POJOKSATU.id - Wawancara PPG menjadi tahap penentuan akhir sebelum seorang calon guru resmi melangkah ke proses pendidikan profesi.
Sayangnya, banyak peserta yang telah berjuang panjang, dari administrasi hingga seleksi akademik.
Justru tersandung pada sesi wawancara karena luput memperhatikan kesalahan-kesalahan dasar yang sebenarnya dapat dihindari.
Baca Juga: Warga Tangsel Terjebak Banjir Setinggi Dada, Puluhan Rumah di Ciputat Terendam
Berikut lima kesalahan fatal yang paling sering dilakukan peserta, lengkap dengan penjelasan mengapa hal tersebut berdampak besar terhadap hasil wawancara.
1. Tidak Mampu Menjawab Secara Terstruktur
Banyak peserta menjawab pertanyaan dengan cara meloncat-loncat tanpa alur yang jelas. Pewawancara membutuhkan jawaban yang:
1. Ringkas.
2. Langsung ke inti.
3. Didukung contoh konkret dari pengalaman mengajar.
Jawaban yang berputar-putar menunjukkan kurangnya kemampuan berpikir kritis dan komunikasi profesional, dua aspek penting dalam profesi guru.
2. Penguasaan Kurikulum Lemah
Kesalahan ini paling sering muncul saat peserta diminta menjelaskan:
1. Implementasi Kurikulum Merdeka.
2. Pembelajaran berdiferensiasi.
3. Penyusunan ATP atau Modul Ajar.
4. Asesmen formatif dan sumatif.
Ketidakmampuan menjabarkan konsep dasar menurunkan skor kompetensi pedagogik secara signifikan.
3. Tidak Menyediakan Contoh Praktis dari Pengalaman Mengajar
Saat ditanya bagaimana menangani siswa, mengelola kelas, atau menjalankan pembelajaran aktif, banyak peserta hanya memberikan jawaban teoritis.
Baca Juga: Mentan Amran Ancam Cabut Izin Pemain Harga Telur, Tengkulak Pengacau Harga Telur Diincar Satgas
Pewawancara ingin melihat sejauh mana peserta mampu:
1. Menerjemahkan teori ke praktik.
2. Mengelola kelas nyata.
3. Mengatasi masalah yang terjadi di lapangan.
4. Tidak adanya contoh konkret membuat jawaban terasa kosong.
4. Sikap dan Gestur yang Kurang Profesional
Salah satu penilaian penting dalam wawancara adalah sikap.
Kesalahan yang sering dilakukan antara lain:
1. Tidak menjaga kontak mata (terutama saat wawancara daring).
Baca Juga: Miris! Konflik Lama Dua Pedagang di Cileungsi Meledak, Gangguan Saat Mabuk Berujung Tiga Orang Luka
2. Terlihat gugup berlebihan.
3. Menjawab sambil melihat catatan terlalu sering.
4. Nada bicara tidak stabil.
Baca Juga: Dari Rawon Setan sampai Donat Hits! Tradisi dan Tren Kuliner Surabaya
Sikap profesional adalah cerminan kesiapan menjadi guru yang layak berdiri di depan kelas.
5. Tidak Menguasai Portofolio dan RPP atau Modul Ajar
Pewawancara sering meminta peserta menjelaskan bagian dari Modul Ajar atau portofolio.
Peserta yang:
1. Tidak ingat isi modul
2. Tidak mampu menjelaskan alasan pemilihan metode.
3. Tidak bisa menunjukkan keterkaitan tujuan, kegiatan, asesmen.
Akan langsung dianggap tidak benar-benar memahami dokumen yang ia buat.
Wawancara PPG bukan sekadar tanya jawab, tetapi proses evaluasi menyeluruh terhadap kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian calon guru.
Menghindari lima kesalahan fatal di atas dapat meningkatkan peluang peserta untuk lolos dan menjalani PPG dengan lebih percaya diri.***




