Kuliah 4 Tahun, Kursus Mekanik Motor pun Bisa Jadi Alternatif Masuk Dunia Kerja

Kemhan memandang ASN memiliki posisi strategis dalam tata kelola pemerintahan.

Dengan pelatihan Komcad, para pegawai pemerintah diharapkan memiliki pemahaman lebih komprehensif mengenai sistem pertahanan nasional.

Program ini juga disebut sebagai bentuk penguatan karakter dan kedisiplinan aparatur negara.

Pembekalan yang diberikan tidak hanya menitikberatkan pada aspek fisik, tetapi juga wawasan kebangsaan dan semangat persatuan.

Baca Juga: Daftar 84 Daerah yang Belum Cairkan THR TPG 100 Persen dan Gaji 13 Tahun 2025!

Kebijakan tersebut sekaligus menandai perluasan partisipasi unsur sipil dalam sistem pertahanan semesta yang dianut Indonesia.

Sebelumnya, rekrutmen Komcad lebih banyak menyasar masyarakat umum dari berbagai latar belakang profesi.

Dengan dilibatkannya ASN, pemerintah ingin memastikan bahwa kesiapan bela negara tidak hanya berada di ranah militer, tetapi juga tertanam dalam struktur birokrasi.

***