POJOKSATU.ID — Menjelang akhir tahun, keluhan dari banyak pengguna aplikasi JMO (Jamsostek Mobile) kembali memuncak.

Masalah teknis seperti sulit login, OTP tidak masuk, bahkan saldo JHT mendadak hilang jadi sorotan.

Keluhan ini viral di media sosial dan forum, menimbulkan kekhawatiran soal keandalan aplikasi BPJS Ketenagakerjaan di momen krusial.

Sejumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan melaporkan bahwa mereka tidak bisa masuk ke aplikasi JMO melalui email dan kata sandi yang seharusnya valid.

Baca Juga: Buruh Tolak Rumus UMP 2026 Versi Kemnaker, Kenaikan Cuma Rp 80 Ribu Dinilai Tak Masuk Akal

Penyebabnya beragam dari koneksi internet yang kurang stabil, data cache aplikasi menumpuk, hingga bug sistem ponsel. 

Lebih dari itu, ada juga pengguna yang mengeluhkan kode OTP (One-Time Password) tidak pernah diterima.

Ini praktis menutup akses mereka, terutama saat ingin melihat saldo atau mengecek status bantuan seperti BSU (Bantuan Subsidi Upah). 

Sebagai puncak masalah, sebagian peserta menyatakan bahwa saldo JHT (Jaminan Hari Tua) di aplikasi tiba-tiba hilang atau tidak bisa dimunculkan. 

Baca Juga: Mengejutkan! Presiden Prabowo Larang Anak Sekolah Menyambut Kunjungannya, Belajar Lebih Penting dari Penyambutan

Menurut laporan, ini bisa terjadi karena nomor KPJ (Kartu Peserta Jamsostek) belum terdaftar di akun JMO. 

Kenapa Keluhan Ini Meningkat di Akhir Tahun?

1. Lonjakan Pengguna

Menjelang akhir tahun, tidak jarang ada lonjakan aktivitas di aplikasi JMO.

Entah itu karena klaim manfaat, cek BSU, atau persiapan dokumen pensiun.

Peningkatan trafik ini bisa membebani server. 

2. Versi Aplikasi Belum Diperbarui

Banyak pengguna menggunakan versi lama JMO yang rentan bug.

Versi out-of-date ini sering menjadi akar masalah akses dan tampilan saldo yang salah. 

3. Penyimpanan Cache Menumpuk

Cache aplikasi yang menumpuk bisa mengganggu kinerja JMO, seperti proses login yang gagal atau loading yang lama. 

4. Gangguan Sistem atau Pemeliharaan Server

Ada kemungkinan bahwa BPJS Ketenagakerjaan melakukan pemeliharaan atau pembaruan sistem saat akhir tahun.

Baca Juga: Isu Klaim JHT Tahun Depan Lebih Ketat, Antrean Pencairan Melejit di Akhir 2025, Peserta Panik!

Sehingga server JMO menjadi tidak stabil atau sedang perbaikan.

Dampak bagi Peserta BPJS

Kekhawatiran Pencairan BSU

Banyak pekerja sangat bergantung pada bantuan subsidi upah.

Jika tidak bisa login, mereka tidak bisa mengecek apakah mendapatkan BSU atau tidak. 

Ketidakpastian Dana JHT

Peserta yang berharap mengecek saldo JHT untuk merencanakan masa depan atau pencairan merasa frustrasi ketika saldo tiba-tiba menghilang atau tidak muncul sama sekali.

Baca Juga: Heboh! Prabowo Kasihan Lihat Anak Sekolah Panas-panasan, Langsung Minta Tradisi Penyambutan Dihapus

Turunnya Kepercayaan Digital

Ketika aplikasi resmi negara tidak bisa diandalkan di momen penting, ini bisa menurunkan kepercayaan peserta terhadap transformasi digital BPJS.

Berdasarkan rekomendasi dari berbagai sumber, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh pengguna:

Periksa Koneksi Internet: Pastikan jaringan stabil sebelum mencoba login lagi. 

Reset Kata Sandi: Gunakan fitur Lupa Kata Sandi jika perlu.

Baca Juga: Daftar Sekarang Juga! Beasiswa Kuliah ke China 2026 untuk Pelajar Indonesia Tanpa TOEFL

Hapus Cache Aplikasi: Masuk ke pengaturan HP → Aplikasi → JMO → Storage → Hapus Cache.

Perbarui Versi Aplikasi: Cek Play Store atau App Store untuk memastikan JMO sudah versi terbaru.

Instal Ulang Aplikasi: Jika masalah tetap muncul, coba uninstall dan install ulang.

Tunggu Gangguan Selesai / Hubungi Call Center: Bila keluhan datang dari banyak pengguna, bisa jadi server sedang down.

Hubungi BPJS Ketenagakerjaan di 175 atau kunjungi kantor cabang terdekat.

Daftarkan KPJ: Jika saldo JHT tidak muncul karena KPJ belum terdaftar, daftarkan nomor KPJ lewat profil di JMO. 

Banyak pengguna sekarang menuntut klarifikasi dari BPJS Ketenagakerjaan.

Mereka berharap ada peningkatan kapasitas server dan pemeliharaan rutin agar masalah seperti ini tidak terus berulang.

Terutama di momen-momen kritis seperti pencairan bantuan atau akhir tahun.

Hingga saat ini, BPJS belum secara terbuka mengumumkan jadwal pemeliharaan besar-besaran.

Baca Juga: Tak Ditahan Bukan Berarti Aman, Status Lisa Mariana Kini Menunggu Nasib di Tangan Jaksa

Tapi banyak pihak berharap mereka akan menanggapi secara lebih proaktif, mengingat perannya sangat vital bagi jutaan pekerja.

Keluhan teknis di aplikasi JMO yang memuncak menjelang akhir tahun menyoroti kerentanan sistem digital BPJS Ketenagakerjaan.

Meski solusi masih tersedia, keandalan jangka panjang aplikasi ini menjadi pertanyaan besar bagi para peserta yang sangat bergantung padanya.***