POJOKSATU.id — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memastikan bahwa pendaftaran Beasiswa Bidang Keolahragaan 2026 akan segera dibuka.
Meski hingga kini Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) belum membuka pendaftaran resmi, calon peserta sudah dapat memulai tahapan awal dengan mengajukan surat rekomendasi dari Kemenpora melalui Sistem Tenaga dan Organisasi Keolahragaan (Sitenor).
Program Beasiswa Keolahragaan 2026 kembali digulirkan sebagai bentuk kolaborasi berkelanjutan antara Kemenpora dan LPDP.
Baca Juga: Pendaftaran TKA SD–SMP 2026 Dimulai, Ini Alur Resmi yang Wajib Dipahami Operator Sekolah
Beasiswa ini dirancang untuk memberikan kesempatan pendidikan lanjutan bagi atlet aktif, mantan atlet berprestasi, serta tenaga keolahragaan yang ingin menempuh studi magister (S2) maupun doktoral (S3).
Secara umum, beasiswa ini memberikan dukungan pembiayaan yang cukup komprehensif.
Penerima beasiswa akan mendapatkan pendanaan pendidikan, biaya hidup, hingga dukungan riset.
Baca Juga: Fakta Kacamata Hitam Presiden Perancis Macron di Davos: Sakit Mata Berujung Drama Global
Namun demikian, sebelum mendaftar ke LPDP, setiap calon peserta diwajibkan terlebih dahulu memperoleh surat rekomendasi resmi dari Kemenpora.
Beasiswa Keolahragaan 2026 ditujukan kepada tiga kelompok utama.
Pertama, atlet aktif yang pernah meraih juara 1, 2, atau 3 dalam pekan olahraga maupun kejuaraan olahraga.
Baca Juga: Google Gemini Arena Hadir Perdana di Indonesia, Universitas Gunadarma Jadi Kampus Pertama
Kedua, mantan atlet yang juga memiliki catatan prestasi juara 1, 2, atau 3 pada ajang olahraga tingkat tertentu.
Ketiga, tenaga keolahragaan yang memiliki kualifikasi serta sertifikat kompetensi sesuai bidang yang ditekuni.
Dalam pelaksanaannya, beasiswa ini dibuka melalui dua jalur.
Jalur peningkatan prestasi ditujukan bagi pelaku keolahragaan warga negara Indonesia yang memiliki dedikasi tinggi dan berkomitmen untuk terus berkontribusi di bidang olahraga.
Sementara itu, jalur penghargaan prestasi diperuntukkan bagi atlet dan mantan atlet elit yang telah menorehkan prestasi di tingkat dunia.
Adapun jenjang pendidikan yang dapat dipilih meliputi program S2 dan S3.
Baca Juga: Viral! Asyik Live TikTok Pakai Baju Dinas, Guru di Gorontalo Ditegur Akun Resmi Dinas Pendidikan
Untuk jenjang S2, peserta dapat memilih skema satu gelar atau dua gelar (double degree) dengan durasi pendanaan maksimal 24 bulan.
Sementara jenjang S3 juga tersedia dalam skema satu gelar maupun double degree dengan durasi pendanaan hingga 48 bulan.
Khusus tenaga keolahragaan, bidang studi yang dipilih harus disesuaikan dengan entitas profesi yang dijalani.
Dari sisi pembiayaan, Beasiswa Keolahragaan 2026 mencakup dua komponen utama, yakni dana pendidikan dan dana pendukung.
Dana pendidikan meliputi biaya pendaftaran, SPP atau uang kuliah, tunjangan buku, biaya penelitian tesis atau disertasi, seminar internasional, serta publikasi di jurnal internasional.
Sementara dana pendukung mencakup biaya transportasi, pengurusan visa atau izin tinggal, asuransi kesehatan, biaya kedatangan, biaya hidup bulanan, tunjangan keluarga khusus penerima S3, dana keadaan darurat bila diperlukan, serta pengayaan bahasa bagi peserta jalur penghargaan prestasi.
Baca Juga: Tinggal 2 Hari! Pendaftaran PPPK KemenHAM Ditutup 23 Januari, Begini Cara Daftarnya
Untuk dapat menjadi penerima beasiswa, calon pendaftar harus melalui sejumlah tahapan seleksi.
Proses dimulai dengan pengajuan rekomendasi dari Kemenpora.
Setelah itu, pendaftar wajib mendaftar secara daring di laman resmi Beasiswa LPDP ketika pendaftaran dibuka.
Selanjutnya, peserta harus melengkapi dan mengunggah seluruh dokumen persyaratan, melakukan submit aplikasi hingga memperoleh kode registrasi, serta mengikuti seluruh rangkaian seleksi LPDP mulai dari seleksi administrasi, bakat skolastik, hingga seleksi substansi.
Pengajuan surat rekomendasi dari Kemenpora sendiri dibuka mulai 26 Januari 2026.
Persyaratan dokumen yang harus dipenuhi berbeda untuk setiap kategori pendaftar.
Baca Juga: Mulai 1 Februari 2026, Segini Gaji Pegawai Inti SPPG yang Diangkat Jadi ASN PPPK
Bagi atlet aktif dan mantan atlet, dokumen yang wajib disiapkan antara lain KTP, ijazah terakhir beserta transkrip nilai, surat keterangan perolehan medali pada kejuaraan nasional atau internasional, surat pengantar beasiswa, serta surat pernyataan kebenaran dokumen.
Batas usia pendaftar ditetapkan maksimal 45 tahun untuk jenjang S2 dan 50 tahun untuk jenjang S3.
Sementara itu, tenaga keolahragaan harus melampirkan KTP, ijazah terakhir dan transkrip nilai, surat penugasan sebagai tenaga keolahragaan dalam dua tahun terakhir, sertifikat atau lisensi keahlian, surat pengantar beasiswa yang ditandatangani pimpinan instansi, serta surat pernyataan kebenaran dokumen.
Baca Juga: Akhir Penantian! Bupati Dompu serahkan 5.395 SK PPPK Paruh Waktu
Untuk kategori ini, batas usia maksimal ditetapkan 40 tahun bagi pendaftar S2 dan 45 tahun bagi pendaftar S3.
Pengajuan rekomendasi dilakukan secara daring melalui laman Sitenor.
Baca Juga: Demo Sopir Angkot di Bogor! Apa yang Sebenarnya Diminta dari Pemkot? Ini Penjelasannya
Calon pendaftar diwajibkan melakukan registrasi akun, memperbarui data profil, serta mengunggah dokumen pendukung.
Setelah itu, pendaftar dapat masuk ke kanal Beasiswa, melakukan sinkronisasi data, mengisi rencana studi, mengunggah surat pengantar organisasi, dan mengajukan permohonan rekomendasi.
Adapun jadwal penting Beasiswa Keolahragaan 2026 dimulai dengan pendaftaran akun Sitenor, pembaruan data, dan unggah dokumen yang berlangsung dari 2 Januari—5 Februari 2026.
Baca Juga: Di Tengah Perang Gaza, Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Trump Bareng Saudi dan Qatar
Pengajuan rekomendasi kepada Kemenpora dibuka pada 26 Januari—6 Februari 2026.
Hasil rekomendasi akan diumumkan pada 9 Februari 2026, sedangkan jadwal pendaftaran dan seleksi beasiswa selanjutnya akan mengikuti ketentuan resmi dari LPDP.***




