POJOKSATU.id - Upaya pemerintah daerah menyiapkan pelatihan kerja gratis bagi honorer non-database ternyata belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan.
Program yang digadang-gadang menjadi solusi alternatif bagi honorer yang tak masuk database BKN justru minim pendaftar.
Fakta ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan publik dan pemangku kebijakan.
Baca Juga: Tak Lagi Manual, Banyuasin Terapkan Pembayaran Gaji ASN 100 Persen via SIPD! Begini Skemanya
Apakah program pelatihan kerja tersebut sudah tepat sasaran?
Atau justru belum menyentuh kebutuhan riil para honorer non-database yang kini berada di persimpangan nasib.
Pelatihan Dibuka, Peminat Justru Rendah
Program pelatihan kerja tersebut digulirkan sebagai bagian dari langkah antisipatif pemerintah daerah menyikapi kebijakan penataan tenaga honorer.
Baca Juga: Resmi Diumumkan! Hasil Integrasi Nilai CAT-SKTT PPPK Kemensos 2025, Cek Nama Lulus dan Masa Sanggah
Khususnya bagi honorer non-database yang tidak memiliki peluang diangkat menjadi PPPK maupun ASN.
Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja di luar sektor pemerintahan.
Namun di lapangan, jumlah pendaftar tercatat masih jauh dari target.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya.
Mengingat sebagian besar honorer non-database sebelumnya disebut-sebut membutuhkan alternatif pekerjaan.
Setelah tidak lagi bekerja di instansi pemerintah.
DPRD Soroti Efektivitas Program
Minimnya pendaftar pelatihan kerja bagi honorer non-database mendapat perhatian dari DPRD setempat.
Legislator menilai, program tersebut seharusnya tidak ditolak begitu saja oleh para honorer.
Baca Juga: Tak Tahan Melawan Nafsu, Kepsek SMK di Buleleng Nekat Cabuli Staf Tata Usaha
Mengingat peluang kerja di sektor pemerintahan semakin terbatas.
Dikutip dari JPNN.com, 7 Januari 2026, Sekretaris Komisi III DPRD Lombok Tengah, Ki Agus Azhar menyatakan:
“Pelatihan kerja yang diberikan pemerintah daerah itu jangan ditolak, seharusnya diikuti saja,”.
Baca Juga: Susul Kapolres Kombes Edy, Kasat Lantas Polres Sleman Juga Dicopot Buntut Kasus Hogi Minaya
Menurutnya, pelatihan kerja bisa menjadi jalan keluar jangka menengah bagi honorer non-database.
Bertujuan agar memiliki keterampilan baru yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Honorer Masih Berharap Ada Jalan Lain
Di sisi lain, rendahnya minat mendaftar pelatihan kerja juga mencerminkan psikologi honorer non-database yang masih berharap adanya kebijakan lanjutan dari pemerintah.
Baca Juga: Pleno PBNU Ambil Keputusan Besar, Gus Yahya Kembali Pimpin NU dan Muktamar Dijadwalkan Juli
Sebagian honorer dinilai belum sepenuhnya siap meninggalkan sektor pemerintahan dan beralih ke dunia kerja lain.
Harapan akan adanya celah kebijakan pengangkatan kembali atau skema khusus masih menjadi alasan.
Mengapa sebagian honorer belum tertarik mengikuti pelatihan kerja yang disediakan.
Perlu Evaluasi Materi dan Skema Pelatihan
Pengamat kebijakan menilai, pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap materi, skema, dan jenis pelatihan yang ditawarkan.
Pelatihan yang tidak selaras dengan kebutuhan pasar kerja atau kondisi sosial ekonomi honorer berpotensi kurang diminati.
Selain itu, sosialisasi program juga menjadi faktor penting.
Baca Juga: Jangkau 5.245 Desa BRILiaN, BRI Perkuat Fondasi Ekonomi Desa Berkelanjutan
Tanpa informasi yang jelas dan meyakinkan, honorer non-database cenderung ragu untuk mengikuti pelatihan yang dianggap belum menjamin keberlanjutan penghasilan.
Penataan Honorer Masuki Fase Kritis
Minimnya pendaftar pelatihan kerja menjadi gambaran bahwa penataan honorer non-database memasuki fase krusial.
Pemerintah daerah dituntut tidak hanya menyediakan program.
Baca Juga: Kabar Baik PPPK! Lombok Utara Siapkan Rp120 Miliar untuk Gaji 2026, Semua Skema Terjamin
Tetapi juga memastikan solusi yang ditawarkan benar-benar realistis dan dapat diterima oleh sasaran.
Ke depan, kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pelaku dunia usaha dinilai penting agar pelatihan kerja tidak sekadar formalitas.
Melainkan benar-benar membuka peluang kerja baru bagi honorer non-database.***




