POJOKSATU.id – Universitas Halu Oleo merupakan perguruan tinggi unggulan di Indonesia yang terus memperkuat jati diri sebagai institusi bermartabat dengan budaya akademik yang kokoh.

Kampus ini berperan strategis dalam pengembangan sumber daya manusia, terutama di Sulawesi Tenggara dan kawasan timur Indonesia.

Universitas Halu Oleo berdiri pada 1964 sebagai perguruan tinggi swasta filial dari Universitas Hasanuddin Makassar.

Seiring waktu, UHO berkembang pesat hingga resmi menjadi perguruan tinggi negeri pertama di Sulawesi Tenggara.

Baca Juga: Universitas Hasanuddin, Jejak Panjang Perjuangan Pendidikan Tinggi dari Timur Indonesia

Peresmian dilakukan pada 19 Agustus 1981 oleh Dirjen Dikti Prof. Dr. Doddy Tisnaamidjaja mewakili Mendikbud Prof. Dr. Nugroho Notosusanto.

Penetapan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 1981.

Sejak saat itu, Universitas Halu Oleo tercatat sebagai perguruan tinggi negeri ke-42 di Indonesia.

Saat ini, UHO memiliki 14 fakultas serta program Pascasarjana yang menopang kegiatan akademik, riset, dan pengabdian masyarakat.

Pada usia ke-39, Universitas Halu Oleo semakin memantapkan perannya sebagai perguruan tinggi nasional berbasis pengembangan potensi lokal.

Baca Juga: Data Databoks: Sumatera Utara Kehilangan 40 Persen Hutan Lindung

Fokus tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian berkelanjutan.

Visi Universitas Halu Oleo disusun berdasarkan Rencana Pembangunan Pendidikan Jangka Panjang Nasional 2005–2025 dari Kementerian Pendidikan Nasional.

Dokumen tersebut memuat empat tahapan pembangunan pendidikan, mulai dari peningkatan kapasitas hingga penguatan daya saing internasional.

Didukung perkembangan teknologi informasi dan infrastruktur regional, UHO semakin diminati mahasiswa dari berbagai daerah di luar Sulawesi Tenggara.

Kondisi ini memperkuat posisi UHO sebagai kampus harapan, kepercayaan, dan kebanggaan bangsa.

Dalam Rencana Induk Pengembangan UHO 2012–2045, universitas menetapkan visi menjadi perguruan tinggi kelas dunia pada 2045.

Fokus keunggulan diarahkan pada pengelolaan dan pengembangan wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan.

Untuk mewujudkannya, UHO mengembangkan pendidikan berbasis riset kolaborasi nasional dan internasional.

Baca Juga: Dibuka untuk Umum, Ini Syarat PPPK BGN Tahap 3-4 2026 yang Wajib Kamu Tahu!

Penelitian unggulan diarahkan pada isu pesisir dan perdesaan serta penerapan hasil riset bagi kesejahteraan masyarakat.

Penguatan tata kelola yang transparan dan akuntabel juga menjadi perhatian utama institusi.

Selain itu, pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh terus didorong oleh Universitas Halu Oleo.

Sejarah awal UHO tidak terlepas dari peran Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara.

Pemerintah daerah mendirikan Universitas Halu Oleo Swasta melalui Yayasan Pembina dan Pembimbing Perguruan Tinggi Sulawesi Tenggara.

Baca Juga: Siapa Saja yang Bisa Daftar PPPK BGN Tahap 3–4 2026? Ini Daftarnya!

Status universitas swasta dikukuhkan melalui Surat Keputusan Biro Pendidikan Tinggi Swasta pada 22 Maret 1966.

Setelah itu, Universitas Halu Oleo berstatus sebagai cabang Universitas Hasanuddin Makassar.

Peningkatan status menjadi perguruan tinggi negeri ditandai penandatanganan prasasti pada 19 Agustus 1981.

Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Dies Natalis Universitas Halu Oleo.

Pada peresmian itu, Drs. Eddy Agussalim Mokodompit, M.A dilantik sebagai rektor pertama UHO.

Awalnya, Universitas Halu Oleo menempati Kampus Kemaraya dengan luas sekitar tujuh hektare.

Keterbatasan lahan mendorong pengembangan kampus baru di kawasan Anduonohu.

Pembangunan Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu dimulai dua tahun setelah peresmian universitas.

Baca Juga: Masih Hujan Meski Disemai? BPBD Jabar: Bukan Dihentikan, Tapi Dijinakkan

Kampus tersebut berdiri di atas lahan seluas sekitar 250 hektare.

Seiring pertumbuhan Kota Kendari, Kampus Anduonohu kini berada di pusat aktivitas kota.

Perubahan singkatan universitas dari UNHALU menjadi UHO ditegaskan melalui Permendikbud Nomor 149 Tahun 2014.

Pembangunan Kampus Anduonohu rampung dan diresmikan pada 4 April 1994.

Peresmian dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro.

Baca Juga: 500 Jiwa di Cikande Tangerang Mengungsi di 4 Posko Imbas Banjir Setinggi 4 Meter

Sejak saat itu, Universitas Halu Oleo memiliki beberapa kampus utama dan pendukung.

Seluruh kampus tersebut menunjang pelaksanaan tridharma perguruan tinggi secara optimal.

Dengan sejarah panjang dan visi terarah, Universitas Halu Oleo menunjukkan komitmen kuat pada pengembangan pesisir dan perdesaan.

Komitmen tersebut menjadikan UHO terus berperan mencetak lulusan unggul dan membangun kesejahteraan masyarakat Indonesia Timur.***