POJOKSATU.id - Di Surabaya, kuliner bukan hanya soal rasa tetapi juga warisan dan kreativitas.

Di satu sisi, makanan legendaris yang sudah berakar kuat di kultur lokal terus menarik pengunjung.

Di sisi lain, tren kekinian menjelma menjadi fenomena media sosial.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Pastikan Rapel Pensiunan PNS Tak Dibatalkan, Verifikasi Sudah Capai 90 Persen

Inilah pertempuran rasa yang epik legendaris lawan inovasi di Kota Pahlawan.


Kuliner Legendaris

1. Rawon Setan Mbak Endang

Rawon Setan adalah ikon kuliner malam di Surabaya.

Kuah hitam pekat dari kluwek, potongan daging sapi empuk, dan sensasi pedasnya menjadikannya favorit banyak orang.

Baca Juga: Legislatif Temui Kapolresta Serang, Soroti Keamanan dan Layanan Publik

Warung ini berlokasi di Jl. Embong Malang No. 78, Genteng dan dikenal buka malam hingga dini hari. 

Menurut Kumparan, warung ini hanya punya satu cabang dan tetap mempertahankan keaslian rasanya. 

Kompas juga menyebut depot ini sebagai salah satu rawon legendaris di Surabaya. 


2. Lontong Balap Pak Gendut

Lontong Balap adalah makanan legendaris khas Surabaya. Kombinasi lontong, tauge, tahu goreng, lentho, dan kuah khas membuatnya sangat khas lokal. 

Nama “balap” konon berasal dari para penjual yang dulu berjualan dengan berjalan cepat sambil memikul pikulan besar agar tidak ketinggalan pembeli. 

Salah satu warung paling terkenal adalah milik Pak Gendut, yang menjadi destinasi wajib bagi pecinta kuliner Surabaya.


3. Rujak Cingur Ahmad Jais

Rujak Cingur adalah kuliner unik khas Surabaya yang menggabungkan buah, sayur, lontong, tahu, dan cingur (bagian mulut sapi). 

Baca Juga: Swadaya Warga RT 019 Plawad Berbuah Manis, Kas Sosial Terkumpul Rp 7 Juta Lebih

Bumbu khasnya adalah petis udang dan kacang goreng, menghasilkan rasa manis-gurih-pedas yang khas. 

Salah satu warung paling legendaris adalah Rujak Cingur Ahmad Jais, yang telah menjadi bagian dari tradisi kuliner Surabaya.


3. Sate Klopo Ondomohen

Sate Klopo (sate kelapa) adalah varian sate khas Surabaya yang menggunakan parutan kelapa sebelum pemanggangan. 

Baca Juga: Gaji Ibu Ini Cuma Rp 50 Ribu per Bulan! Setelah Tahu Alasannya,Bikin Netizen Langsung Nangis

Daging (ayam atau sapi) berpadu dengan gurihnya kelapa, menciptakan aroma dan tekstur yang berbeda dari sate biasa. 

Salah satu warung legendaris adalah Sate Klopo Ondomohen Bu Asih di Surabaya. 


Tren Kuliner Kekinian

Sementara kuliner legendaris mempertahankan akar tradisi, generasi muda di Surabaya tidak tinggal diam. Mereka menciptakan inovasi yang menarik dan Instagramable, membentuk tren baru:

  • Penjual tradisional yang membuka kafe kecil estetis atau food truck modern.

  • Makanan klasik yang dimodifikasi: misalnya, sate kelapa dengan plating kekinian atau versi fusion dari rawon.

  • Menu “Instagrammable”: makanan dengan tampilan unik, warna cerah, atau topping kreatif sehingga mudah viral di media sosial.

Perpaduan ini menunjukkan bahwa kuliner Surabaya tidak hanya dihargai karena sejarahnya, tetapi juga karena potensi kreatifnya untuk berevolusi di era digital.

Baca Juga: Viral! Mahar Sound Horeg, Pengantin Prigen Persembahkan Speaker 18 Inci untuk Kekasihnya

Pertarungan rasa di Surabaya bukan sekadar kompetisi kuliner, melainkan dialog antar generasi: warisan kuno versus inovasi muda.

Di satu sisi, ada nilai sejarah dan autentisitas yang tak tergantikan. Di sisi lain, ada kreativitas yang menyegarkan dan memikat generasi baru.

Baca Juga: Taspen Beberkan Satu Syarat Wajib Terkait Jadwal Pencairan Rapel Gaji Pensiunan PNS

Jika kamu sedang merencanakan trip kuliner di Surabaya, jelajahilah kedua dunia ini.

Cicipi hidangan legendaris yang telah melegenda sekaligus eksplorasi tempat-tempat baru yang sedang naik daun karena di Kota Pahlawan, setiap suapan punya cerita.***