POJOKSATU.id - Kreativitas warga Muara Muntai Ulu mendadak viral setelah sebuah patung pesut sederhana mencuri perhatian publik.
Bukan karena ukurannya atau kemegahannya, melainkan karena harganya yang disebut hanya menghabiskan biaya sekitar Rp350.000.
Kepala Desa Muara Muntai Ulu, Husain, menjelaskan bahwa angka tersebut bukanlah biaya pembuatan patung secara keseluruhan.
Baca Juga: Ironi Data BPJS, 1.824 Orang Terkaya Masih Terima PBI, Kuota untuk Warga Miskin Justru Terbatas
Tetapi khusus untuk membeli pompa air yang membuat air bisa mengalir dari mulut pesut.
“Rp350.000 itu sebenarnya untuk pompa air saja, supaya air bisa keluar dari mulut pesut,” ujarnya, dikutip Pojoksatu.id dari Instagram Inilah.com
Patung pesut tersebut justru dibuat dari berbagai barang bekas yang dikumpulkan warga.
Artinya, seluruh material utama tidak memerlukan biaya sama sekali.
Baca Juga: Prabowo Diminta Tinggalkan Gibran di Pilpres 2029, Sebaiknya Pilih Sosok Ekonom di Periode Kedua
Inilah yang membuat banyak netizen takjub, bahkan sebagian menyebut harga patung itu seharusnya mencapai jutaan rupiah bila dibuat oleh pihak profesional.
Ada pula yang bergurau, menaksir harganya bisa minimal Rp500 juta jika mengikuti tren proyek ikonik di sejumlah daerah.
Fenomena ini semakin menambah daya tarik desa yang memang tengah berupaya mempercantik kawasan.
Kreativitas warga Muara Muntai Ulu ini bukan hanya menjadi ikon lokal, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan pemanfaatan barang bekas yang bernilai.
Patung pesut tersebut kini bukan hanya simbol desa, tetapi juga bukti bahwa karya menarik tak selalu membutuhkan biaya besar.***




