POJOKSATU.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf mendorong pemerintah daerah untuk proaktif menangkap peluang program Sekolah Rakyat sebagai instrumen utama pengentasan kemiskinan ekstrem.
Dalam pertemuan dengan pimpinan daerah dari Jambi di Jakarta, pria yang akrab disapa Gus Ipul ini menegaskan beberapa program kemensos.
Mensos menegaskan bahwa program tersebut merupakan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memberikan martabat bagi warga paling rentan.
Integrasi pendidikan dan pemberdayaan berbeda dengan lembaga pendidikan biasa, Sekolah Rakyat dirancang dengan pendekatan holistik.
Baca Juga: Kemensos dan Kemenkop Mendorong Penerima Bansos Menjadi Anggota Koperasi Desa Merah Putih!
Program ini tidak hanya memfasilitasi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan keluarga secara menyeluruh.
Hal ini mencakup pemberdayaan ekonomi sehingga orang tua siswa diberikan program pelatihan dan bantuan produktif.
Bantuan renovasi rumah bagi keluarga siswa yang memenuhi syarat sebagia perbaikan infrastruktur.
Meski diperuntukkan bagi warga miskin, kurikulum dan fasilitas bangunan dibuat dengan standar kualitas tinggi.
Baca Juga: Kebijakan Zero Tolerance bagi Pendamping PKH yang Memanipulasi Data Siswa Sekolah Rakyat dan Bansos
Status Nasional dan Target Pembangunan Saat ini, Sekolah Rakyat telah menjangkau hampir 16 ribu siswa di 166 titik di seluruh Indonesia.
Pemerintah juga tengah memacu pembangunan fisik sekolah permanen di 104 lokasi baru.
Gus Ipul mengingatkan bahwa keterlibatan daerah sangat krusial agar warga di wilayah tersebut tidak kehilangan kesempatan mendapatkan program strategis ini.***
Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android
Versi iOS
Channel WhatsApp
Fanpage Edugov
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala




