POJOKSATU.id — Internet Rakyat (IRA) resmi memulai tahap pra-registrasi sebagai gerakan awal untuk memperluas pemerataan akses digital di berbagai daerah Indonesia.
Layanan WiFi berbasis teknologi nirkabel modern yang digagas PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) bersama OREX SAI dari Jepang ini pada tahap pertama difokuskan untuk wilayah Regional I yang meliputi Jawa, Maluku, dan Papua.
Inisiatif ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan konektivitas terjangkau, terutama bagi masyarakat yang selama ini terkendala kondisi geografis dan minimnya infrastruktur digital.
Baca Juga: Bencana Beruntun! Hujan Ekstrem Tak Berhenti, Sumatera Masuk Masa Darurat
Maluku dan Papua yang terdiri dari banyak pulau kecil masih sulit dijangkau jaringan fiber optik, membuat kualitas internet di sejumlah wilayah sering kali tidak menentu.
Di beberapa daerah Indonesia Timur, tarif internet pun relatif tinggi, sementara kebutuhan untuk sekolah, bisnis, hingga layanan dasar semakin bergantung pada koneksi stabil.
Ketimpangan digital yang berlangsung bertahun-tahun ini menjadi perhatian nasional.
Padahal, Maluku dan Papua memiliki potensi ekonomi besar yang bisa berkembang lebih cepat apabila ditopang internet memadai.
Mulai dari sektor pariwisata, UMKM kreatif, hingga kekayaan budaya seperti kuliner, fesyen, serta musik dan tarian tradisional, seluruhnya bisa memiliki jangkauan lebih luas bila konektivitas lebih baik.
Dengan internet yang lebih stabil dan terjangkau, masyarakat juga berpeluang meningkatkan pendidikan, membuka kerja jarak jauh, dan mengakses berbagai layanan publik berbasis digital.
Baca Juga: Heboh Penemuan Jasad di Sungai Cianten Bogor, Penyebab Kematian Masih Misteri
Untuk menjawab tantangan tersebut, Internet Rakyat menggunakan teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) dan sistem Open Radio Access Network (Open RAN).
Melalui pemanfaatan menara BTS sebagai pemancar, layanan ini tidak perlu menarik kabel optik hingga ke rumah-rumah warga.
Pendekatan nirkabel ini membuat proses instalasi lebih cepat, efisien, dan sangat cocok untuk daerah yang memiliki kondisi geografis sulit dijangkau.
Baca Juga: PHR Buka Magang Batch 3 Tanpa Batas Usia, Cek Syarat dan Jadwal Seleksinya
Pada fase peluncuran awal, IRA menawarkan paket layanan yang dirancang kompetitif untuk berbagai kebutuhan masyarakat.
Mulai dari rumah tangga, pelajar, pekerja WFH, UMKM, hingga warga di daerah non-fiber yang membutuhkan akses internet cepat dengan biaya ramah di kantong.
Paket yang ditawarkan mencakup harga sekitar Rp100.000 per 30 hari dengan kuota unlimited, kecepatan hingga 100 Mbps (up to), gratis sewa modem CPE, serta gratis langganan pada bulan pertama.
Baca Juga: Summarecon Bogor Buka Lowongan Admin Promosi, Peluang Karier Menjanjikan bagi Talenta Muda
Penawaran ini diharapkan dapat menjadi pilihan internet rumahan yang terjangkau tetapi tetap bertenaga untuk aktivitas digital sehari-hari.
Tahap pra-registrasi yang dibuka saat ini bertujuan memetakan daerah mana saja yang berhak mendapatkan prioritas pemasangan jaringan.
Semakin banyak warga di suatu wilayah yang ikut mendaftar, makin besar kemungkinan area tersebut masuk ke daftar implementasi awal layanan Internet Rakyat.
Baca Juga: BRI Buka Lowongan Kerja Besar-besaran hingga Desember 2025, Terbuka untuk Lulusan S1 Semua Jurusan
Proses pendaftarannya dimulai dengan mengakses situs resmi internetrakyat.id, mytelemedia.id, atau langsung menuju laman internetrakyat.id/register.
Setelah itu, pengguna cukup menekan tombol pra-registrasi, mengisi data diri seperti nama, email, nomor HP, dan domisili, lalu melakukan verifikasi melalui kode OTP yang dikirimkan via WhatsApp.
Berikutnya, calon pelanggan diminta menunjuk titik lokasi rumah pada peta digital sebagai acuan pembangunan jaringan.
Baca Juga: Sistem Rujukan Rumah Sakit Kini Lebih Cepat, Langsung Sesuai Kompetensi Medis
Setelah menyetujui syarat dan ketentuan, proses pendaftaran dapat langsung dikirimkan.
Usai menyelesaikan seluruh tahapan tersebut, masyarakat cukup menunggu pemberitahuan resmi ketika jaringan Internet Rakyat telah tersedia dan siap diaktifkan di wilayah tempat tinggal masing-masing.
Pembukaan pra-registrasi ini menjadi langkah awal yang penting dalam upaya mempercepat pemerataan internet di Indonesia.
Baca Juga: Kuota LPG Bertambah 350.000 Ton, Pemerintah Pastikan Libur Nataru Aman
Dengan dukungan teknologi nirkabel modern dan biaya yang lebih terjangkau, Internet Rakyat diharapkan mampu memberikan solusi WiFi tanpa kabel optik bagi lebih banyak keluarga.
Bagi masyarakat yang ingin daerahnya segera menjadi prioritas pemasangan jaringan, melakukan pra-registrasi sedini mungkin tentu sangat dianjurkan.***




