POJOKSATU.id - Saat mengecek Info GTK, sebagian Bapak/Ibu guru sertifikasi mungkin pernah melihat keterangan kategori A1 hingga A5.

Sayangnya, tidak semua guru memahami arti kategori ini, padahal kategori beban kerja sangat menentukan apakah SKTP bisa terbit dan TPG dibayarkan.

Di tahun 2026, ketika validasi dilakukan setiap bulan, pemahaman tentang kategori ini menjadi semakin penting agar guru tidak salah langkah.

Penjelasan Singkat Kategori A1 sampai A5

Secara sederhana, kategori A1 hingga A5 adalah klasifikasi pemenuhan beban kerja guru di Info GTK.

Baca Juga: ASN atau Swasta Bisa WFA! Sebelum dan Sesudah Libur Lebaran 2026, Ini Jadwalnya

A1: Beban mengajar 24 jam linier tanpa tambahan tugas.

A2: Jam mengajar 16–23 jam, ditambah tugas tambahan tertentu.

A3: Jam mengajar 12–15 jam, wajib ditopang tugas utama tambahan.

Baca Juga: Cara Cek Kode Kelulusan PPPK Tendik Sekolah Rakyat Kemensos 2025 Usai Pasca Sanggah

A4: Jam di bawah 12 jam, biasanya untuk kondisi khusus.

A5: Guru tunggal di sekolah kecil atau daerah khusus dengan rombel terbatas.

Semakin ke bawah kategorinya, semakin ketat pula syarat validasinya.

Mana Kategori yang Paling Aman bagi Guru Sertifikasi

Kategori A1 adalah yang paling aman dan stabil. Guru dengan A1 hampir tidak mengalami masalah selama data lain valid.

Kategori A2 dan A3 masih memungkinkan SKTP terbit, tetapi sangat bergantung pada tugas tambahan yang sah dan tercatat resmi.

Jika tugas tambahan tidak terbaca sistem, status bisa langsung tidak valid.

Kategori A4 dan A5 biasanya hanya aman untuk kondisi khusus dan memerlukan kehati-hatian ekstra.

Guru Tunggal dan Sekolah Kecil Masuk Kategori Apa

Bapak/Ibu guru yang mengajar di sekolah kecil, daerah terpencil, atau hanya satu guru untuk satu mapel sering masuk kategori A5.

Baca Juga: Besaran Gaji PPPK Pandeglang Berbeda Antara Eks TKS dan Eks TKK, Ini Rinciannya

Kategori ini memang disediakan untuk kondisi khusus, tetapi validasinya lebih ketat dan tidak selalu otomatis.

Karena itu, guru tunggal tetap perlu memastikan seluruh data pendukung benar-benar lengkap dan sesuai kondisi riil.

Syarat Tambahan Tugas agar Tetap Bisa Valid

Untuk kategori A2 dan A3, tugas tambahan utama menjadi penentu.

Baca Juga: Gus Ipul Dorong Pemutakhiran DTSEN atau Data Tunggal Sosial Ekonomi di Dearah ini!

Tugas ini harus:

1. Resmi dari sekolah

2. Tercatat di Dapodik

3. Linier dan diakui sistem

Jika tugas tambahan hanya bersifat informal atau belum tercatat, maka kategori yang seharusnya aman bisa berubah menjadi tidak valid.

Risiko Jika Berada di Kategori Rendah

Risiko terbesar kategori rendah adalah mudah berubah statusnya setiap bulan.

Perubahan kecil, seperti tugas tambahan dicabut atau jam berkurang, bisa langsung membuat SKTP tidak terbit di bulan berikutnya.

Inilah sebabnya banyak guru merasa “aman bulan ini, bermasalah bulan depan”.

Strategi Memilih Jalur Aman agar SKTP Terbit

Beberapa langkah yang bisa dilakukan Bapak/Ibu guru:

1. Usahakan memenuhi 24 jam linier (A1) jika memungkinkan

2. Jika tidak, pastikan tugas tambahan tercatat resmi

Baca Juga: Tradisi Ziarah Menjelang Ramadhan, Kawasan Makam Sunan Gunung Jati Diserbu Pengunjung

3. Hindari perubahan beban kerja mendekati masa validasi

4. Rutin cek kategori di Info GTK, bukan hanya jam mengajar

Strategi ini membantu menjaga stabilitas status SKTP.

Kategori A1 sampai A5 bukan sekadar kode teknis, tetapi penentu langsung hak TPG Bapak/Ibu guru.

Dengan memahami maknanya sejak awal, guru bisa lebih siap, lebih tenang, dan tidak mudah kaget saat menghadapi validasi bulanan di Info GTK 2026.***