POJOKSATU.id - Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menorehkan sejarah penting dalam pengembangan akademik. Rektor UNIDA, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah Roestamy, S.Pd.I., M.Pd.I resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Bimbingan Konseling melalui Sidang Terbuka Senat Dewan Guru Besar, Sabtu (24/1/2025).

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di Aula Gedung C Kampus UNIDA.

Momentum akademik ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi civitas akademika UNIDA, tetapi juga menandai penguatan keilmuan bimbingan konseling di tingkat nasional.

Baca Juga: Viral Penjual Es Utan Panjang Diamankan Aparat, Hasil Uji Polda Nyatakan Aman, Petugas Akhirnya Minta Maaf

Sidang terbuka tersebut dihadiri berbagai tamu undangan dari unsur pemerintah, akademisi, para Guru Besar, rektor perguruan tinggi mitra, hingga tokoh-tokoh nasional.

Kehadiran mereka menjadi penanda bahwa pengukuhan ini memiliki makna strategis, tidak hanya bagi UNIDA, tetapi juga bagi dunia pendidikan tinggi Indonesia.

Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian UNIDA yang dinilai konsisten mendorong peningkatan kualitas sumber daya dosen.

Baca Juga: Bahaya Menghirup Asap Rokok Orang Lain, Ancaman Serius bagi Kesehatan Perokok Pasif

Ia menyebut, UNIDA kini tercatat sebagai perguruan tinggi ke-11 dengan jumlah profesor terbanyak di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten.

“Alhamdulillah, UNIDA saat ini tercatat sebagai perguruan tinggi ke-11 dengan jumlah profesor terbanyak di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, dan Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah menjadi satu-satunya Guru Besar Manajemen Bimbingan Konseling di wilayah Jawa Barat dan Banten ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Lukman menegaskan bahwa capaian Guru Besar merupakan proses panjang yang penuh tantangan.

Baca Juga: Hartanya Tembus Rp 56 Miliar! Sari Yuliati Jadi Wakil Ketua DPR RI dengan Kekayaan Fantastis

Ia memaparkan kondisi nasional, di mana jumlah profesor masih jauh dari ideal jika dibandingkan dengan jumlah program studi yang ada.

Di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV saja, terdapat sekitar 420 perguruan tinggi dengan lebih dari 3.000 program studi.

Namun, jumlah profesor yang tersedia baru berada di kisaran 390-an, dengan sekitar 290 profesor yang benar-benar aktif sesuai ketentuan.

Baca Juga: Mata Cepat Lelah? Bisa Jadi Ini Dampak Terlalu Lama Menatap Layar Gadget

“Secara nasional, dari sekitar 330 ribu dosen, hanya sekitar 12.500 orang atau sekitar tiga persen yang berhasil mencapai jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi regional Bogor dan Sukabumi yang hingga saat ini baru memiliki 21 Guru Besar, sehingga pengukuhan Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah dinilai sebagai capaian yang sangat strategis dan membanggakan.

Sementara itu, Ketua Umum YPSPIAI, Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd, menilai pengukuhan ini memiliki nilai istimewa bagi pengembangan keilmuan bimbingan konseling.

Baca Juga: Ikuti Jejak Ayahnya Sudrajat, Thomas Djiwandono Ponakan Prabowo Resmi Deputi Gubernur BI

Menurutnya, kehadiran Guru Besar di bidang Manajemen Bimbingan Konseling menjadi tonggak penting dalam penguatan layanan bimbingan di perguruan tinggi.

“Pengukuhan ini sangat istimewa karena dengan hadirnya Guru Besar di bidang Manajemen Bimbingan Konseling, penguatan bimbingan di tingkat Universitas menjadi sebuah keniscayaan.

Terlebih, Universitas Djuanda merupakan satu-satunya yang memiliki keilmuan tersebut,” tuturnya.

Baca Juga: Mengenal Daftar Pustaka: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Penulisan Chicago Manual Style

Ia juga menekankan sosok Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah sebagai akademisi yang dikenal bijaksana, penuh empati, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan sumber daya manusia melalui pendekatan bimbingan dan konseling.

Chancellor UNIDA, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan keilmuan bimbingan dan konseling di UNIDA tidak dilepaskan dari nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi kemanusiaan.

“Ajaran Islam menekankan pentingnya akhlak mulia, kasih sayang, dan keadilan sosial.

