POJOKSATU.id - Kesabaran ribuan honorer yang tergabung dalam Aliansi R2 R3 tampaknya sudah berada di ujung batas.

Setelah lama menunggu kejelasan status, mereka kini bersuara lantang.

Jika tuntutan pengangkatan PPPK penuh waktu tak kunjung direalisasikan, Aliansi R2 R3 menyatakan siap menggelar demo besar-besaran di berbagai daerah hingga tingkat nasional.

Baca Juga: RESMI Diumumkan! BGN Akan Buka Rekrutmen PPPK Tahap 3 dan 4 untuk Umum Sebanyak 32.460 Formasi!

Hal tersebut mencerminkan akumulasi kekecewaan honorer R2 dan R3 yang merasa tertinggal dalam proses penataan ASN.

Sebagian tenaga lain sudah mendapatkan status lebih pasti.

Namun sayangnya ribuan honorer masih bertahan dengan status PPPK paruh waktu yang dinilai belum menjamin kesejahteraan dan masa depan mereka.

Baca Juga: VIRAL! ASN Dimutasi Setelah Tebang Pohon Ilegal, Hukuman Disiplin Menyusul?


Aliansi R2 R3 Nyatakan Sikap Tegas

Aliansi R2 R3 Indonesia menegaskan bahwa ancaman aksi bukan sekadar wacana.

Mereka mengaku telah menyiapkan konsolidasi nasional apabila pemerintah tidak segera memberikan kepastian pengangkatan menjadi PPPK penuh waktu.

Ketua Aliansi R2 R3 Indonesia, Faisol Mahardika, menyampaikan bahwa keresahan honorer sudah terlalu lama dipendam.

Baca Juga: Pengangkatan Pegawai SPPG Jadi PPPK Tuai Sorotan, DPR Singgung Nasib Guru Honorer yang Bertahun-tahun Menanti

Dikutip dari JPNN.com, 21 Januari 2026, Faisol Mahardika menyatakan:

“Kalau permintaan kami tidak dikabulkan, semua PPPK paruh waktu akan turun ke jalan. Serius ini, bukan gertak sambal doang,”.

Pernyataan tersebut langsung menyedot perhatian publik, khususnya kalangan honorer yang bernasib sama di berbagai daerah.


Menuntut Keadilan Pengangkatan PPPK

Aliansi R2 R3 menilai kebijakan PPPK paruh waktu belum sepenuhnya adil. Banyak honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun.

Namun hingga kini belum diangkat sebagai PPPK penuh waktu.

Baca Juga: Pemerintah Buka Program Pemenuhan Kualifikasi S-1/D-4 untuk Guru PAUD Tahun 2026

Mereka menilai pengabdian panjang seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam kebijakan pengangkatan ASN.

Dalam beberapa kesempatan, Aliansi R2 R3 juga mendorong pemerintah pusat agar menerbitkan kebijakan khusus.

bahkan Keputusan Presiden, untuk mempercepat pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu.

Baca Juga: Heboh ‘Raja Bolos Sidang’, Anwar Usman Buka Suara Sebut Saya Sakit, Untung Masih Bisa Napas!

Mereka berharap ada solusi konkret, bukan sekadar janji.


Siap Turun ke Jalan Secara Nasional

Rencana demo besar-besaran ini disebut akan melibatkan honorer dari berbagai sektor dan daerah.

Aliansi R2 R3 mengklaim telah membangun komunikasi dengan sejumlah organisasi pendukung untuk memperkuat tekanan kepada pemerintah.

Aksi tersebut direncanakan sebagai bentuk perlawanan terakhir jika aspirasi mereka terus diabaikan.

Baca Juga: HWW

Bagi para honorer, turun ke jalan dianggap sebagai satu-satunya cara agar suara mereka benar-benar didengar.


Polemik PPPK Paruh Waktu

Kebijakan PPPK paruh waktu sejatinya dimaksudkan sebagai solusi transisi dalam penataan tenaga non-ASN.

Pemerintah berulang kali menegaskan bahwa skema ini memberikan kepastian status dibandingkan honorer tanpa kejelasan.

Namun di lapangan, status paruh waktu masih menyisakan persoalan, mulai dari penghasilan, jam kerja, hingga jaminan karier.

Kondisi inilah yang memicu keresahan di kalangan honorer R2 dan R3.

Baca Juga: INFO LOKER: Lowongan Kerja Guru di YPI Al Azhar Bandar Lampung !

Banyak di antara mereka merasa sudah memenuhi syarat dan layak diangkat sebagai PPPK penuh waktu.

Terutama setelah mengikuti berbagai tahapan seleksi dan verifikasi data.


Pemerintah Diminta Segera Bertindak

Tekanan dari Aliansi R2 R3 menjadi sinyal kuat bahwa persoalan honorer belum sepenuhnya selesai.

Publik kini menanti langkah pemerintah dalam merespons tuntutan tersebut.

Baca Juga: Santai Tanggapi Rumor Pacaran dan Menikah dengan Ruben Onsu, Ayu Ting Ting: Sudah Biasa

Apakah akan ada kebijakan percepatan pengangkatan, atau justru polemik ini akan berujung pada gelombang aksi yang lebih besar.

Bagi Aliansi R2 R3, kejelasan status bukan hanya soal administrasi, tetapi juga soal penghargaan atas pengabdian.

Jika tuntutan tidak dipenuhi, mereka memastikan aksi besar-besaran tinggal menunggu waktu.***