POJOKSATU.id - Pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) Triwulan 4 tahun anggaran 2025 membuat banyak guru terkejut.

Sejumlah daerah melaporkan bahwa TPG yang diterima guru ASN hanyalah dua bulan, bukan tiga bulan penuh seperti yang diharapkan.

Kondisi ini memunculkan berbagai spekulasi mulai dari anggaran kurang, pemotongan sepihak, sampai isu hangus.

Namun faktanya, pemerintah memiliki mekanisme resmi yang mengatur kapan TPG bisa cair penuh dan kapan hanya dua bulan.

Baca Juga: Ibu Rumah Tangga Mau Aktif Berkarir Lagi? Ini Cara Mulai Kerja Tanpa Ganggu Rutinitas

Inilah penjelasan lengkapnya agar guru tidak salah paham.

TPG Tidak Mungkin Dipotong Tetapi Bisa Cair Bertahap

Pemerintah menegaskan bahwa tidak ada skema pemotongan TPG.

Semua guru yang memenuhi syarat tetap berhak menerima tiga bulan penuh.

Baca Juga: PBNU Diterpa Isu Panas, Dugaan Aliran Dana Rp100 Miliar dan Gonjang-Ganjing Kursi Gus Yahya

Namun TPG bisa saja dicairkan dalam beberapa batch jika validasi belum lengkap.

Artinya, ketika guru hanya menerima dua bulan, itu bukan bentuk pengurangan, tetapi tanda bahwa bulan ketiga menunggu validasi.

Mekanisme pencairan bertahap ini sudah berjalan sejak sistem transfer langsung diberlakukan.

Validasi Bulan Desember Menjadi Kunci Kenapa Banyak Guru Hanya Terima 2 Bulan

TW 4 mencakup bulan Oktober, November, dan Desember.

Pada banyak daerah, validasi data Desember masih tertunda karena penyesuaian rombel, perubahan jam mengajar, hingga verifikasi kehadiran guru.

Pemerintah hanya mencairkan bulan yang sudah berstatus valid di Info GTK.

Jika Oktober–November sudah hijau, tetapi Desember masih kuning atau merah, maka pusat hanya mencairkan dua bulan terlebih dahulu.

Bulan Desember akan menyusul setelah validasi selesai.

Mekanisme Pencairan Batch 1 dan Batch 2 Tidak Serentak di Semua Daerah

Sesuai pola yang berjalan selama dua tahun terakhir, pencairan TPG TW 4 dilakukan melalui batch 1 untuk guru yang datanya valid lebih awal, umumnya 24–28 November.

Baca Juga: 50 Contoh Soal SAS-UAS Kelas 7 SMP, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, Semester 1 Tahun Ajaran 2025–2026 Kurikulum Merdeka

Batch 2 untuk guru yang valid belakangan, awal pertengahan Desember.

Guru yang hanya menerima dua bulan berada di batch 1, sedangkan bulan ketiga akan masuk di batch 2.

Proses bertahap ini sudah diatur dalam mekanisme pencairan pusat dan tidak bisa dipukul rata seluruh daerah.

Kekurangan Validasi Tidak Sama dengan Kekurangan Anggaran

Banyak guru mengira daerah kekurangan pagu sehingga TPG hanya cair dua bulan.

Baca Juga: Nakes PPPK Paruh Waktu Keluhkan Upah Turun, Ada yang Dibayar Di Bawah Honorer

Padahal bukan itu penyebabnya.

Skema TPG pusat saat ini tidak lagi menunggu kas daerah karena dana langsung ditransfer ke rekening guru.

Yang menjadi kendala justru validasi data, bukan pagu.

Jika data valid, dana langsung turun.

Jika data belum valid, meskipun anggaran tersedia, dana tidak bisa masuk.

Kesalahan admin kecil seperti jam bentrok, mapel tidak linear, hingga rekening tidak aktif bisa menahan satu bulan TPG.

TPG 100 Persen (THR dan Gaji 13) Bukan Bagian dari TW 4

Banyak guru mengira TPG TW 4 tidak penuh karena sudah termasuk TPG 100 persen untuk THR dan Gaji 13.

Ini keliru.

Baca Juga: Guru Harus Siap! Sertifikasi Akan Jadi Dasar Utama Kenaikan Penghasilan 2026

TPG TW 4 adalah tunjangan triwulanan Oktober sampai Desember.

TPG 100 persen adalah tunjangan untuk THR dan Gaji 13.

Keduanya tidak saling menggantikan.

Baca Juga: Setelah Ribuan PPPK Dilantik, BKPSDM Beberkan Jam Kerja dan Gaji yang Akan Diterapkan

TPG TW 4 tetap tiga bulan, terlepas guru mendapat atau tidak mendapat TPG 100 persen.

Perbedaan ini penting agar guru tidak salah menilai jumlah pencairan.

Jika Baru Cair 2 Bulan, Sisa Bulan Akan Dibayar Melalui Rekonsiliasi Akhir Tahun

Pemerintah memberi jaminan bahwa sisa TPG tetap dibayarkan paling lambat melalui rekonsiliasi akhir tahun, yakni sebelum tutup anggaran 31 Desember.

Baca Juga: Pasar Ujungberung Gempar! Nenek Berhijab Ketahuan Bawa Puluhan Lembar Uang Palsu

Pada tahap ini, seluruh data guru yang sudah valid tetapi belum masuk batch akan diproses sekaligus.

Inilah mekanisme yang memastikan hak TPG tidak akan hilang meskipun validasi terlambat.

Guru cukup memastikan Info GTK sudah hijau sebelum Desember berakhir.

Cair Tidak Penuh Bukan Masalah Anggaran, tapi Mekanisme Administratif

Fenomena TPG hanya cair dua bulan bukan tanda pemotongan atau kekurangan dana.

Semuanya murni mengikuti mekanisme validasi pusat dan jadwal batch.

Guru perlu fokus memastikan data mereka seratus persen valid agar sisa bulan bisa segera cair melalui batch kedua atau rekonsiliasi akhir tahun.

Dengan memahami mekanisme resmi ini, guru bisa lebih tenang menunggu pencairan berikutnya tanpa terpengaruh spekulasi yang belum tentu benar.***