POJOKSATU.id — Mahasiswa di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) kini memiliki kesempatan berharga untuk merasakan pengalaman riset bertaraf internasional melalui program magang musim panas dengan pembiayaan penuh di Swiss.
Program bergengsi ini diselenggarakan oleh ETH Zurich, salah satu universitas teknik ternama di Eropa yang selama ini dikenal sebagai pusat riset, inovasi, dan pengembangan teknologi global.
Program magang musim panas di Swiss selalu menjadi incaran mahasiswa dari berbagai negara.
Baca Juga: Listrik Aceh Tak Kunjung Pulih, Klaim Pemerintah Berbanding Terbalik dengan Fakta
Daya tarik utamanya terletak pada skema pendanaan penuh, keterlibatan langsung dalam riset di laboratorium bereputasi tinggi, serta peluang membangun jejaring internasional yang sangat bermanfaat bagi perjalanan akademik maupun karier profesional di masa depan.
Salah satu program andalan yang ditawarkan adalah Summer Internship Programme 2026 dari ETH Zurich.
Program ini terbuka bagi mahasiswa S1 dan S2 dari berbagai disiplin STEM, mulai dari Ilmu Komputer, Teknik Elektro, Matematika, Fisika, hingga bidang terkait lainnya.
Baca Juga: Tiket KA Cirebon Fakultatif dan Tiket Diskon 30 % KA Ekonomi Masih Banyak Tersedia
Kegiatan magang dijadwalkan berlangsung selama dua bulan, dari pertengahan Juni hingga Agustus 2026, dengan beban kerja penuh sekitar 40 jam per minggu.
Mahasiswa yang berhasil lolos seleksi akan memperoleh tunjangan harian bebas pajak sebesar CHF 93, atau setara sekitar Rp 1,9 juta per hari.
Tak hanya itu, ETH Zurich juga memberikan berbagai fasilitas pendukung, seperti asuransi kesehatan, bantuan perjalanan, serta dukungan akomodasi selama peserta menjalani program di Swiss.
Selain program tersebut, ETH Zurich turut membuka Student Summer Research Fellowship (SSRF), yaitu program magang riset berdurasi dua bulan bagi mahasiswa S1 dan S2.
Program ini mencakup bidang-bidang riset lanjutan, seperti machine learning, keamanan informasi, robotika, hingga interaksi manusia dan komputer.
Peserta SSRF akan menerima total stipend sebesar CHF 4.000 atau sekitar Rp 84 juta, yang sudah mencakup kebutuhan biaya hidup dan tempat tinggal selama program berlangsung.
Selama mengikuti magang, peserta akan terlibat langsung dalam kegiatan penelitian di bawah supervisi dosen dan peneliti terkemuka ETH Zurich.
Baca Juga: Ketua Komisi X DPR Kritik Kampus Terjebak Kuantitas, Mutu Pendidikan Dinilai Tertinggal
Selain aktivitas akademik, mereka juga dapat mengikuti berbagai acara jejaring, kegiatan sosial, serta agenda budaya yang dirancang untuk memperkaya pengalaman internasional.
Pengalaman ini dinilai mampu memperkuat portofolio akademik sekaligus meningkatkan daya saing di dunia kerja maupun jenjang pendidikan berikutnya.
Dukungan finansial yang diberikan ETH Zurich tidak hanya terbatas pada tunjangan dan stipend.
Baca Juga: Dana Riset Lebih dari Rp 2 Triliun, Mendiktisaintek Dorong Inovasi Lokal hingga Industri
Dalam beberapa skema, peserta juga berkesempatan memperoleh penggantian biaya visa dan tiket pesawat, sehingga dapat mengikuti program ini tanpa harus terbebani pengeluaran besar.
Skema pendanaan inilah yang membuat magang musim panas ETH Zurich masuk dalam kategori fully funded dan diminati mahasiswa dari berbagai penjuru dunia.
Bagi mahasiswa yang tertarik, proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi ETH Zurich.
Pelamar diwajibkan menyiapkan sejumlah dokumen penting, seperti CV, transkrip akademik, serta pernyataan tujuan atau Statement of Purpose.
Pendaftaran program ini biasanya dibuka pada rentang waktu November hingga Desember.***




