POJOKSATU.id - Dapur umum lapangan yang didirikan Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kementerian Sosial memproduksi sekitar 4.500 paket makanan per hari.

Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan dapur umum yang berlokasi di SDN 1 Pasirlangu tersebut melayani kebutuhan konsumsi para pengungsi sebanyak tiga kali makan setiap hari selama masa tanggap darurat.

“Kementerian Sosial menyalurkan bantuan logistik untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi serta mendukung proses pencarian dan penanganan korban bersama pemerintah daerah dan unsur terkait,” ujar Saifullah Yusuf di Jakarta.

Baca Juga: Pilihan Menu Buka Puasa Buatan Rumah, dari Hidangan Gurih, Segar hingga Takjil Manis Favorit Keluarga

Kementerian Sosial mengonfirmasi bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026 sekitar pukul 02.00 WIB, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Cisarua.

Kondisi tanah yang jenuh air di kawasan lereng curam menyebabkan pergerakan tanah yang menimpa permukiman warga.

Berdasarkan data sementara hingga Minggu, 25 Januari malam, sebanyak 498 jiwa mengungsi dan ditampung di aula Kantor Desa Pasirlangu.

Selain itu, tercatat 34 kepala keluarga atau 113 jiwa terdampak langsung, dengan sekitar 30 unit rumah warga di Kampung Pasirkuning dan sekitarnya mengalami kerusakan akibat tertimbun material longsor.

Baca Juga: TPP ASN Pemkot Pasuruan Dipangkas 27 Persen! Tunjangan Terancam Dihapus, Ini Penyebabnya

Bantuan yang disalurkan Kementerian Sosial meliputi tenda serbaguna, tenda keluarga, kasur, selimut, makanan siap saji, lauk pauk siap saji, makanan anak, family kit, kids ware, serta paket sandang anak dan dewasa.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana melalui Surat Keputusan Nomor 100.3.3.2/Kep.25-BPBD/2026 yang berlaku mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026.

Sementara itu, tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI-Polri, Dinas Sosial, Tagana, serta unsur terkait lainnya masih terus melanjutkan pencarian korban hilang dan penanganan dampak bencana di lokasi kejadian.

Di tengah duka dan ketidakpastian, kehadiran dapur umum dan bantuan sosial menjadi secercah harapan bagi para pengungsi untuk bertahan.

Solidaritas dan gotong royong dari berbagai pihak menjadi bukti bahwa di balik bencana, kemanusiaan selalu menemukan jalannya.***