POJOKSATU.ID — Kisah penuh haru dan inspiratif datang dari Kabupaten Brebes.

Di mana seorang tenaga honorer menunjukkan ungkapan syukur mendalam atas pengangkatannya sebagai PPPK Paruh Waktu.

Karyawan yang kini berstatus ASN itu memutuskan untuk menunaikan nazar yang telah ia ikrarkan selama masa penantian status kepegawaiannya.

Sebagai manifestasi rasa syukur yang luar biasa, ia dengan penuh kasih sayang menggendong sang ayah yang merupakan tunanetra.

Baca Juga: Kabar Gembira Guru Honorer! Pemerintah Tetapkan Keputusan Terbaru Kapan Pengangkatan Massal Dilaksanakan

Aksi mengharukan tersebut dilakukan dengan menempuh jarak sejauh 2 kilometer, sebuah perjalanan yang melambangkan beratnya perjuangan yang kini berbuah manis.

Tindakan ini seketika viral, menjadi simbol dedikasi anak kepada orang tua sekaligus pengakuan atas berkat status kepegawaian yang telah lama diidam-idamkan.

 

Nazar yang Ditunaikan Setelah 13 Tahun Mengabdi

Kebahagiaan mendalam dirasakan Frengki Suwito, honorer yang telah mengabdi selama 13 tahun di SMP Negeri 1 Losari sebagai staf administrasi sarana dan prasarana.

Setelah bertahun-tahun menunggu kepastian status, Frengki akhirnya menerima SK PPPK Paruh Waktu dari Pemkab Brebes.

Baca Juga: Viral! Disebut BBM Langka, Ojol di Medan Nekat Isi Tiner ke Tangki Motor, Netizen Sebut Ngeri Meledak!

Rasa syukur itu ia wujudkan lewat cara yang sangat personal, menunaikan nazar lama yang dibuat tiga tahun lalu.

Yaitu menggendong sang ayah, Suryat, yang tunanetra, berjalan kaki dari Stadion Karangbirahi menuju Alun-alun Brebes, sejauh kurang lebih 2 kilometer.

Aksi tersebut dilakukan dengan penuh haru, disaksikan masyarakat dan rekan kerja.

Frengki mengaku nazar itu ia buat ketika pertama kali mendaftar ASN PPPK.

Doa dan dukungan ayahnya diyakini menjadi kekuatan yang membawanya meraih status ASN setelah perjuangan panjang.

 

4.365 Honorer Resmi Terima SK PPPK Paruh Waktu

Pada Jumat, 28 November 2025, Kabupaten Brebes menggelar prosesi resmi penyerahan SK bagi 4.365 tenaga honorer di berbagai sektor, mulai pendidikan, kesehatan, hingga tenaga teknis.

Bupati Paramitha Widya Kusuma menyerahkan SK secara simbolis dan menegaskan bahwa meski berstatus paruh waktu.

Baca Juga: Sudah Diangkat, Bolehkah PPPK Paruh Waktu Pindah Instansi? Ini Aturan dan Jawabannya!

Para penerima tetap sah sebagai ASN karena telah mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP).

Paramitha menyebut SK tersebut sebagai tiket emas bagi para honorer yang telah lama bekerja dengan ketidakpastian.

Status baru ini memberikan perlindungan kerja serta membuka jalan menuju masa depan yang lebih stabil.

 

Momen Haru dalam Prosesi Penyerahan SK

Dalam prosesi tersebut, berbagai ekspresi syukur muncul. Ada yang mencukur rambut hingga gundul sebagai nazar, ada yang sujud syukur, namun aksi Frengki menjadi yang paling menyentuh.

Baca Juga: VIARL! Dedikasi Selama 36 Tahun, Guru PAUD NTT Akhirnya Diangkat Jadi PPPK, Ungkap Makna Selama Mengabdi

Dengan tubuh lelah namun hati penuh syukur, ia menggendong ayahnya melewati jalanan yang ramai, diiringi tepuk tangan dan sorak masyarakat.

Tetesan air mata mengalir, menjadi simbol bersatunya pengabdian anak, doa orang tua, dan keadilan yang akhirnya tiba.

Kisah ini viral dan menyentuh banyak orang karena menunjukkan bahwa pencapaian seseorang sering kali merupakan buah dari doa dan dukungan keluarga.

Makna Sosial di Balik Kisah Frengki

Kisah Frengki bukan sekadar peristiwa unik, tetapi cermin kondisi tenaga honorer Indonesia. Ribuan honorer selama bertahun-tahun bekerja tanpa kepastian, namun tetap memberikan layanan publik terbaik.

Setidaknya ada tiga makna penting dari kisah ini:

1. Pengabdian tak pernah sia-sia.

Frengki bekerja lebih dari satu dekade dengan penghasilan yang terbatas, namun dedikasinya akhirnya dihargai.

Baca Juga: Gus Ipul Instruksikan PT Pos Benahi Tata Kelola Penyaluran BLTS

2. Doa dan restu orang tua adalah kekuatan besar.

Langkah Frengki menggendong sang ayah tunanetra menunjukkan bahwa keberhasilan bukan hanya miliknya.

3. Pemerintah mulai memberi keadilan bagi honorer.

Penyerahan SK kepada ribuan honorer menunjukkan adanya perubahan sistem kepegawaian ke arah yang lebih manusiawi.

Baca Juga: Heboh Rupiah Digital, Uang Modern yang Lagi Dites BI, Tapi Apakah Beneran Bisa Ganti Uang Fisik?

Penyerahan 4.365 SK PPPK Paruh Waktu di Brebes bukan sekadar agenda administratif, melainkan peristiwa sosial yang penuh emosi.

Dari ribuan penerima SK, kisah Frengki Suwito menjadi yang paling membekas.

Dengan menggendong ayahnya yang tunanetra sejauh 2 kilometer, Frengki menunjukkan bahwa keberhasilan adalah hasil dari kerja keras, doa, dan bakti kepada orang tua.

Kisah ini menjadi pengingat pentingnya menghargai tenaga honorer yang selama ini bekerja dalam keterbatasan, namun tetap setia pada tugas.

Momen ini diharapkan menjadi awal dari kehidupan yang lebih layak bagi seluruh honorer yang kini telah menyandang status ASN PPPK.***