POJOKSATU.id — Kehebohan melanda jagat informasi tanah air setelah pernyataan penting dari PT PLN mendadak berubah total.

Publik Aceh yang semula diberi harapan bahwa pasokan listrik akan pulih 93 persen pada Senin 8/12/2025, kini harus menerima kenyataan berbeda.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, muncul dalam konferensi pers virtual dan secara terbuka meminta maaf pada Selasa 9/12/2025.

Baca Juga: Gagasan Mengejutkan! Ketua Komisi I Usul Bentuk Kementerian Penanggulangan Bencana dengan Dirjen Banjir hingga Dirjen Angin Topan

Ia meralat langsung pernyataan sebelumnya karena pemulihan ternyata tidak berjalan sesuai target!

Koreksi besar ini sontak memicu sorotan publik. Warga Aceh yang sejak awal menunggu listrik kembali menyala penuh merasa kecewa.

Namun Darmawan menegaskan, situasi di lapangan jauh lebih rumit daripada yang terlihat di atas kertas.

Baca Juga: Rekrutmen Tenaga Ahli Publikasi Media 2026 Dibuka, Ini Syarat Lengkap untuk 5 Posisi Kreatif

Menurutnya, hambatan teknis yang dihadapi tim PLN sangat berat, terutama pada jalur penyaluran listrik dari Arun ke Banda Aceh.

Dalam pernyataannya, Darmawan mengungkap bahwa informasi awal soal capaian 93 persen.

Itu disampaikan berdasarkan proyeksi apabila seluruh proses penyaluran berjalan lancar.

Baca Juga: Rekrutmen Tenaga Ahli Publikasi Media 2026 Dibuka, Ini Syarat Lengkap untuk 5 Posisi Kreatif

Faktanya, justru tantangan teknis besar muncul saat proses berlangsung. Hal ini yang membuat estimasi resmi perlu dikoreksi.

Ia bahkan melaporkan kondisi tersebut langsung kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

Darmawan mengatakan,
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat Aceh.”

Ia melanjutkan “Informasi awal kami terkait potensi pemulihan hingga 93 persen itu bergantung pada kelancaran penyaluran dari Arun menuju Banda Aceh.”

Baca Juga: Geger di Aceh! Kuburan Tergerus Banjir, Kain Kafan Sampai Terlihat dari Pinggir Sungai

Kemudian ia menegaskan alasan ralat tersebut,
“Namun kenyataannya, kami menghadapi tantangan teknis yang sangat hebat.”

Setelah itu, ia kembali meminta maaf dan memahami kekecewaan warga,

“Saya memahami betul kekecewaan masyarakat dan tidak ada alasan apa pun yang bisa menghapus itu.”

Baca Juga: Gagasan Mengejutkan! Ketua Komisi I Usul Bentuk Kementerian Penanggulangan Bencana dengan Dirjen Banjir hingga Dirjen Angin Topan

 

Situasi di Lapangan: Kerusakan Lebih Kompleks dari Prediksi

PLN menegaskan bahwa gangguan yang terjadi pada infrastruktur kelistrikan Aceh bukanlah kerusakan biasa.

Sejumlah jaringan transmisi rusak berat akibat bencana, sehingga pemulihan memerlukan pengerjaan teknis yang detail dan berlapis.

Di beberapa titik, alat berat tidak bisa langsung masuk karena akses yang terbatas.

Baca Juga: Rekrutmen Tenaga Ahli Publikasi Media 2026 Dibuka, Ini Syarat Lengkap untuk 5 Posisi Kreatif

Beberapa gardu juga mengalami kerusakan komponen vital yang harus diganti, bukan hanya diperbaiki.

Kondisi inilah yang membuat proses pemulihan memakan waktu lebih panjang dari prediksi awal.

Laporan ke Presiden Sempat Menguatkan Harapan

Sebelumnya, dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto pada Minggu 7/12/2025.

Darmawan melaporkan bahwa empat wilayah terdampak bencana Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues sudah kembali terang.

Baca Juga: Rekrutmen Tenaga Ahli Publikasi Media 2026 Dibuka, Ini Syarat Lengkap untuk 5 Posisi Kreatif

Penyampaian itu kemudian berkembang menjadi proyeksi bahwa pemulihan akan mencapai 93 persen pada hari berikutnya.

Namun prediksi itu tidak dapat terwujud karena hambatan teknis yang muncul secara mendadak.

Warga Aceh berharap adanya kejelasan yang akurat mengenai kondisi kelistrikan. Banyak masyarakat yang sudah berhari-hari kesulitan menjalankan aktivitas.

Baca Juga: TIDAK Punya NUPTK Apakah TPG Tetap Bisa Dicairkan? Begini Lho Aturan Resminya!

Mulai dari layanan publik, hingga kebutuhan dasar seperti pengisian air atau komunikasi terhambat.

Koreksi data dari PLN memang mengecewakan, tetapi sebagian masyarakat justru mengapresiasi adanya klarifikasi cepat dan permintaan maaf terbuka.

Yang kini mereka tunggu hanyalah tindak lanjut percepatan pemulihan secara konkret.

Dalam penutup keterangannya, Darmawan memastikan bahwa seluruh tim PLN bekerja tanpa henti hingga listrik Aceh sepenuhnya pulih.

Baca Juga: Gagasan Mengejutkan! Ketua Komisi I Usul Bentuk Kementerian Penanggulangan Bencana dengan Dirjen Banjir hingga Dirjen Angin Topan

Ia menegaskan bahwa pembaruan informasi resmi akan terus diberikan agar masyarakat mendapatkan gambaran akurat terkait perkembangan terbaru.

“Kami akan terus bekerja penuh untuk memulihkan sistem kelistrikan di Aceh,” ujarnya.

PLN kini memprioritaskan percepatan penyambungan transmisi utama.

Penggantian komponen kritis di sejumlah gardu induk, hingga mobilisasi teknisi tambahan bila diperlukan.***