POJOKSATU.id - Heboh di media sosial sebuah video yang menampilkan dugaan kelangkaan BBM di Medan.

Namun perhatian netizen justru tertuju pada hal lain seorang pengemudi ojek online (ojol) terlihat mengisi tangki motornya bukan dengan bensin, tetapi dengan cairan tiner.

Dalam video tersebut, perekam terdengar kebingungan melihat aksi tidak biasa itu.

Baca Juga: Yayasan AHM Gandeng Warga Pekalongan Perkuat Konservasi Owa Jawa

Ia bertanya kepada sang ojol, apakah penggunaan tiner sebagai pengganti bahan bakar aman untuk sepeda motor.

Tanpa ragu, pengemudi ojol itu menjawab bahwa hal tersebut aman dan bahkan mengaku sudah beberapa kali menggunakan tiner ketika sulit mendapatkan bensin.

Ia juga meyakinkan bahwa motornya pasti bisa menyala.

Baca Juga: Mau Kontrak PPPK Lanjut? Siapkan 6 Dokumen Ini atau Anda Terancam Gugur!

Sayangnya, durasi video terlanjur habis sehingga tidak terlihat apakah motor tersebut benar-benar bisa dihidupkan setelah diisi tiner.

Rekaman itu pun viral dan mengundang banyak komentar dari warganet.

Banyak yang justru mengungkapkan rasa khawatir, karena penggunaan tiner sebagai bahan bakar dinilai sangat berbahaya dan tidak semestinya dilakukan.

Baca Juga: Heboh Rupiah Digital, Uang Modern yang Lagi Dites BI, Tapi Apakah Beneran Bisa Ganti Uang Fisik?

 

Mengapa Tiner Berbahaya untuk Mesin Motor?

Tiner merupakan cairan pelarut yang umumnya digunakan untuk mengencerkan cat, membersihkan noda cat, atau keperluan industri lainnya.

Zat ini biasanya mengandung komposisi seperti toluene, acetone, xylene, dan beberapa bahan kimia volatil lainnya.

Bahan-bahan tersebut sama sekali tidak dirancang untuk dibakar di ruang mesin kendaraan.

Risiko Ledakan dan Kebakaran, Tiner sangat mudah menguap dan sangat mudah terbakar. Titik nyala (flash point) tiner jauh lebih rendah dibandingkan bensin.

Baca Juga: Yayasan AHM Gandeng Warga Pekalongan Perkuat Konservasi Owa Jawa

Akibatnya, uapnya bisa memicu kebakaran bahkan hanya dengan percikan kecil. Dalam ruang mesin yang panas, risiko ledakan meningkat drastis.

 

Merusak Komponen Mesin Kandungan kimia dalam tiner tidak stabil saat terjadi proses pembakaran.

Zat tersebut dapat merusak komponen seperti karburator atau injektor, seal, karet, selang bensin, hingga piston. Kerusakan bisa terjadi hanya dalam satu kali penggunaan.

Baca Juga: VIARL! Dedikasi Selama 36 Tahun, Guru PAUD NTT Akhirnya Diangkat Jadi PPPK, Ungkap Makna Selama Mengabdi

 

 

 

Belum Ada Konfirmasi soal Kelangkaan BBM

Meski video tersebut ramai, hingga kini belum ada keterangan resmi terkait kelangkaan BBM di Medan. Pertamina juga tidak mengeluarkan pernyataan bahwa ada gangguan distribusi.

Karena itu, warganet diimbau agar lebih berhati-hati dan tidak menelan mentah-mentah informasi yang beredar di media sosial.

Baca Juga: Heboh Rupiah Digital, Uang Modern yang Lagi Dites BI, Tapi Apakah Beneran Bisa Ganti Uang Fisik?

Fenomena ini sekaligus mengingatkan bahwa tindakan ekstrem seperti menggunakan tiner sebagai bahan bakar bukanlah solusi.

Selain membahayakan diri sendiri, hal itu juga berisiko pada keselamatan orang lain di sekitar.

Masyarakat disarankan tetap selektif dan memahami mana tindakan yang aman dan mana yang bisa mengancam keselamatan.

Baca Juga: Yayasan AHM Gandeng Warga Pekalongan Perkuat Konservasi Owa Jawa

Informasi viral sebaiknya dicari kebenarannya melalui sumber resmi sebelum diikuti atau dibagikan.***