POJOKSATU.id - Lima mahasiswa Sekolah Ilmu Teknologi Hayati Program Rekayasa (SITH-R) ITB Kampus Jatinangor kompak meluncurkan ide bisnis anyar lewat jasa sewa motor khusus mahasiswa. 

Tim yang menyebut diri mereka Ngengngengbrem ini hadir sebagai solusi mobilitas murah dan simpel di kawasan yang memang dikenal padat aktivitas kampus.

Mengusung konsep usaha yang dekat dengan kebutuhan mahasiswa, tim beranggotakan Hasanah sebagai CEO, Safanja Azka Djatmiko sebagai CFO, Kartini Jihan Sarotama sebagai CMO, Sabrina Mutiara Gani sebagai COO, dan Paritta Vicky Agnestika sebagai Creative Manager.

Baca Juga: Kompetisi ONMIPA 2025 Resmi Dibuka, 260 Mahasiswa dari 96 Kampus Adu Prestasi di Unpad

Kebutuhan Transportasi Jadi Pemicu Ide Bisnis

Nah, ide usaha ini tak muncul begitu saja. Mereka melihat banyak mahasiswa—terutama yang berasal dari luar Pulau Jawa—kewalahan mencari transportasi terjangkau. 

Ojek daring dianggap mahal untuk perjalanan harian, sementara sewa mobil jelas bukan pilihan paling praktis.

Baca Juga: Lowongan UT Kendari 2025 Dibuka! Peluang Karier untuk Lulusan D3 Semua Jurusan

“Kami sering melihat mahasiswa di media sosial bertanya soal tempat sewa atau pinjam motor di Jatinangor. 

Dari situ muncul ide, kenapa tidak kami jadikan usaha saja,” kata Hasanah. Ia menegaskan layanan ini dibanderol dengan harga yang cukup affordable agar ramah bagi kantong mahasiswa.

Dari temuan lapangan, layanan sewa motor masih jarang tersedia. Akhirnya, mereka memberanikan diri mendaftarkan ide tersebut ke Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2025 ITB Career Center. 

Baca Juga: Enam Bocah Tenggelam di Kubangan Grand City Balikpapan, Dua Jam Pencarian Berakhir Duka

Lewat program ini, mereka didorong mengoptimalkan media sosial sebagai kanal promosi.

Sistem Pemesanan Masih Manual

“Tantangan terbesar adalah bersaing dengan tim lain yang juga punya ide-ide keren. Tapi kami yakin karena kebutuhan sewa motor ini nyata dan solusinya sederhana,” ujar Hasanah. 

Baca Juga: Pelantikan Massal! 3.862 PPPK Paruh Waktu Sidoarjo Sah Terima SK dari Bupati, Ini Pesan Pentingnya

Sementara itu, Jihan menjelaskan sistem pemesanan masih dilakukan secara manual melalui akun resmi Ngengngengbrem.

Tarif sewanya mulai dari Rp50.000 per hari, dengan harga fleksibel sesuai kesepakatan penyewa. 

Usaha ini resmi beroperasi sejak Agustus 2025, dengan armada yang langsung dikelola oleh tim.

Baca Juga: Selama Ini Siapa yang Habiskan Pertalite? Jawabannya Ada di 394 Ribu Nopol Ngaku Miskin

Keamanan Jadi Prioritas

Setiap motor sudah dibekali GPS, helm, jas hujan, hingga kotak P3K. 

Perawatan pun dilakukan rutin setiap bulan agar performa motor tetap optimal. 

“Penyewa pun wajib menunjukkan KTM aktif untuk memastikan layanan benar-benar ditujukan bagi mahasiswa,” kata Jihan.

Baca Juga: 4000 Pelari Turun di IPB Run Half Marathon 2025, Nikmati Sensasi Green Run di Kampus IPB, Ini Misinya

Safanja menegaskan layanan ini hadir sebagai opsi mobilitas yang lebih hemat ketimbang ojek daring, tetapi tetap simpel dan tidak seribet sewa mobil. 

Ke depan, mereka membuka peluang kolaborasi dengan mahasiswa lain untuk memperluas armada.

Bisnis yang Ingin Terus Hidup Meski Tim Lulus

“Target utama kami jelas: usaha ini tetap berkelanjutan dan memberi keuntungan, tapi juga bisa dilanjutkan oleh adik tingkat ketika kami lulus nanti,” tambah Sabrina.

Bagi tim Ngengngengbrem, perjalanan mengikuti PMW membuktikan bahwa dunia wirausaha tak hanya milik mahasiswa rumpun bisnis. 

Baca Juga: BNPT Ungkap Pola Rekrutmen Teroris Sasar Anak Lewat Game & Medsos, Bikin Mengkhawatirkan Orang Tua

Paritta menambahkan, “Mayoritas dari kami anak Rekayasa Kehutanan, tapi bisa kok bikin usaha. Yang penting ada kemauan dan berani coba. Sambil jalan bisa dievaluasi.”

Untuk mahasiswa yang ingin mencoba layanan sewa motor ini, cukup mengunjungi akun Instagram resmi mereka di @ngengngengbrem.

Semoga semakin banyak ya ide sederhana yang tumbuh menjadi solusi berarti bagi sesama mahasiswa. ***