POJOKSATU.id - Belakangan ini, istilah learning loss kembali mencuat sebagai ancaman serius terhadap kemampuan dasar murid khususnya dalam literasi dasar terutama pasca pandemi.

Learning loss adalah kondisi di mana siswa kehilangan sebagian pengetahuan dan keterampilan dasar akibat gangguan proses pembelajaran saat Covid-19.

Dampaknya sangat nyata di mana banyak murid kesulitan membaca, menulis, dan memahami teks pada level dasar.

Learning loss merujuk pada kemunduran kemampuan akademik siswa disebabkan gangguan signifikan dalam pembelajaran.

Baca Juga: 5 Beasiswa Kuliah Gratis dari Kampus untuk Siswa SMA, Semua Biayanya Ditanggung Penuh

Dalam konteks saat pandemi, proses belajar berubah drastis karena pembelajaran jarak jauh, keterbatasan akses teknologi, dan interaksi tatap muka yang minim.

Karena itu juga, pandemi menyebabkan turunnya kemampuan literasi dan numerasi dasar di kalangan siswa sekolah dasar.

Selain itu, Pusat Standar & Kebijakan Pendidikan (PSKP) menyatakan bahwa sejumlah besar peserta didik kelas awal belum mencapai keterampilan dasar membaca dan menulis.

Kondisi ini tetap terjadi meski para murid telah kembali belajar di sekolah.

 Situasi tersebut mengindikasikan adanya hilangnya kemampuan dasar yang berkaitan dengan dampak learning loss.

Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa Kota Medan Tahun 2025 Resmi Dipanjang: Simak Persyaratan Lengkapny, Alur Daftar dan Nominal Bantuan Pendidikan

Dampak Learning Loss pada Literasi Dasar

Learning loss sangat berbahaya karena literasi dasar (membaca, menulis, memahami teks) adalah fondasi dari semua pembelajaran ke depan.

Jika murid tidak menguasai literasi dasar, mereka akan kesulitan mengikuti materi yang lebih kompleks di jenjang berikutnya.

Pasca pandemi, sebagian siswa SD mengalami kemunduran signifikan pada literasi dasar.

Kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena bisa menciptakan generasi yang tidak benar-benar melek baca.

Dampak sosial dari literasi yang buruk juga bisa panjang, anak dengan literasi rendah berisiko lebih besar gagal dalam pembelajaran, merasa frustasi, dan kehilangan motivasi untuk belajar.

Baca Juga: Resmi! Ini Detail Kenaikan Gaji ASN 2025–2026, Persentase, Besaran, dan Mekanisme Penyalurannya, Begini Penjelasannya

Dampak Numerasi yang Dirasakan: Angka dan Logika yang Hilang

Learning loss tidak hanya menyerang literasi, tetapi juga numerasi.

Pembelajaran daring selama pandemi menyebabkan penurunan kompetensi numerasi, khususnya dalam operasi pecahan di SD.

Pemahaman numerasi dasar memiliki peran penting dalam perkembangan kemampuan akademik.

Tanpa penguasaan yang kuat, murid akan kesulitan membangun logika matematika.

Kondisi ini juga dapat menghambat kemampuan mereka dalam memecahkan masalah dan memahami konsep-konsep lain yang lebih kompleks.

Murid yang melemah di numerasi dasar bisa kesulitan ketika menghadapi materi matematika yang lebih tinggi.

Baca Juga: Prof Nunuk Beberkan Dua Kunci Utama Pengangkatan Guru PPPK Paruh Waktu Jadi Full Time, Ini Penjelasannya

Faktor Penyebab Learning Loss pada Literasi Dasar Setelah Pandemi

Beberapa faktor utama berkontribusi pada learning loss literasi dasar terutama pasca pandemi, antara lain:

1. Pembelajaran daring kurang efektif

Tidak semua murid memiliki akses stabil ke internet atau perangkat.

Hal ini membuat interaksi guru-siswa menjadi kurang optimal dan sulit menjangkau semua murid.

Ketidaksiapan guru dan siswa dalam menggunakan teknologi turut menyebabkan penurunan pemahaman belajar.

2. Peran orang tua dan lingkungan rumah

Dalam proses pembelajaran jarak jauh, keterlibatan orang tua menjadi sangat penting.

Namun, tidak semua orang tua mampu mendampingi karena kesibukan atau keterbatasan pemahaman bahan ajar.

Rendahnya dukungan dari orang tua juga dapat memperburuk learning loss.

