POJOKSATU.id – Universitas Jenderal Achmad Yani atau UNJANI terus memantapkan langkah sebagai perguruan tinggi unggul bertaraf internasional, berjiwa kebangsaan, dan berwawasan lingkungan.

Visi tersebut menjadi arah utama dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, serta pengembangan ilmu pengetahuan.

UNJANI juga menjadikan visi itu sebagai landasan pengabdian kepada masyarakat yang handal, akuntabel, dan relevan dengan kebutuhan pengguna pendidikan tinggi.

Dalam misi akademiknya, UNJANI menaruh perhatian besar pada pembentukan insan akademik yang berwibawa dan berintegritas.

Baca Juga: Mengenal Universitas INABA, Kampus Pencetak Profesional Digital

Semangat kebangsaan yang kuat menjadi nilai utama yang ditanamkan kepada seluruh sivitas akademika.

UNJANI juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab institusional.

Selain itu, UNJANI secara konsisten mengembangkan kerja sama dengan berbagai mitra strategis.

Jejaring kerja sama tersebut melibatkan perguruan tinggi lain, pemerintah, lembaga riset, masyarakat, dan dunia industri.

Kolaborasi dilakukan di tingkat nasional maupun internasional.

UNJANI dikenal memiliki kawasan kampus yang luas dan sejuk.

Baca Juga: Universitas Halu Oleo, Dari Kampus Daerah Menuju Perguruan Tinggi Nasional

Lingkungan kampus tersebut menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif bagi mahasiswa.

UNJANI telah melahirkan lebih dari 30.000 alumni yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Alumni UNJANI memiliki nilai khas disiplin, loyal, dan santun.

Dari sisi fasilitas, UNJANI mengembangkan konsep Smart Campus berbasis teknologi modern.

Sarana dan prasarana kampus dirancang untuk mendukung pembelajaran dan layanan akademik.

Sejumlah program studi di UNJANI telah meraih akreditasi Unggul dan Baik Sekali.

Makna filosofis UNJANI tercermin dalam lambang bernama Nusa Putra.

Lambang tersebut berbentuk perisai segi lima dengan warna kuning, hijau, merah, putih, dan hitam.

Di dalamnya terdapat simbol Kartika Eka Paksi, bunga cangkok wijaya kusuma, kalam, buku, dan bintang.

Nusa Putra melambangkan wilayah Indonesia beserta putra-putrinya yang bertekad mengisi dan mempertahankan kemerdekaan.

Makna tersebut dijiwai oleh nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Di bawah naungan Yayasan Kartika Eka Paksi, UNJANI meneruskan semangat Jenderal Achmad Yani.

Semangat tersebut diwujudkan melalui pengembangan pendidikan tinggi untuk membela ideologi bangsa.

Sejarah UNJANI berakar dari tekad keluarga besar TNI Angkatan Darat.

Tekad tersebut diarahkan pada kontribusi pembangunan bangsa melalui sektor pendidikan.

Cikal bakal UNJANI dimulai dengan berdirinya Akademi Teknik Jenderal Achmad Yani pada 1974.

Akademi tersebut merupakan hasil kerja sama TNI AD, Pertamina, dan Institut Teknologi Bandung.

Pada awal berdiri, akademi membuka jurusan Teknik Mesin dan Teknik Elektro.

Jurusan Teknik Kimia menyusul dibuka pada tahun 1975.

Perkembangan berlanjut dengan integrasi berbagai sekolah tinggi di bawah Yayasan Kartika Eka Paksi.

Salah satunya Akademi Industri Logam yang kemudian menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bandung.

Selain itu, berdiri Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Achmad Yani.

Sekolah Tinggi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jenderal Achmad Yani didirikan pada 1987.

Universitas Jenderal Achmad Yani resmi berdiri pada 20 Mei 1990.

Pengukuhan dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 9 Agustus 1990.

UNJANI merupakan hasil penggabungan tiga sekolah tinggi di bawah yayasan.

Pada awal berdiri, UNJANI memiliki tiga fakultas dan delapan jurusan.

Seiring waktu, UNJANI terus berkembang dengan penambahan fakultas dan program studi.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menjadi bagian dari pengembangan institusi.

Selain itu berdiri Fakultas Kedokteran, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Farmasi.

Fakultas Teknologi Manufaktur dan Fakultas Kedokteran Gigi turut melengkapi struktur akademik.

Pada 2021, UNJANI mengintegrasikan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan.

Fakultas tersebut sebelumnya merupakan STIKES Achmad Yani.

Saat ini, UNJANI memiliki 11 fakultas dan 43 program studi.

Program studi mencakup jenjang vokasi, sarjana, profesi, dan magister.

Keberagaman disiplin ilmu mencerminkan komitmen UNJANI menjawab tantangan pembangunan nasional.

Sejak 1990, kepemimpinan UNJANI dipegang oleh sejumlah tokoh nasional.

Rektor UNJANI saat ini dijabat Prof. Dr. Agus Subagyo, S.I.P., M.Si.

Masa kepemimpinan tersebut berlangsung pada periode 2025 hingga sekarang.

Di bawah kepemimpinan berkelanjutan, UNJANI terus melangkah sebagai kampus kebangsaan.

UNJANI tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai, karakter, dan pengabdian bagi Indonesia.***