POJOKSATU.id - Menjelang tutup tahun anggaran, keluhan soal Tunjangan Profesi Guru (TPG) kembali bermunculan.

Salah satu yang paling sering memicu keresahan adalah kondisi ketika sebagian guru sudah menerima TPG 1–2 bulan lebih dulu, sementara yang lain masih menunggu.

Situasi ini kerap memunculkan asumsi negatif, mulai dari dugaan dipilih-pilih hingga kekhawatiran hak tidak akan cair.

Baca Juga: Viral Influencer Amerika Bikin Geger, Video Hutan Indonesia Ternyata Gundul Sejauh Mata Memandang

Padahal, pola tersebut cukup umum terjadi di akhir tahun dan umumnya memiliki alasan teknis.

Memahami mekanismenya menjadi kunci agar guru tidak langsung panik atau terjebak informasi yang menyesatkan.

Penyaluran TPG Akhir Tahun Jarang Dilakukan Serentak

Pada akhir tahun, penyaluran TPG hampir selalu dilakukan bertahap, bukan serentak nasional.

Baca Juga: PPPK Penuh dan PPPK Paruh Waktu, Mana yang Potongan Gajinya Lebih Besar?

Hal ini terjadi karena setiap daerah memiliki kesiapan administrasi yang berbeda.

Guru yang datanya sudah dinyatakan lengkap dan valid lebih awal akan masuk antrean penyaluran lebih dulu, sementara guru lain menyusul setelah prosesnya rampung.

Inilah sebabnya muncul kesan ada guru yang lebih cepat menerima TPG.

SKTP dan Validasi Jadi Penentu Urutan

Urutan pencairan sangat bergantung pada terbitnya SKTP dan status validasi data.

Guru yang SKTP-nya sudah final dan tidak memiliki catatan masalah di Info GTK cenderung lebih cepat diproses.

Sebaliknya, guru yang masih terkendala jam mengajar, rombel, mapel, atau status kepegawaian akan berada di antrean berikutnya.

Selisih waktu validasi inilah yang sering berujung pada selisih waktu pencairan.

Peran Pemda Sangat Menentukan

Meski dana bersumber dari pusat, pemerintah daerah memegang peran penting dalam penyaluran ke rekening guru.

Proses pengajuan ke KPPN, pencairan, hingga transfer ke bank penyalur dilakukan berdasarkan kesiapan daerah masing-masing.

Baca Juga: Bayar Rp2 Miliar tapi Air Tak Muncul, Warga Bekasi Jayasampurna Geruduk PDAM Tirta Bhagasasi

Ada daerah yang mengajukan dan menyalurkan lebih cepat, ada pula yang bertahap karena menunggu penyempurnaan data.

Akibatnya, guru di satu daerah bisa menerima lebih dulu dibanding daerah lain.

Penyaluran Per Batch oleh Bank

Setelah dana masuk ke daerah, bank penyalur umumnya melakukan transfer dalam beberapa batch, bukan sekaligus.

Baca Juga: Mobil Operasional Tim Gerakan Anak Negeri Mogok Diduga Dapat Bensin Campur Thinner, Pelayanan Kesehatan Jalan Terus

Guru yang masuk batch awal akan menerima lebih dulu, sementara batch berikutnya menyusul dalam hitungan hari.

Pola ini sering disalahartikan sebagai ketidakadilan, padahal murni soal teknis perbankan.

Selama nama masih tercantum sebagai penerima, sisa dana akan tetap disalurkan.

Bukan Dipotong, Tapi Menyusul

Penting dipahami bahwa kondisi menerima TPG lebih dulu bukan berarti guru lain dipotong haknya.

Selama status masih valid, TPG akan tetap cair, baik menyusul di hari berikutnya atau masuk skema rapel jika melewati batas layanan tahun berjalan.

Panik berlebihan justru sering memperkeruh situasi.

Yang terpenting adalah memastikan tidak ada masalah mendasar pada data.

Cara Guru Memantau Progres dengan Tenang

Agar tidak hanya menunggu kabar simpang siur, guru disarankan aktif memantau progres melalui Info GTK untuk melihat status validasi dan SKTP.

Selain itu, koordinasi dengan operator sekolah dan dinas pendidikan setempat dapat memberi gambaran apakah daerah sedang menyalurkan secara bertahap.

Baca Juga: KABAR GEMBIRA! Gaji PPPK yang Baru Diangkat di NTT Dipastikan Cair Bulan Desember Ini

Pengecekan mutasi rekening juga penting karena transfer bisa masuk tanpa pemberitahuan.

Langkah ini lebih efektif dibanding membandingkan diri dengan guru di daerah lain.

Pelajaran Penting Menjelang Sistem Baru

Pola akhir tahun ini menjadi cermin penting, terutama menjelang rencana TPG bulanan 2026.

Sistem yang makin ketat akan semakin mengurangi toleransi keterlambatan data.

Artinya, siapa yang rapi sejak awal akan lebih aman dari antrean panjang di akhir tahun.

Fokus Validasi, Bukan Perbandingan

Ketika melihat rekan menerima TPG lebih dulu, wajar jika muncul rasa cemas.

Namun kondisi ini umumnya bagian dari pola penyaluran akhir tahun yang sudah sering terjadi.

Daripada panik, guru perlu fokus memastikan data valid, SKTP terbit, dan komunikasi dengan sekolah berjalan baik.

Hak tidak akan hilang selama prosesnya benar, yang dibutuhkan hanyalah kesabaran dan pemantauan yang tepat.***