POJOKSATU.ID — Pemerintah Kabupaten Bandung Barat resmi mengangkat 5.812 tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) dilakukan secara langsung oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie, dalam sebuah acara simbolis di Bale Gempungan, Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat.

Dari total pegawai yang diangkat, hanya 100 orang hadir secara langsung, sementara ribuan lainnya mengikuti prosesi pelantikan melalui sambungan daring dari unit kerja masing-masing.

Pengangkatan besar-besaran ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Bandung Barat dalam memperbaiki kualitas pelayanan publik.

Baca Juga: Dari Viral Cantik ke Tuduhan Penistaan, Kisah Deni Sister Hong Lombok yang Berbelok Liar

Program ini merujuk pada regulasi resmi pemerintah, termasuk Permenpan RB, UU ASN No. 20 Tahun 2023, serta PP No. 49 Tahun 2018.

Yang mengatur ketentuan pengelolaan tenaga non-ASN dan mekanisme pengangkatan PPPK.

 

Formasi PPPK, Guru hingga Tenaga Kesehatan

Dari 5.812 pegawai yang dilantik, sebaran formasi terbanyak berasal dari sektor pendidikan dan teknis. Data resmi BKPSDM Kabupaten Bandung Barat mencatat:

1. 2.043 guru dan tenaga pendidik

Baca Juga: Paruh Waktu Tak Lagi Gantung! Aliansi R2–R3 Kawal Perubahan Status Menuju Kesejahteraan

2. 1.893 tenaga teknis di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

3. 1.043 tenaga teknis sekolah

4. 328 tenaga teknis kesehatan

5. 505 tenaga kesehatan langsung

Komposisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar kebutuhan tenaga kerja daerah masih bertumpu pada layanan pendidikan dan sektor administratif.

Penguatan sumber daya manusia di kedua sektor tersebut dinilai krusial untuk memperbaiki kualitas layanan publik.

 

Pesan Tegas Bupati, Bukan Hadiah, Tapi Amanah

Dalam sambutannya, Bupati Jeje Ritchie memberikan pesan yang cukup keras kepada seluruh pegawai yang menerima SK.

Baca Juga: Miris! Taman Daan Mogot, Diduga Jadi Lokasi Prostitusi Sesama Jenis di Jakbar

Ia menegaskan bahwa pengangkatan ini bukan hadiah, melainkan tanggung jawab moral untuk memperbaiki kinerja pelayanan kepada masyarakat.

Bupati Jeje menyoroti pentingnya etos kerja yang kuat, mulai dari integritas, kedisiplinan, hingga dedikasi terhadap tugas.

Ia mengingatkan agar para pegawai tidak menjadikan status barunya sebagai sekadar formalitas untuk datang, absen, lalu pulang tanpa produktivitas.

Menurut Jeje, budaya kerja efektif harus menjadi komitmen bersama. Aparatur pemerintah, katanya, tidak boleh terjebak pada kebiasaan lama.

Baca Juga: Resmi! Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Gaji dan Tunjangan ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Mulai 2025–2026

Seperti bekerja seadanya, menghabiskan waktu untuk ngobrol, atau melakukan aktivitas yang tidak berkontribusi terhadap pelayanan publik.

 

Fokus pada Perbaikan Layanan Publik

Pengangkatan PPPK paruh waktu ini bukan hanya menjawab kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga bagian dari upaya Pemkab Bandung Barat mempercepat reformasi birokrasi.

Dengan tambahan ribuan pegawai baru, pemerintah daerah berharap kualitas layanan publik meningkat, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, dan teknis administrasi.

Jeje menekankan bahwa masyarakat harus merasakan dampak nyata dari pengangkatan ini.

Layanan publik dituntut lebih cepat, ramah, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Pemerintah pun memastikan bahwa evaluasi kinerja PPPK akan dilakukan secara berkala untuk menjamin kualitas pelayanan tetap terjaga.

Sistem kontrak PPPK paruh waktu memungkinkan pemerintah melakukan penilaian berdasarkan aspek kompetensi, disiplin, dan kebutuhan instansi.

Baca Juga: Resmi! Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Gaji dan Tunjangan ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Mulai 2025–2026

Pegawai yang tidak mampu memenuhi standar kinerja dapat dievaluasi atau tidak diperpanjang masa kontraknya.

 

Kontribusi Terhadap Pemerintahan yang Lebih Profesional

Pelantikan 5.812 PPPK paruh waktu ini menjadi tonggak penting bagi Kabupaten Bandung Barat dalam memperkuat fondasi pemerintahan yang lebih profesional.

Peningkatan kapasitas aparatur diharapkan dapat menciptakan pelayanan publik yang layak dan akuntabel.

Dengan semakin jelasnya struktur kepegawaian setelah bertahun-tahun mengandalkan tenaga honorer.

Baca Juga: Hadiah Akhir Tahun untuk ASN Daerah, Prabowo Pastikan THR dan Tunjangan Guru Cair Cepat

Pemkab Bandung Barat kini memiliki kesempatan untuk memperbaiki tata kelola SDM dan memastikan masyarakat menerima layanan yang lebih baik.

Pelantikan 5.812 PPPK paruh waktu di Kabupaten Bandung Barat menandai langkah besar pemerintah daerah.

Dalam memperkuat kualitas pelayanan publik, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, dan teknis administrasi.

Bupati Jeje Ritchie menegaskan bahwa pengangkatan ini bukan sekadar pemberian status, melainkan amanah yang harus dijaga melalui etos kerja, disiplin, dan integritas tinggi.

Dengan komposisi pegawai yang diperkuat dan evaluasi kinerja yang berkelanjutan, Pemkab Bandung Barat menargetkan terbentuknya budaya birokrasi yang lebih profesional, responsif.

Serta mampu memberikan layanan yang cepat dan berkualitas kepada masyarakat.***