POJOKSATU.ID - Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mengeluhkan bantuan sudah masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), namun tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya.
Setelah ditelusuri, masalahnya bukan selalu pada sistem penyaluran, melainkan kesalahan yang dilakukan KPM sendiri tanpa disadari.
Kesalahan-kesalahan ini kerap terjadi di lapangan dan berujung pada transaksi gagal, kartu terblokir sementara, hingga munculnya isu BPNT tidak cair.
Menggesek Kartu di e-Warong Tidak Resmi
Kesalahan paling sering adalah menggunakan kartu KKS di e-warong yang tidak terdaftar resmi.
BPNT hanya bisa digunakan di e-warong mitra yang telah bekerja sama dengan bank penyalur dan pemerintah.
Jika kartu digesek di tempat tidak resmi, sistem akan otomatis menolak transaksi meski saldo BPNT sudah masuk.
Hal ini membuat KPM mengira bantuannya bermasalah, padahal lokasi belanjanya yang tidak sesuai.
Mencoba Menarik BPNT Tunai di ATM
Masih banyak KPM yang belum memahami bahwa BPNT bukan bantuan tunai.
Baca Juga: Banjir di Cibuaya Karawang Mulai Surut, 2.600 Warga Terdampak
Kesalahan fatal yang sering dilakukan adalah mencoba menarik saldo BPNT di mesin ATM.
Perlu ditegaskan, BPNT tidak bisa dicairkan dalam bentuk uang.
Jika KPM berkali-kali mencoba tarik tunai, sistem dapat mencatat aktivitas mencurigakan dan berpotensi membuat kartu tidak bisa digunakan sementara.
Kartu KKS Dipinjamkan ke Orang Lain
Kesalahan berikutnya adalah meminjamkan kartu KKS kepada orang lain, baik kepada tetangga, keluarga, bahkan oknum tertentu yang mengaku bisa membantu mencairkan bantuan.
Tindakan ini sangat berisiko. KKS bersifat personal dan terhubung langsung dengan data penerima di DTKS.
Jika terjadi penyalahgunaan, KPM bisa kehilangan hak bantuan atau terkena sanksi administratif.
Baca Juga: Cek Sekarang! Status BPNT Sudah Masuk atau Belum, Ini Ciri-ciri Saldo Resmi Cair
Berbelanja di Luar Jenis Komoditas BPNT
BPNT hanya bisa digunakan untuk membeli komoditas tertentu seperti beras, telur, daging, dan bahan pangan pokok lainnya.
Kesalahan KPM adalah mencoba membeli barang di luar daftar tersebut.
Jika barang tidak termasuk komoditas BPNT, transaksi otomatis gagal meski saldo tersedia. Kondisi ini sering memicu anggapan saldo belum aktif, padahal jenis barangnya yang tidak sesuai.
Tidak Bertanya ke Pendamping Sosial
Banyak KPM langsung menyimpulkan BPNT bermasalah tanpa bertanya ke pendamping sosial atau petugas desa.
Baca Juga: WASPADA! Kontrak PPPK Tuban Resmi Tidak Diperpanjang, Karena Pelanggaran Ini
Padahal, pendamping memiliki akses informasi terkait status bantuan, jadwal pembukaan komoditas, dan solusi teknis di lapangan.
Kurangnya komunikasi membuat kesalahan kecil berlarut-larut dan menimbulkan kepanikan yang sebenarnya tidak perlu.
Solusi Agar BPNT Bisa Digunakan dengan Benar
Agar BPNT dapat dimanfaatkan optimal, KPM disarankan:
Gunakan KKS hanya di e-warong resmi
Jangan mencoba menarik BPNT tunai
Simpan kartu KKS sendiri, jangan dipinjamkan
Belanja sesuai komoditas yang ditentukan
Koordinasi aktif dengan pendamping sosial
Selama status kepesertaan masih aktif, saldo BPNT tidak akan hangus dan tetap bisa digunakan sesuai mekanisme.
Pemerintah mengingatkan agar KPM tidak mudah percaya pada pihak yang menawarkan jasa pencairan BPNT dengan imbalan tertentu.
Baca Juga: Penataan ASN Masih Berlanjut, Wakil Bupati Rejang Lebong Resmi Lantik 355 PPPK Paruh Waktu
Seluruh proses BPNT gratis dan tanpa potongan.
Memahami kesalahan yang sering dilakukan KPM menjadi kunci agar bantuan yang sudah masuk benar-benar bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan keluarga.***




