POJOKSATU.id - Pelaksanaan PPG Prajabatan 2025 kembali menuai kritik dari peserta setelah banyak yang merasa informasi resmi dari pihak penyelenggara tidak diberikan secara tepat waktu.
Salah satu keluhan yang menarik perhatian datang dari akun Instagram @dwazhriy, yang menyampaikan bahwa pengumuman terkait esai, administrasi, hingga hasil substantif sering terlambat tanpa adanya klarifikasi terlebih dahulu.
Peserta menilai bahwa kurangnya pemberitahuan sederhana seperti permintaan maaf atau penjelasan singkat membuat mereka semakin khawatir karena harus menunggu tanpa kepastian.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan tentang kualitas komunikasi penyelenggara dalam menangani program yang melibatkan ribuan calon guru.
Tidak Ada Informasi Resmi Terkait Penggantian Esai
Keluhan pertama yang disampaikan peserta adalah tidak adanya pengumuman resmi mengenai penggantian esai meskipun banyak peserta menunggu kejelasan tentang mekanisme barunya.
Ketidakjelasan ini membuat peserta khawatir apakah perubahan tersebut berdampak pada kelulusan administrasi atau penilaian yang harus mereka penuhi.
Peserta menilai bahwa pengumuman sederhana di Instagram atau SIMPKB dapat membantu menenangkan situasi.
Namun kenyataannya tidak ada satu pun pemberitahuan yang dirilis hingga peserta harus mencari informasi sendiri.
Minimnya transparansi seperti ini dinilai tidak sejalan dengan prinsip keterbukaan yang seharusnya diterapkan dalam proses seleksi nasional.
Pengumuman Administrasi Larut Malam Membuat Banyak Peserta Menyerah
Kritik berikutnya menyinggung pengumuman hasil administrasi yang dirilis larut malam sehingga menyulitkan peserta yang tinggal jauh dari lokasi tes.
Banyak peserta akhirnya memilih menyerah karena tidak memiliki waktu cukup untuk mempersiapkan perjalanan.
Peserta mempertanyakan mengapa pengumuman penting tidak dirilis pada jam kerja misalnya pukul 08.00 pagi ketika peserta bisa langsung mengambil tindakan.
Pengumuman tengah malam dianggap tidak manusiawi karena tidak mempertimbangkan jarak biaya perjalanan maupun kesiapan mental peserta.
Situasi ini semakin memperlemah kepercayaan mereka terhadap mekanisme penjadwalan yang dibuat oleh penyelenggara.
Hasil Tes Substantif Molor Tanpa Permintaan Maaf atau Klarifikasi
Masalah lain muncul ketika hasil tes substantif tidak diumumkan sesuai jadwal tetapi tidak ada permintaan maaf atau penjelasan resmi dari penyelenggara.
Baca Juga: Benarkah Jonan Dicopot Gara-Gara Tolak Bandara IMIP? Fakta Lama Terkuak, Negara Baru Panik Sekarang
Peserta menyebut bahwa hal tersebut membuat mereka semakin cemas karena tidak tahu kapan hasil akan dirilis.
Mereka menganggap bahwa setidaknya sebuah instastory sederhana pengumuman kecil atau tanda bahwa ada kendala teknis dapat membantu meredakan kecemasan.
Namun tidak adanya komunikasi apa pun membuat peserta merasa tidak dianggap.
Baca Juga: DPRD Kota Bandung Siapkan Perda Keberagaman, Cegah Konflik SARA dan Perpecahan Sosial
Kondisi ini menjadi bukti bahwa manajemen informasi masih menjadi kelemahan besar dalam penyelenggaraan PPG Prajabatan 2025.
Peserta Bertanya Apakah Aspirasi Kami Dibaca
Dalam keluhannya peserta mempertanyakan apakah aspirasi yang mereka tulis di kolom komentar benar-benar dibaca oleh pihak penyelenggara.
Baca Juga: Harus Memaklumi Sampai Kapan Peserta PPG? Kritik Sistem Pengumuman yang Dinilai Tidak Profesional
Mereka menyoroti bahwa akun resmi PPG seharusnya tidak hanya digunakan untuk postingan formal tetapi juga wadah aspirasi dan tempat penyelenggara menjawab keresahan peserta.
Ketika peserta harus berulang kali menulis komentar tanpa respons mereka merasa akunnya hanya sekadar formalitas bukan sarana komunikasi dua arah.
Minimnya respons membuat peserta kehilangan kepercayaan bahwa penyelenggaraan PPG benar-benar mengutamakan kebutuhan peserta.
Peserta Hanya Menginginkan Pemberitahuan yang Sederhana
Salah satu bagian paling menyentuh dari komentar peserta adalah bahwa mereka sebenarnya tidak menuntut hal yang rumit.
Peserta hanya ingin pengumuman sederhana pemberitahuan singkat atau penjelasan kecil jika terjadi keterlambatan.
Hal-hal sederhana seperti itu dianggap sudah cukup untuk menunjukkan bahwa penyelenggara menghargai peserta dan memahami keresahan mereka.
Namun ketika tidak ada satu pun dari itu yang diberikan peserta merasa bahwa antusiasme mereka mengikuti proses seleksi justru tidak dihargai.
Kritik ini menjadi cermin bahwa komunikasi yang baik bukan hanya pelengkap tetapi bagian penting dari pelayanan publik.
Evaluasi Komunikasi Menjadi Kunci Perbaikan PPG
Gelombang kritik yang muncul menjadi sinyal bahwa penyelenggara PPG perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem komunikasi dan pengelolaan jadwal.
Peserta berharap penyelenggara dapat lebih responsif terbuka dan sigap dalam memberikan update resmi.
Peningkatan kualitas komunikasi tidak hanya akan mengurangi keresahan peserta tetapi juga membantu menjaga kredibilitas program PPG sebagai jalur profesionalisasi guru.
Dengan peserta yang semakin vokal menyampaikan aspirasi penyelenggara diharapkan dapat menjadikan masukan ini sebagai langkah awal untuk perbaikan di tahap seleksi berikutnya.***




