POJOKSATU.id - Pencairan Tunjangan Insentif Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil (GBPNS) tahap kedua tahun 2025 mulai bergulir.
Namun di balik kabar baik ini, sebagian guru melaporkan bahwa saldo di rekening mereka masih kosong meski sudah tercatat sebagai penerima.
Tunjangan insentif tersebut diberikan kepada guru madrasah di bawah naungan Kementerian Agama dengan nilai Rp1,5 juta per penerima.
Program ini menyasar guru RA, MI, MTs, dan MA/MAK yang belum bersertifikasi serta terdaftar resmi di sistem GTK Madrasah.
Baca Juga: Tidak Semua Masuk Daftar, Pendataan Guru Non ASN Fokus pada Kriteria Ini
Syarat lain meliputi kepemilikan NPK atau NUPTK, serta tercatat aktif pada satuan pendidikan binaan Kemenag.
Pencairan dilakukan melalui bank penyalur seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI setelah data diverifikasi dan dinyatakan valid oleh sistem.
Namun pada tahap pencairan kedua ini, tidak sedikit guru yang mengaku saldo belum masuk, bahkan setelah nama mereka telah berubah status menjadi penerima.
Dari pelacakan yang beredar di komunitas pengajar madrasah, terdapat sejumlah kemungkinan penyebab dana belum terlihat di rekening, di antaranya:
1. Proses verifikasi belum selesai di EMIS GTK.
Penerima tahap dua umumnya akan menerima notifikasi resmi di dashboard EMIS.
Jika belum tampil, artinya proses verifikasi masih berjalan.
2. SPTJM belum terbit.
Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak menjadi dasar penyaluran dana.
Guru diminta menunggu hingga SPTJM dapat diunduh di menu insentif EMIS.
3. Sebagian dana sudah disalurkan tapi belum seluruhnya terproses.
Guru yang menggunakan aplikasi Livin’ Mandiri dapat melihat status saldo masuk dan tertahan.
Artinya, dana sudah dikirim tetapi belum dapat ditarik.
Baca Juga: Geger di Aceh! Kuburan Tergerus Banjir, Kain Kafan Sampai Terlihat dari Pinggir Sungai
4. Bank masih dalam tahap penyaluran bertahap.
Ada kemungkinan dana masuk beberapa jam hingga beberapa hari setelah status penerima muncul.
Salah seorang guru melalui forum diskusi menuliskan keluhan, "Sudah masuk tahap 2 tapi saldo masih 0. Apa ada yang mengalami juga?"
Unggahan ini kemudian dibanjiri komentar serupa dari penerima lainnya yang masih menunggu saldo terbaca.
Beberapa guru menemukan bahwa saldo sudah masuk tetapi berstatus tertahan (hold amount).
Baca Juga: Viral! Desa Lenyap Akibat Banjir Aceh, Makam Terseret Longsor hingga Kain Kafan Terlihat
Berikut langkah yang dapat ditempuh untuk membuka dana agar bisa dicairkan:
1. Hubungi Mandiri Call Center 14000.
Siapkan buku tabungan, nomor rekening, dan data identitas.
2. Datang langsung ke kantor cabang bank.
Bawa ATM, buku tabungan, dan kartu identitas.
Laporkan kepada customer service bahwa saldo tidak dapat ditarik.
3. Tambahkan nominal saldo.
Beberapa rekening akan terbuka otomatis jika saldo berhasil melewati batas minimum hold dari bank.
***



