POJOKSATU.id - Kementerian Transmigrasi resmi mengumumkan Program Studi Beasiswa Patriot 2026 dengan total kuota 1.100 mahasiswa jenjang magister atau S2.

Program ini akan dilaksanakan di tiga Kampus Patriot yang berada di Kawasan Transmigrasi Barelang, Batam, Kepulauan Riau, Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat, serta Salor, Merauke, Papua Selatan.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan Beasiswa Patriot bukan sekadar proyek percontohan, melainkan program prioritas yang disiapkan secara serius.

Baca Juga: Perhatian ASN Papua Tengah! TPP Bisa Tak Cair Jika Lalai Disiplin dan Lapor LHKPN

Program ini melibatkan sinergi berbagai perguruan tinggi unggulan nasional untuk memperkuat peran pendidikan tinggi dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi.

“Produk lokal tidak kalah. Justru Beasiswa Patriot ini ingin menunjukkan perguruan tinggi kita mampu berkontribusi langsung untuk masyarakat,” ujar Iftitah.

Ia menekankan pendidikan dalam Beasiswa Patriot tidak berhenti pada capaian akademik semata.

Baca Juga: Diakui Internasional, Prabowo Klaim MBG Indonesia Dipelajari White House dan Dipuji Rockefeller Institute

Pengetahuan harus menjadi alat untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, menjaga kelestarian lingkungan, serta membangun keadilan ekonomi.

Dengan pendekatan tersebut, para penerima Beasiswa Patriot diharapkan hadir sebagai solusi nyata di kawasan transmigrasi.

Kuota dan Lokasi Kampus Patriot Beasiswa Patriot 2026

Baca Juga: Penghasilan Guru PPPK Paruh Waktu Disorot, Terima Gaji Rp 2,72 Juta per Bulan, Ini Fakta Lengkapnya

Program Beasiswa Patriot 2026 diselenggarakan di tiga Kampus Patriot dengan pembagian kuota dan karakter program studi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kawasan.

1. Kampus Patriot Barelang, Batam, Kepulauan Riau
Kampus ini memiliki kuota sebanyak 280 mahasiswa S2. Terdapat 14 program studi yang ditawarkan dengan kuota masing-masing 20 mahasiswa per program studi.

Program studi difokuskan pada sektor kelautan, industri, pariwisata, dan sumber daya perairan yang relevan dengan karakter kawasan pesisir dan maritim Barelang.

Baca Juga: Benarkah Ini Solusi Swasembada Pangan, Bulog Lepas dari Status BUMN?

2. Kampus Patriot Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat
Kampus Patriot Kalukku menyediakan kuota 240 mahasiswa S2. Sebanyak 12 program studi dibuka dengan kuota 20 mahasiswa per program studi.

Fokus pengembangan diarahkan pada bidang perencanaan wilayah, industri, pertanian, peternakan, serta pengelolaan sumber daya alam yang menopang pembangunan kawasan transmigrasi Sulawesi Barat.

Baca Juga: GILA! Purbaya Sampai Disebut 'Idiot' Oleh Noel, Karena Respon Negatif dari Dirinya yang Sebut Purbaya Akan 'Di Noel Kan'!

3. Kampus Patriot Salor, Merauke, Papua Selatan
Kampus ini menjadi lokasi dengan kuota terbesar, yakni 580 mahasiswa S2. Terdapat 29 program studi dengan kuota masing-masing 20 mahasiswa.

Program studi diarahkan untuk mendukung penguatan sektor pertanian, pangan, energi, kesehatan masyarakat, infrastruktur, serta pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan di Papua Selatan.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, Bondan Djati Utami, menegaskan Beasiswa Patriot 2026 dirancang sebagai instrumen strategis pembangunan kawasan.

Baca Juga: Usai Haramkan Uang dari Staf, Harta Kekayaan Natalius Pigai Terungkap! Tak Punya Properti, Didominasi Kas dan Surat Berharga

Program ini merupakan bagian dari skema besar Transmigrasi Patriot 2026 yang mengintegrasikan pendidikan, riset aplikatif, dan pengabdian masyarakat.

“Beasiswa Patriot tidak hanya kami posisikan sebagai program pendidikan, tetapi sebagai investasi sumber daya manusia untuk kawasan transmigrasi.

Para awardee kami siapkan agar mampu hadir langsung di lapangan, memahami persoalan masyarakat, dan menghasilkan solusi berbasis keilmuan yang aplikatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga: INFO KOMCAD! 4.000 ASN Jakarta Akan Menjalani Pelatihan Dasar Militer Komponen Cadangan

Bondan menambahkan, setiap kawasan transmigrasi memiliki karakter dan tantangan yang berbeda.

Karena itu, penempatan program studi, skema pembelajaran, hingga tugas akhir dirancang secara spesifik agar benar-benar mendukung penguatan ekonomi, kelembagaan, dan kesejahteraan masyarakat transmigrasi.

Melalui Beasiswa Patriot 2026, Kementerian Transmigrasi menegaskan komitmennya menjadikan kawasan transmigrasi sebagai ruang pembelajaran, laboratorium pembangunan, sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru. ***