POJOKSATU.id — Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) membeberkan tiga aspek utama yang menjadi dasar penilaian dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.
Jalur SNBP dikenal sebagai salah satu pintu masuk perguruan tinggi negeri (PTN) yang menilai calon mahasiswa berdasarkan rekam jejak akademik serta prestasi yang diraih selama menempuh pendidikan di sekolah.
Pada pelaksanaan SNBP tahun ini, mekanisme seleksi tidak lagi bertumpu semata pada nilai rapor.
Baca Juga: Lowongan Kerja Traktor Nusantara 2026, Buka MT untuk 3 Posisi Strategis Anak Usaha Astra
Panitia juga memasukkan unsur kesesuaian mata pelajaran dengan program studi serta prestasi siswa sebagai bagian penting dalam penilaian.
Penjelasan tersebut disampaikan langsung oleh panitia SNPMB dalam kegiatan sosialisasi resmi.
Secara umum, terdapat tiga komponen utama yang digunakan dalam penilaian SNBP 2026 dan wajib dipahami oleh para siswa.
Komponen pertama adalah nilai rapor. Koordinator SNBP, Riza Satria Perdana, menjelaskan bahwa panitia akan menilai rata-rata nilai rapor siswa secara menyeluruh.
Penilaian tersebut mencakup seluruh mata pelajaran yang telah ditempuh siswa sejak semester 1 hingga semester 5.
Nilai rapor menjadi dasar utama dalam proses seleksi karena dinilai mampu menggambarkan konsistensi dan capaian akademik siswa selama belajar di jenjang SMA, MA, maupun SMK.
Baca Juga: Gaji PPPK Paruh Waktu di Disdik Paling Rendah, Ini Perbandingannya dengan OPD Lain
Komponen kedua adalah mata pelajaran pendukung.
Selain melihat nilai rapor secara umum, SNBP 2026 juga mempertimbangkan mata pelajaran yang relevan dengan program studi yang dipilih.
Sebagai contoh, siswa yang mendaftar ke jurusan Fisika akan mendapat perhatian lebih pada capaian nilai mata pelajaran Fisika.
Baca Juga: Kenapa Gaji PPPK Januari 2026 Belum Cair? Ternyata Masih Tertahan di Tahap Ini
Penilaian mata pelajaran pendukung ini bertujuan untuk melihat kesesuaian antara minat, kemampuan akademik siswa, dan jurusan yang dituju di perguruan tinggi.
Komponen ketiga adalah prestasi. Prestasi yang dinilai dapat berupa prestasi akademik maupun nonakademik, selama relevan dengan program studi pilihan.
Riza menegaskan bahwa prestasi akan memiliki nilai lebih jika selaras dengan jurusan yang dipilih oleh siswa.
Baca Juga: TERUNGKAP! Gaji PNS Januari 2026 Belum Cair Karena Tertahan di Tahap Ini!
Ia mencontohkan, siswa yang menjadi peraih medali olimpiade Fisika dan mendaftar ke jurusan Fisika memiliki kecocokan yang kuat.
"Saya contohkan menjadi medalis olimpiade fisika misalnya dan dia masuk ke fisika, cocok," ujarnya.
Selain ketiga komponen tersebut, siswa yang dinyatakan eligible SNBP juga diwajibkan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Baca Juga: Unnes Buka Penerimaan Mahasiswa Baru 2026, Kuota Naik jadi 12.470 di 76 Prodi
Dalam skema SNBP 2026, nilai TKA tidak masuk sebagai komponen penilaian utama, melainkan digunakan sebagai validator nilai rapor.
"Komponen penilaiannya akan tetep sama seperti yang tadi saya sampaikan, rata-rata seluruh nilai rapor kalo TKAnya digunakan sebagai validator," kata Riza.
Ia menjelaskan bahwa nilai TKA berfungsi untuk mengoreksi nilai rapor siswa.
Bahkan, nilai TKA juga dapat meningkatkan nilai rapor apabila hasil TKA lebih tinggi.
"Misalnya dia dapat nilai rapornya 8 kemudian nanti nilai TKA nya bagus gitu ya itu bisa mengangkat nilai rapornya," ujarnya.
Selain memahami sistem penilaian, siswa juga perlu mencermati ketentuan pemilihan program studi dalam SNBP 2026.
Murid yang dinyatakan eligible diperbolehkan memilih program studi di PTN akademik dan/atau PTN vokasi.
Setiap murid dapat memilih maksimal dua program studi dari satu atau dua PTN.
Jika hanya memilih satu program studi, murid bebas menentukan PTN di provinsi mana pun.
Baca Juga: Beasiswa LPDP 2026 Diperkirakan Dibuka Januari, Ini Jadwal Perkiraan dan Syarat Lengkapnya
Namun, apabila memilih dua program studi, salah satu pilihan wajib berada di PTN yang satu provinsi dengan lokasi SMA, MA, atau SMK asal.
Dengan memahami skema penilaian serta aturan pemilihan program studi sejak awal, siswa diharapkan mampu menyusun strategi yang tepat sehingga peluang lolos SNBP 2026 dapat terbuka lebih luas.***




