POJOKSATU.ID – Warga Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria paruh baya di aliran Sungai Cianten.
Korban yang diperkirakan berusia sekitar 45 tahun itu pertama kali ditemukan warga pada Kamis (27/11/2025) malam saat hendak mencari rumput di sekitar lokasi.
"Ditemukan di bantaran Sungai Cianteun, untuk identitas sudah ditemukan dan sudah ada keluarganya. Identitas laki-laki, inisial S usia sekitar 45 tahun," kata Kapolsek Leuwiliang Kompol Maryanto. dikutip pojoksatu.id dari (Detik.com)
Baca Juga: PHR Buka Magang Batch 3 Tanpa Batas Usia, Cek Syarat dan Jadwal Seleksinya
Penemuan mayat ini bermula ketika seorang warga melihat sesuatu yang tampak mencurigakan mengapung di dekat batu besar di pinggir aliran sungai.
Setelah didekati, ternyata objek tersebut adalah tubuh seorang pria yang sudah tidak bernyawa. Temuan itu langsung dilaporkan ke aparat desa dan diteruskan kepada pihak kepolisian.
Tak lama setelah laporan masuk, petugas Polsek Leuwiliang bersama tim SAR tiba di lokasi.
Baca Juga: Summarecon Bogor Buka Lowongan Admin Promosi, Peluang Karier Menjanjikan bagi Talenta Muda
Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati karena kondisi aliran sungai yang cukup deras.
Dengan bantuan warga sekitar, jasad korban berhasil diangkat dari sungai dan dibawa ke tepian untuk dilakukan pemeriksaan awal.
Polisi kemudian melakukan identifikasi dan menemukan bahwa korban berinisial S, warga sekitar wilayah Bogor.
Baca Juga: Angka Buta Huruf Masih Tinggi di Papua dan NTB, Tantangan Melek Huruf di Ujung Timur Nusantara
Pihak keluarga korban telah diberi kabar dan menjemput jasad untuk proses pemakaman. Meski identitas sudah dipastikan, penyebab kematian S belum dapat dipastikan.
Kapolsek Leuwiliang menjelaskan bahwa hingga saat ini penyelidikan masih dilakukan.
Pihaknya belum bisa memastikan apakah korban terjatuh, tenggelam, terpeleset, atau ada faktor lain yang menyebabkan kematian.
Baca Juga: Cara Pindah BPJS Kesehatan dari Perusahaan ke Mandiri, Bisa Online Tanpa Ribet
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Tidak ada temuan kekerasan mencolok di tubuh korban, namun tetap harus diperiksa lebih detail,” ujarnya.
Kasus ini kemudian memicu reaksi dari warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Cianten.
Mereka meminta agar pemerintah daerah memberi peringatan lebih kuat mengenai bahaya aktivitas di sekitar sungai, terlebih saat musim penghujan.
Arus sungai yang meningkat dan licinnya bebatuan menjadi risiko yang kerap diabaikan.
Selain itu, penemuan jasad ini menjadi peringatan bahwa area sungai bukan tempat aman untuk beraktivitas sendirian, terutama di malam hari.
Banyak warga yang biasa mencari rumput, mandi, atau memancing di sekitar tempat kejadian tanpa mempertimbangkan risiko keselamatan.
Sejumlah warga menyebut bahwa kondisi Sungai Cianten belakangan ini cukup berbahaya karena curah hujan tinggi yang menyebabkan debit air meningkat secara tiba-tiba.
Meski begitu, kejadian penemuan jasad seperti ini jarang terjadi dan membuat masyarakat sekitar merasa was-was.
Baca Juga: Kekurangan Dokter di Puskesmas, Tantangan Besar Layanan Kesehatan Primer
Pihak kepolisian memastikan akan terus melakukan penyelidikan hingga penyebab kematian korban bisa ditentukan dengan jelas.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai untuk lebih berhati-hati dan menghindari lokasi berbahaya saat curah hujan tinggi.
Hingga kini, kasus pria paruh baya yang ditemukan tewas di Sungai Cianten masih menyisakan banyak pertanyaan bagi masyarakat.
Apakah ini murni kecelakaan atau ada faktor lain? Semua bergantung pada hasil pemeriksaan lanjutan pihak berwenang.***




