POJOKSATU.ID – Kemendikdasmen kembali menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Hal itu disampaikan melalui kampanye pencegahan perundungan bertajuk “7 Jurus BK Hebat”.

Program ini menempatkan guru Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai garda terdepan dalam membangun budaya sekolah yang bebas kekerasan.

Baca Juga: Operasi Zebra 2025 Dikhawatirkan Jadi Ajang Tilang Semena Mena, Publik Was Was

Perundungan dipandang bukan sekadar kenakalan remaja tetapi dapat menghambat proses belajar dan merusak hubungan sosial murid.

Karena itu, Kemendikdasmen menekankan bahwa pencegahan harus dilakukan sejak dini.

Dengan hubungan yang hangat, pendampingan konsisten, dan strategi yang terarah, guru BK didorong membangun sekolah yang lebih aman dan inklusif.

Baca Juga: Cara Lulus Interview Kerja Sekarang! Strategi Jitu untuk Gen Z di Dunia Rekrutmen Modern

Upaya ini juga memastikan lingkungan belajar semakin mendukung perkembangan murid.

Berikut 7 Jurus BK Hebat untuk Cegah Perundungan:

1. Kenali Potensi Murid

Baca Juga: Honorer Perlu Tahu! PPPK Paruh Waktu Bisa Dipindah Instansi Tahun 2026, Ini Aturan Resminya

Guru BK dan wali kelas aktif memahami minat, bakat, latar belakang, serta kondisi emosional siswa.

Pemahaman ini membantu murid merasa dihargai dan mengurangi risiko perundungan, baik sebagai korban maupun pelaku.

2. Kelola Emosi

Murid diajak mengenali dan mengatur emosi melalui pembelajaran Social Emotional Learning (SEL).

Latihan ini memberi ruang aman bagi siswa mengekspresikan perasaan dan mengurangi konflik interpersonal.

Baca Juga: Waduh DJP Bisa Intip Rekening Digital 2026, Dompet Digital Tak Lagi Tertutup

3. Tumbuhkan Resiliensi

Guru BK mendampingi murid menghadapi tantangan dengan pola pikir berkembang.

Resiliensi membuat korban berani melapor dan membantu pelaku diarahkan pada perubahan perilaku yang lebih positif.

Baca Juga: Cara Lulus Interview Kerja Sekarang! Strategi Jitu untuk Gen Z di Dunia Rekrutmen Modern

4. Jaga Konsistensi Kebiasaan Positif

Sekolah menerapkan nilai toleransi, empati, kejujuran, dan saling menghargai melalui kegiatan rutin.

Konsistensi ini menegaskan bahwa perundungan bukan budaya yang bisa ditoleransi.

Baca Juga: Jamaah Masjid Agung Karawang: Kami Muak Dengan Drama Perebutan SK!

5. Jalin Koneksi Hangat dengan Murid

Hubungan yang terbuka dan empatik membuat murid merasa aman untuk berbicara.

Komunikasi yang sehat memudahkan guru mendeteksi dan menangani potensi perundungan lebih awal.

6. Bangun Kolaborasi dengan Orang Tua dan Komunitas

Pencegahan perundungan membutuhkan kerja bersama antara sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar.

Kolaborasi memperkuat sistem pengawasan dan membangun budaya sekolah yang ramah anak.

Baca Juga: 37 Hari Ditahan Malaysia, Empat Nelayan Batam Akhirnya Dipulangkan, Bakamla Turun Tangan

7. Menata Situasi

Guru BK bersama kepala sekolah memastikan suasana belajar bebas kekerasan fisik maupun psikis.

Lingkungan yang menyenangkan membuat murid lebih bahagia dan menurunkan perilaku agresif.

Baca Juga: DPR Siap Bahas Pengalihan PPPK ke PNS, Namun Jalan Masih Panjang

Melalui penerapan tujuh jurus ini, Kemendikdasmen berharap sekolah menjadi ruang tumbuh yang aman dan nyaman.

Lingkungan belajar pun diharapkan mendukung murid berkembang tanpa rasa takut.***