Baca Juga: Menit-Menit Menuju Pengumuman PPG Daljab Kemenag Batch IV 2025! Guru Diingatkan Cek Ulang Kelengkapan Berkas Ini

3. Ketimpangan akses belajar

Ada kesenjangan besar antara murid di daerah kaya infrastruktur dan murid di daerah terpencil.

Siswa dari kelompok rentan mengalami learning loss lebih parah dibanding yang punya akses lebih baik.

Tanda-Tanda Murid Kesulitan Literasi Dasar Pasca Pandemi

 Beberapa tanda bahwa murid mungkin mengalami learning loss dalam literasi dasar, yakni:

 1. Kesulitan membaca kalimat sederhana atau memahami bacaan pendek.

2. Sering meminta guru membaca ulang atau menjelaskan kata-kata dasar.

3. Menunjukkan motivasi rendah untuk membaca di luar kelas.

4. Nilai tes literasi dasar menurun dibanding sebelumnya (jika data tersedia).

Baca Juga: Pertamina Regional JBB Perluas Penyaluran LPG di Banten, Bupati Tangerang Puji Stabilitas Stok

Bagi numerasi, tanda yang mengkhawatirkan, yakni kesulitan memahami konsep pecahan, operasi hitung dasar terlupakan, serta lambat dalam menyelesaikan soal matematika dasar.

Upaya Pemerintah dan Sekolah Mengatasi Learning Loss

Sistem pendidikan di Indonesia sudah mulai merespons masalah ini.

PSKP Kemendikbudristek menyebutkan bahwa kurikulum fleksibel, semacam Kurikulum Merdeka menjadi salah satu strategi pemulihan pembelajaran.

Selain itu, diperlukannya strategi learning recovery yang konkret, termasuk remedial dan penguatan literasi awal pada kelas-kelas dasar.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Siapkan Uang Pribadi untuk Produksi Bobibos Skala Kecil, APBD Sengaja Tak Dipakai?

Di lingkungan sekolah, guru dianjurkan menerapkan metode pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan tiap murid.

Pendekatan ini membantu murid yang tertinggal agar bisa mengejar kemampuan dasarnya secara bertahap.

Pihak sekolah juga didorong untuk lebih aktif membangun komunikasi dengan orang tua.

Dengan cara ini, pendampingan belajar di rumah dapat berjalan lebih efektif dan selaras dengan kegiatan belajar di kelas.

Peran guru dan dukungan dari orang tua sangat penting dalam pemulihan learning loss murid.

Baca Juga: 2 Pemancing Hilang Tergulung Ombak di Sukabumi, Pencarian Terkendala Gelombang Tinggi

Apa yang Bisa Dilakukan oleh Orang Tua dan Lingkungan

Selain upaya pemulihan dari sekolah, orang tua dan lingkungan juga memiliki peran besar dalam mencegah dan mengatasi learning loss, antara lain:

1. Menyediakan waktu membaca harian bersama anak, meskipun singkat.

2. Mengajak anak berdiskusi tentang bacaan sederhana, sehingga literasi tidak hanya soal membaca, tetapi juga memahami.

3. Membuat lingkungan belajar yang kondusif di rumah: menyediakan tempat tenang, akses buku atau bacaan lokal, dan dukungan emosional.

4. Mengorganisir kegiatan komunitas literasi (seperti klub membaca kecil) di RW atau sekolah untuk memulihkan minat baca anak.

Learning loss setelah pandemi bukan sekadar ketinggalan pelajaran sementara.

Baca Juga: Kalah Perangkingan tapi Tetap Lulus? Begini Cara Kerja Status Lulus Bersyarat di PPG Calon Guru 2025

Ini adalah ancaman jangka panjang yang bisa memengaruhi fondasi literasi dan numerasi anak dalam kehidupan akademik dan sosial mereka.

Jika tidak diatasi dengan strategi pemulihan yang tepat, konsekuensinya bisa terasa berat.

Dalam jangka panjang, murid kesulitan mengikuti pelajaran di jenjang berikutnya, bahkan risiko putus sekolah bisa lebih tinggi.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan lingkungan, proses pemulihan literasi dasar dapat berjalan lebih cepat.

Upaya ini tidak hanya berfokus pada peningkatan nilai.

Pemulihan literasi juga bertujuan mengembalikan kemampuan dasar yang akan membentuk masa depan generasi anak-anak Indonesia. ***