POJOKSATU.id – Dalam proses Pendidikan Profesi Guru (PPG), Uji Kinerja (UKIN) menjadi tahap yang sangat menentukan kelulusan.

Banyak peserta mengira penilaian utama ada pada praktik mengajar, padahal asesor juga fokus menilai RPP atau Modul Ajar sebagai dasar kesiapan pedagogik.

Tidak sedikit peserta UKIN yang praktik mengajarnya sudah baik, tetapi nilainya tetap rendah karena RPP tidak memenuhi standar penilaian resmi.

RPP adalah bukti kesiapan guru dalam merancang, menjalankan, hingga mengevaluasi pembelajaran.

Baca Juga: Misi Kemanusiaan ke Gaza, Menhan Siapkan 20.000 Prajurit Berkeahlian Khusus

Karena itu, memahami apa saja yang dinilai asesor sangat penting. Berikut penjelasan lengkapnya.

 

Mengapa RPP Sangat Berpengaruh dalam Penilaian UKIN?

RPP menunjukkan kemampuan guru dalam:

1. memahami kurikulum,

2. merancang alur pembelajaran,

3. menyusun tujuan yang jelas,

4. merancang asesmen yang terukur,

5. memilih strategi dan media pembelajaran yang relevan.

 

Karena UKIN menilai "guru dalam praktik nyata", maka RPP menjadi dasar untuk menilai konsistensi dan kesiapan pedagogik peserta.

Standar Resmi Penilaian RPP Saat UKIN PPG

Berikut komponen utama yang diperiksa asesor ketika menilai RPP peserta UKIN.

Baca Juga: Heboh Video BPOM Razia Minuman Siap Saji, Benarkah Power F dan Ale-Ale Berbahaya untuk Anak?

Kesesuaian dengan Kurikulum

Asesor akan memeriksa apakah RPP sudah sesuai dengan ketentuan Kurikulum Merdeka atau kurikulum yang berlaku.

RPP harus:

1. mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP),

Baca Juga: Putih Sari Sosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis di Rawamerta Karawang

2. memiliki Tujuan Pembelajaran (TP) yang tepat,

3. memuat Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang benar,

4. menyesuaikan karakteristik peserta didik.

Kesalahan yang sering dilakukan peserta adalah menyalin ATP atau TP dari internet tanpa penyesuaian, atau memilih CP yang tidak relevan dengan materi UKIN.

 

Tujuan Pembelajaran yang Jelas dan Terukur

Tujuan pembelajaran adalah fondasi utama perangkat ajar.

Asesor menilai apakah tujuan:

1. menggunakan kata kerja operasional,

2. sesuai dengan tingkat kemampuan siswa,

3. relevan dengan materi,

Baca Juga: Dua Guru Luwu Utara Kembali Jadi ASN, Setelah Rehabilitasi dari Presiden Prabowo

4. dapat dinilai,

5. selaras dengan asesmen yang dibuat.

Jika tujuan tidak jelas, maka seluruh alur pembelajaran dianggap tidak tepat sasaran.

 

Alur Pembelajaran yang Logis dan Efektif

Alur pembelajaran harus:

1. runtut,

2. mudah dipahami,

3. sesuai prinsip pembelajaran aktif,

4. fokus pada kegiatan siswa,

5. mencerminkan pendekatan Merdeka Belajar.

Asesor menilai apakah kegiatan awal–inti–akhir sudah saling terhubung.

Kesalahan umum adalah guru menulis alur yang terlalu teoritis atau membuat kegiatan yang hanya berpusat pada guru.

 

Strategi dan Metode Pembelajaran yang Tepat

Asesor menilai apakah metode yang dipilih benar-benar mendukung tujuan pembelajaran.

Baca Juga: Side Job yang Cocok untuk Gen Z! Peluang Tambahan Penghasilan di Era Digital

RPP harus menjelaskan:

1. metode yang digunakan,

2. alasan pemilihan metode,

3. keterkaitannya dengan karakteristik siswa,

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu 2026, Benarkah Ada Pengangkatan Baru? Ini Faktanya

4. keselarasan dengan materi.

Metode tanpa alasan pedagogik biasanya memperoleh nilai rendah karena dianggap tidak mencerminkan pemahaman konsep mengajar.

 

Media dan Sumber Belajar yang Relevan

Media tidak harus mahal, tetapi harus mendukung alur pembelajaran.

Asesor menilai apakah media:

1. tepat guna,

2. mudah digunakan,

3. relevan dengan tujuan,

4. meningkatkan aktivitas siswa.

Baca Juga: Operasi Zebra 2025 Dikhawatirkan Jadi Ajang Tilang Semena Mena, Publik Was Was

Sumber belajar seperti buku teks, artikel, atau lingkungan sekitar juga harus dicantumkan dengan jelas.

 

Kesesuaian Asesmen dengan Tujuan Pembelajaran

Ini salah satu aspek paling menentukan nilai UKIN.

Asesor menilai:

1. asesmen diagnostik,

Baca Juga: Heboh di Media Sosial, Pernyataan Selvi Ananda Soal Anak PAUD Tak Perlu Cepat Bisa Membaca, Begini Faktanya

2. asesmen formatif,

3. asesmen sumatif,

4. rubrik penilaian,

5. keselarasan dengan tujuan.

Jika tujuan sudah HOTS tetapi asesmennya LOTS, maka nilai akan turun signifikan.

Konsistensi RPP dengan Praktik Mengajar Saat UKIN

Asesor selalu membandingkan:

1. apa yang dituliskan di RPP,

2. apa yang dilakukan guru dalam praktik.

Jika RPP menyebutkan model PBL tetapi praktiknya ceramah, maka dianggap tidak konsisten dan nilainya turun.

RPP adalah dokumen penting yang menentukan kelulusan UKIN PPG.

Asesor menilai apakah guru benar-benar memahami kurikulum, mampu merancang pembelajaran, serta konsisten antara rencana dan praktik di kelas.

RPP yang runtut, jelas, dan selaras dengan praktik mengajar akan meningkatkan peluang kelulusan secara signifikan.***