POJOKSATU.ID - Sejak akhir 2025, muncul banyak perbincangan di kalangan calon ASN tentang kemungkinan peningkatan formasi sekolah kedinasan pada tahun 2026.
Beberapa instansi disebut telah mengajukan usulan formasi CPNS ke KemenPAN-RB, meski keputusan resmi belum final.
Di sisi lain, KemenPAN-RB menyatakan sedang menghitung ulang kebutuhan pegawai, termasuk memperhitungkan anggaran dan usulan instansi.
Dengan banyaknya spekulasi ini, muncul pertanyaan apakah formasi sekolah kedinasan 2026 benar-benar akan lebih banyak?
Dan apa faktor yang mendorong prediksi tersebut?
Analisis Tren Kebutuhan ASN di Berbagai Instansi
1. Kebutuhan ASN dan Reformasi Birokrasi
Program reformasi birokrasi dan modernisasi ASN menjadi agenda penting pemerintah.
Kementerian PAN-RB menyebut perannya sebagai sandbox birokrasi pada 2026.
Transformasi digital birokrasi juga menuntut talenta di bidang teknologi ini bisa mendorong kebutuhan ASN dengan latar belakang TI dan kompetensi digital.
Baca Juga: Cek Sekarang! Segini Besaran THR Natal 2025 dan Daftar ASN Yang Berhak Menerimanya
Penilaian kinerja dan merit system makin ditekankan, menandakan bahwa rekrutmen ASN ke depan harus lebih selektif dan berbasis kompetensi.
2. Usulan Instansi Pengajuan Formasi
Beberapa kementerian/lembaga sudah mulai mengajukan formasi CPNS untuk 2026 ke KemenPAN-RB.
Namun, tidak semua instansi menyetujui usulan yang sama karena keterbatasan anggaran.
Alokasi formasi akan disesuaikan dengan perencanaan lima tahunan instansi (renstra) agar tidak menimbulkan beban belanja pegawai yang berlebihan.
Baca Juga: PDDikti Jadi Batu Sandungan, Kenapa Banyak Fresh Graduate Magang Nasional Batch 2 Tak Eligible?
3. Formasi Khusus Strategis
Ada potensi formasi khusus di CPNS 2026, misalnya untuk lulusan cum laude, penyandang disabilitas, atau berdasarkan asal daerah tertentu, tapi detailnya belum diumumkan.
Menurut pemberitaan, Menteri Keuangan menyebut bahwa dalam RAPBN 2026 sudah dialokasikan formasi strategis untuk empat sektor pendidikan, kesehatan, TI (digital), dan pelayanan publik.
Jika prediksi ini benar, maka sekolah kedinasan yang terkait dengan pelayanan publik, manajemen pemerintahan, atau teknologi bisa jadi prioritas dalam rekrutmen praja/taruna.
4. Usulan Nasional Formasi ASN
Dalam rapat koordinasi, KemenPAN-RB mencatat usulan kebutuhan ASN dari instansi pusat dan daerah mencapai 1,38 juta formasi.
Namun, jumlah formasi yang disepakati untuk tahap rekrutmen mungkin berbeda karena pertimbangan anggaran, efisiensi, dan prioritas jabatan.
Berdasarkan analisis tren dan data di atas, berikut prediksi yang cukup rasional:
Jumlah Formasi Sekolah Kedinasan Berpotensi Naik
Karena usulan instansi dan dorongan reformasi birokrasi.
Kemungkinan ada peningkatan formasi di sekolah kedinasan dibanding tahun-tahun sebelumnya terutama di sekolah yang menyiapkan ASN untuk sektor strategis.
Fokus Pada Jurusan Strategis
Sekolah kedinasan yang relevan dengan transformasi digital (TI, sistem informasi).
Layanan publik (administrasi pemerintahan) serta sektor pendidikan dan kesehatan sangat mungkin mendapatkan kuota tambahan.
