POJOKSATU.id – Pada Kamis, 13 November 2025, Istri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Selvi Ananda, hadir dalam acara puncak.
Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2025 di Hotel Sultan & Residence, Jakarta.
untuk memberikan perhatian khusus pada pendidikan anak usia dini (PAUD). Ia menyampaikan pesan yang tegas
pada tahap PAUD, yang paling utama bukanlah memaksa anak‐anak untuk cepat membaca atau berhitung.
melainkan mengembangkan karakter, moral, kasih sayang, dan kesempatan bermain dengan bebas.
Baca Juga: Kemendag Musnahkan 16.591 Balpres Pakaian Bekas Impor Ilegal, Harapan Industri Lokal Menyala
Pentingnya PAUD
Dalam sambutannya, Selvi mengingatkan bahwa usia dini merupakan masa krusial dalam pembentukan pondasi generasi.
“PAUD ini dinilai sangat penting karena sebagai salah satu fondasi untuk anak‐anak untuk nanti ke depannya seperti apa."
Baca Juga: 1.820 PPPK Donggala Terima SK, Bupati Vera Ingatkan Pemahaman Perjanjian Kerja
"Di situ akan diajarkan pendidikan karakter itu nanti seperti apa, kemudian pendidikan moral itu nanti seperti apa,” ujarnya.
Ia mengaitkan pentingnya PAUD dengan visi nasional menuju Indonesia Emas 2045, di mana kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci keberhasilan bangsa.
Prioritas Pengembangan Karakter & Bermain
Baca Juga: Viral Parkir Rp30 Ribu di Kota Lama Semarang, Oknum Jukir Ditangkap, Dishub Ungkap Akar Masalahnya
Selvi Ananda menekankan bahwa anak‐anak PAUD tidak seharusnya dipaksa untuk menguasai membaca atau berhitung sebelum waktunya.
“Untuk menjadi anak yang baik itu harus seperti apa, agaknya juga dibentuk di usia-usia segitu."
"Kemudian belajar tentang kasih sayang jadi tidak perlu belajar tentang anak harus bisa membaca, harus sudah bisa mulai berhitung sebelum nanti masuk SD."
Baca Juga: Kemendag Musnahkan 16.591 Balpres Pakaian Bekas Impor Ilegal, Harapan Industri Lokal Menyala
"Tapi anak-anak kehilangan masa kecilnya,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa setiap anak memiliki minat dan bakat yang berbeda, sehingga membanding-bandingkan kemampuan satu anak dengan yang lain bukan strategi yang baik.
“Mungkin umur 6 tahun anak saya belum bisa membaca tapi kita tidak perlu membandingkan, karena ada perbedaan masing-masing anak‐anak,” tuturnya.
Baca Juga: Warga Pontang Sorak Gembira! Jalan Rusak Warisan Lama Akhirnya Diperbaiki
Menurut Selvi, kegagalan atau keberhasilan PAUD tidak hanya berada di tangan lembaga, tetapi juga di keluarga dan masyarakat.
Dia menekankan pentingnya kolaborasi antara orang tua, tenaga pendidik, dan figur Bunda PAUD di setiap daerah.
“Tidak lupa juga harus peran aktif dari masing‐masing orang tua, karena pendidikan dasar adalah dimulai dari keluarga,” ujarnya.
Baca Juga: Warga Pontang Sorak Gembira! Jalan Rusak Warisan Lama Akhirnya Diperbaiki
Selain aspek pengembangan karakter dan ekosistem pembelajaran, Selvi juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran.
Sebesar Rp 5,1 triliun dalam RAPBN 2026 untuk mendukung penyelenggaraan PAUD.
Dana ini diarahkan untuk memperluas akses terutama ke daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), serta meningkatkan kualitas guru dan layanan PAUD di seluruh Indonesia.
Meski seperti kontroversi ucapannya namun maksud dari kalimat tersebut memiliki makna agar anak bisa tumbuh dengan bebas tanpa adanya paksaan***




