POJOKSATU.id - Banyak siswa Indonesia di desa-desa terpencil masih harus mempertaruhkan nyawa demi sampai ke sekolah.

Ada yang meniti jembatan reyot, ada pula yang menyeberangi sungai deras hanya dengan seutas tali.

Nah, pemandangan memilukan itulah yang ditayangkan dalam video pada puncak Peringatan Hari Guru Nasional di Undonesia Arena, kompleks GBK Senayan, 29 November 2025.

Presiden RI Prabowo Subianto yang hadir bersama jajaran Kabinet Merah Putih tampak terdiam menonton tiap detik video tersebut.

Baca Juga: Belajar dan Mengajar Dihentikan, Ini Jadwal Libur Sekolah se Indonesia, Ada yang Waktunya Lebih Panjang

Tak lama, raut wajahnya berubah—dan ia pun menyampaikan teguran keras bagi para koruptor.

Presiden berkata dengan suara meninggi, "Wahai koruptor! Lihatlah anak-anak yang bertaruh nyawa dengan menyeberangi sungai dan jembatan rusak ketika mereka akan ke sekolah.

Sedang kamu koruptor memperkaya dirimu sendiri dengan menghalalkan segala cara." Ucapan itu disambut tepuk tangan ribuan guru.

Satgas Darurat Jembatan Dibentuk

Presiden Prabowo mengungkap sudah membentuk satuan tugas khusus untuk menangani persoalan jembatan di pelosok negeri.

"Saudara-saudara, akibat video-video yang dikirim ke saya, saya sudah bentuk satgas khusus darurat jembatan.

Baca Juga: Pemkot Bogor Perkuat Layanan Publik Lewat Pengangkatan 3.868 PPPK Paruh Waktu di Momentum HUT KORPRI 2025

Kita butuh membangun 300 ribu jembatan di seluruh pelosok-pelosok terpencil. Ada yang kecil, penyeberangan, semua sudah kita rancang.

Anak-anakku sabar, kita sedang bekerja, mudah-mudahan tahun depan semua jembatan bisa berdiri," ucap Prabowo.

Ia menegaskan bahwa persoalan jembatan ini tak bisa ditunda. Karena itu, semua potensi harus dikerahkan demi keselamatan para pelajar.

Mahasiswa Teknik Sipil hingga TNI-Polri Turun Tangan

Presiden menyebut Menteri Dikdasmen sudah diminta menggerakkan seluruh potensi yang ada.

Baca Juga: APBN 2026 Naikkan Dana Gizi Hingga 27%, Tapi Pangkas TKD Rp 155 Triliun, TPP Pegawai Terancam!

Mulai dari akademisi, kampus, hingga para mahasiswa teknik sipil diminta turun langsung ke desa-desa untuk merancang dan membangun jembatan sesuai kebutuhan masyarakat.

Tak berhenti di situ, Prabowo juga memerintahkan TNI untuk mengerahkan batalyon pembangunan dan pasukan zeni.

Polisi pun diminta ikut membantu percepatan pembangunan di lapangan.

"Masalah jembatan ini jadi prioritas karena saya tidak rela anak-anak itu pertaruhkan nyawa ke sekolah," tegasnya.

Anggaran Disiapkan, Tinggal Eksekusi

Presiden sadar pembangunan 300 ribu jembatan bukan tugas kecil dan tentu membutuhkan anggaran besar.

Baca Juga: Kunjungi Kutacane, Prabowo Dapat Seruan Tak Terduga dari Bupati Aceh Tenggara Di Hadapan Pengungsi Banjir

Namun ia menegaskan bahwa hal ini adalah prioritas negara.

Ia bahkan berpesan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar tidak ragu menyiapkan dana.

"Hei kelompok orang pintar, lihat rakyatmu.

Kita atasi itu tidak dengan wacana, teori, gagasan, tidak dengan hardik-menghardik, tidak dengan maki-memaki, tidak dengan ngenyek. Kita atasi jembatan itu dengan kerja nyata pikiran nyata," kata Presiden.

Menteri Keuangan Purbaya pun memastikan anggaran tersedia.

"Ada (dananya). Tapi mesti ditunjuk biayanya berapa yang sudah didiskusikan," ungkapnya di Jakarta Selatan, 30 November 2025.

Baca Juga: TOP 5 Beasiswa Favorit, UKT Full Dibayarin! Mahasiswa Wajib Cek Kesempatannya

Saat ini, kata Purbaya, tim tengah mengkompilasi data untuk memetakan wilayah yang betul-betul membutuhkan jembatan. Dalam dua minggu, pendataan ditargetkan selesai.

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah meresmikan pembentukan Satgassus Jembatan dengan target ambisius: 300.000 jembatan rampung pada tahun 2026.

Sebuah pekerjaan besar yang, bila terwujud, akan mengubah masa depan anak-anak di pelosok negeri. Semoga langkah besar ini benar-benar jadi titik terang bagi pendidikan Indonesia. ***