Formasi Khusus Lebih Fleksibel
Formasi khusus (lulus cum laude, disabilitas, wilayah) kemungkinan akan tetap dipertimbangkan karena ini bagian dari kebijakan inklusif dalam rekrutmen ASN.
Tapi, jumlahnya bakal sangat bergantung keputusan akhir dari MenPAN-RB.
Lulusan SMA/SMK Masih Peluangnya Ada
Untuk lulusan non-S1 (SMA/SMK), masih ada prediksi formasi CPNS di posisi teknis atau administratif dasar (misalnya petugas pemasyarakatan, layanan publik).
Baca Juga: Kabar Gembira! PPPK Berpeluang Diangkat Jadi PNS Tanpa Tes, Revisi UU ASN Mulai Masuk Pembahasan DPR
Jadi sekolah kedinasan berbasis diploma atau vokasi tetap relevan.
Risiko Tantangan pada Pembukaan Formasi ini
Keterbatasan Anggaran
Meskipun banyak instansi mengajukan formasi, tidak semuanya bisa disetujui jika anggaran pegawai tidak cukup.
Perhitungan ulang oleh KemenPAN-RB menunjukkan risiko pembengkakan beban belanja jika tidak hati-hati.
Ketidakpastian Kebijakan
Hingga saat ini, keputusan final formasi CPNS 2026 belum diumumkan.
Ada yang menyatakan formasi strategis, tetapi juga ada bantahan dari KemenPAN-RB terkait kabar alokasi anggaran.
Kompetisi yang Meningkat
Jika formasi sekolah kedinasan memang lebih banyak tapi tetap terbatas di sektor strategis.
Persaingan pendaftar bisa makin sengit, terutama dari lulusan jurusan teknologi atau administrasi pemerintahan.
Distribusi ASN
Meski jumlah formasi naik, distribusi ASN harus dirasionalisasi agar tidak menumpuk di pusat atau kota saja.
Kementerian lokal (daerah) juga perlu menyusun usulan yang realistis sesuai kebutuhan wilayah.
Implikasi untuk Calon Taruna / Praja Kedinasan
Peluang Lebih Besar → Siapkan Diri Lebih Matang
Calon pendaftar sekolah kedinasan harus memperkuat persiapan SKD, serta memilih sekolah kedinasan yang relevan dengan tren kebutuhan (TI, administrasi publik, pendidikan) untuk meningkatkan peluang diterima.
Analisis Usulan Jurusan
Jika fokus formasi ada di sektor strategis, memilih jurusan tidak populer bisa jadi keuntungan misalnya jurusan TI di sekolah kedinasan atau administrasi pemerintahan.
Pantau Info Resmi
Karena keputusan formasi 2026 belum final, sangat penting bagi calon peserta untuk mengikuti situs resmi seperti KemenPAN-RB, BKN, dan portal SSCASN agar tidak terjebak hoaks atau rumor.
Baca Juga: Akhiri Lawatan di Indonesia, Prabowo Antar Sahabatnya Raja Abdullah Sampai ke Bandara Halim
Pertimbangkan Formasi Khusus
Jika kamu memenuhi kriteria formasi khusus (misalnya lulusan cum laude, berasal dari daerah tertentu), pertimbangkan jalur ini sebagai strategi pendaftaran.
Ada dasar kuat untuk prediksi bahwa formasi sekolah kedinasan 2026 bisa meningkat, terutama untuk sektor-sektor strategis seperti digitalisasi, pelayanan publik, pendidikan, dan kesehatan.
Namun, kenaikan formasi tidak otomatis keputusan masih dalam proses kajian KemenPAN-RB dengan memperhitungkan anggaran dan usulan instansi.
Baca Juga: Akad Nikah Boiyen di Gedung Mewah ICE BSD, Mahar Rp110 Juta Jadi Sorotan Publik
Bagi calon taruna sekolah kedinasan, ini adalah momentum penting kesempatan bisa lebih besar, tapi persaingan bisa juga semakin ketat.
Kunci sukses persiapan matang, pemilihan jurusan strategis, dan pantauan informasi resmi.***




