POJOKSATU.id - Kebijakan Pemerintah Kota Cirebon memindahkan 170 ASN ngantor di mal menjadi sorotan publik.

Pemkot Cirebon diketahui menganggarkan Rp900 juta untuk merelokasi ratusan ASN tersebut ke pusat perbelanjaan sebagai kantor sementara.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan.

Baca Juga: Dompet ASN Tebal di 2026, Gaji ke-13 dan THR Cair, Total Bisa Rp31 Juta

Gedung Setda Kota Cirebon yang selama ini digunakan dinilai mengalami kerusakan struktural serius.

Sehingga perlu menjalani renovasi total pada tahun 2026. Agar pelayanan publik tetap berjalan, Pemkot memilih opsi relokasi sementara.


Relokasi ASN ke Grage City Mall

Sebanyak 170 ASN dari 18 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) direncanakan akan dipindahkan ke Grage City Mall (GCM).

Baca Juga: TERJAWAB! Gaji ASN Kepri Januari 2026 Belum Cair, Kendala Aplikasi Jadi Penyebabnya

Lokasi ini dipilih karena dinilai memiliki ruang yang cukup untuk menampung aktivitas kerja ASN selama masa renovasi gedung Setda berlangsung.

Pemkot memastikan relokasi ini bersifat sementara.

Setidaknya hingga proses perbaikan gedung selesai dan layak kembali digunakan sebagai pusat pemerintahan.

Baca Juga: THR dan Gaji Pokok ASN Cair Maret hingga Rp14.658.000, Fakta atau Hoaks?


Anggaran Rp900 Juta untuk Apa Saja?

Anggaran Rp900 juta yang disiapkan Pemkot Cirebon bukan hanya untuk memindahkan meja dan kursi.

Dana tersebut mencakup berbagai kebutuhan operasional agar ASN tetap bisa bekerja secara optimal.

Asisten Administrasi Umum Setda Kota Cirebon, Arif Kurniawan, menjelaskan bahwa anggaran tersebut digunakan untuk fasilitas penunjang kerja ASN di lokasi baru.

Dikutip dari Tirto, 9 Januari 2026, Arif Kurniawan menyatakan:

“Direncanakan setelah Idulfitri kita pindah. Anggaran Rp900 juta itu untuk pindahan, internet, listrik, serta penyekatan ruangan,”.

Baca Juga: Gaji PNS DJP dari Gaji Pokok hingga Tukin, Ini Besarannya Usai OTT KPK

Dengan fasilitas tersebut, Pemkot berharap pelayanan publik tetap berjalan normal meski ASN bekerja dari lokasi yang tidak biasa.


Gedung Setda Akan Direnovasi Total

Renovasi Gedung Setda Kota Cirebon dilakukan karena bangunan tersebut mengalami masalah serius.

Hal tersebut diakibatkan karena proyek sebelumnya yang dinilai bermasalah.

Baca Juga: TPG TW 3 dan TW 4 Belum Cair hingga Januari 2026, Ini Penjelasan Resmi dan Langkah Guru Agar Tidak Salah Paham

Pemkot bahkan harus menyusun ulang Detail Engineering Design (DED) bekerja sama dengan Politeknik Negeri Bandung.

Biaya penyusunan DED dilaporkan mencapai sekitar Rp500 juta, sementara estimasi anggaran renovasi fisik gedung bisa mencapai Rp15 miliar.

Renovasi ini ditujukan untuk memperkuat struktur bangunan agar aman digunakan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Viral! Cuma Beda Provinsi, Jalan Udah Kaya Beda Negara, Warga Lebak Bandingkan Banten dan Jabar


Bukan Foya-foya Anggaran

Pemkot Cirebon menegaskan bahwa kebijakan 170 ASN ngantor di mal bukan bentuk pemborosan anggaran.

Relokasi ini dipilih sebagai solusi paling realistis.

Tentunya agar roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat tidak terhenti selama proses renovasi berlangsung.

Alternatif lain dinilai membutuhkan waktu lebih lama dan biaya yang tidak jauh berbeda.

Sehingga opsi menyewa ruang di mal dianggap paling efisien untuk sementara waktu.***