Baca Juga: 10 Ide Jualan Gorengan Isi Keju Leleh untuk Takjil Ramadhan, Modal Terjangkau dan Laris Manis

Oleh karena itu, konsep ini menjadi landasan yang kuat bagi praktik bimbingan dan konseling yang berorientasi pada kemanusiaan dan keadilan,” ujarnya.

Pengukuhan ini diharapkan semakin memperkuat peran UNIDA dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah Roestamy menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Manajemen Bimbingan dan Konseling Berbasis Kepemimpinan Transendental”, yang menegaskan pentingnya kepemimpinan berbasis nilai spiritual, empati, dan tanggung jawab sosial dalam pengelolaan layanan bimbingan konseling.

Baca Juga: Dapur Umum Produksi 4.500 Paket Makan per Hari untuk Pengungsi Longsor Pasirlangu Bandung Barat

Rekam Jejak Akademik dan Pengabdian
Lahir di Bogor pada Kamis, 4 Maret 1971, dari pasangan H. R. Memed Ahmad Soemawinata dan Hj. R. Siti Aminah, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah Roestamy tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menanamkan nilai bahwa pendidikan Islam merupakan fondasi utama peradaban.

Pendidikan formalnya dimulai dari TK Islam Al-Muslih, SDN Ciawi 2, SMPN 1 Ciawi, hingga SMAN 1 Ciawi.

Pendidikan tinggi ditempuh di Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Djuanda, dilanjutkan Magister di Universitas Ibnu Khaldun Bogor, dan meraih gelar Doktor dari Universitas Pakuan sebagai lulusan terbaik tahun 2019.

Baca Juga: Pilihan Menu Buka Puasa Buatan Rumah, dari Hidangan Gurih, Segar hingga Takjil Manis Favorit Keluarga

Pengabdian di dunia pendidikan dimulai sejak usia 17 tahun sebagai pengajar Madrasah Diniyah Ar-Rahmah.

Kiprahnya berlanjut sebagai pendidik di TK Riyadhussolihin dan TK Amaliah, hingga menjadi dosen Universitas Djuanda pada jenjang Sarjana dan Magister, serta co-promotor dan penguji di berbagai program Doktor.

Jejak kepemimpinan akademiknya mencakup Ketua Bidang Pendidikan Dasar Menengah YPSPIAI, Dekan FKIP UNIDA, Ketua Umum YPSPIAI hingga 2020, Direktur Eksekutif, dan sejak 2023 dipercaya mengemban amanah sebagai Rektor Universitas Djuanda.

Baca Juga: Bea Cukai Ketar-Ketir! Purbaya Umumkan 'Kejutan Drastis' Pejabat Inti Bakal Diganti Semua

Sebagai peneliti, Prof. Siti Pupu Fauziah aktif mengembangkan kajian manajemen bimbingan konseling, kepemimpinan transformasional, pendidikan anak usia dini, serta sekolah ramah anak.

Penelitian-penelitiannya didukung hibah kompetitif nasional dan kolaborasi internasional dengan berbagai perguruan tinggi di Malaysia dan negara lainnya.

Baca Juga: Rekomendasi Menu Sahur Sehat dan Praktis, Puasa Tetap Bertenaga, Terapkan Ini di Hari Pertama

Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berfokus di Kabupaten Bogor dan Jawa Barat, tetapi juga menjangkau tingkat internasional melalui program pemberdayaan tenaga kerja Indonesia di Hong Kong, Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Malaysia.

Kiprah akademiknya diakui melalui berbagai penghargaan nasional dan internasional.

Hingga kini, ia telah menghasilkan 111 publikasi ilmiah, termasuk 25 artikel terindeks Scopus, puluhan buku referensi dan ajar, serta lebih dari 50 Hak Kekayaan Intelektual.

Baca Juga: Datang ke PN Tipikor, Ahok Tunjukkan HP dan Siap Buka-Bukaan Kasus Korupsi Minyak Mentah

Sosok yang akrab disapa Bunda Prof. ini menjadi potret muslimah akademisi yang menjadikan ilmu sebagai jalan ibadah, pengabdian, dan keteladanan.

Prestasi tersebut tumbuh dari kekuatan keluarga, cinta dan pendampingan suami, serta dukungan anak, cucu, dan keluarga besar.

Dari Bogor untuk dunia, perjalanan Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah Roestamy menjadi bukti bahwa ilmu, ketika digenggam dengan keikhlasan dan nilai kemanusiaan, mampu memberi cahaya bagi masa depan bangsa. ***