POJOKSATU.id – Mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah langkah penting bagi guru yang ingin mendapatkan sertifikat pendidik dan meningkatkan profesionalitas.
Namun proses PPG sering berbenturan dengan kesibukan mengajar, administrasi kelas, rapat, layanan siswa, hingga tugas keluarga.
Banyak guru akhirnya kewalahan karena tidak memiliki jadwal belajar yang teratur.
Baca Juga: Kemendag Musnahkan 16.591 Balpres Pakaian Bekas Impor Ilegal, Harapan Industri Lokal Menyala
Waktu yang terbatas sering membuat guru begadang untuk menyelesaikan tugas modul, mengerjakan perangkat ajar, atau menghadiri perkuliahan sinkronisasi.
Padahal beban ini dapat ditata agar tidak mengganggu pekerjaan utama di sekolah.
Dengan manajemen waktu yang tepat, guru tetap dapat mengajar dengan maksimal sekaligus menyelesaikan seluruh rangkaian PPG secara produktif.
Baca Juga: 1.820 PPPK Donggala Terima SK, Bupati Vera Ingatkan Pemahaman Perjanjian Kerja
Artikel ini menjelaskan cara menyusun jadwal belajar PPG yang efektif, realistis, dan tidak mengganggu rutinitas mengajar.
Mengapa Guru Perlu Menyusun Jadwal Belajar PPG?
PPG bukan hanya mengikuti kelas daring, tetapi juga membaca modul, membuat perangkat ajar, mengikuti diskusi, praktik mengajar, refleksi, dan mempersiapkan UKIN serta UP.
Tanpa jadwal, guru mudah mengalami stres, kehilangan fokus saat mengajar, atau menumpuk tugas hingga mendekati deadline.
Jadwal belajar membantu guru:
1. menjaga keseimbangan antara PPG dan mengajar,
2. menghindari burnout,
3. tetap fokus dalam perkuliahan,
4. menjaga kualitas pembelajaran di sekolah.
Baca Juga: Viral Parkir Rp30 Ribu di Kota Lama Semarang, Oknum Jukir Ditangkap, Dishub Ungkap Akar Masalahnya
Dengan perencanaan yang jelas, proses PPG dapat berjalan lebih ringan.
Prinsip Dasar Menyusun Jadwal Belajar PPG
Ada tiga prinsip utama:
1. Realistis, buat jadwal sesuai kondisi kerja dan waktu luang.
Baca Juga: Warga Pontang Sorak Gembira! Jalan Rusak Warisan Lama Akhirnya Diperbaiki
2. Konsisten, belajar secara teratur lebih efektif daripada belajar dalam waktu panjang tapi jarang.
3. Fleksibel, sesuaikan jadwal saat ada agenda sekolah mendadak tanpa mengorbankan target utama.
Prinsip ini akan menjaga keseimbangan antara tugas PPG dan tugas mengajar.
Memetakan Jadwal Mengajar Sebelum Menentukan Jadwal PPG
Langkah pertama adalah memetakan jadwal sekolah secara lengkap: jam mengajar, piket, rapat, kegiatan siswa, dan tugas tambahan seperti wali kelas atau pembina ekstrakurikuler.
Setelah dipetakan, guru dapat melihat slot waktu kosong yang dapat dimanfaatkan untuk belajar.
Waktu-waktu ini bisa dipakai untuk:
1. membaca modul singkat,
2. mencicil perangkat ajar,
3. membuat catatan refleksi,
Baca Juga: Jakarta Cari 1.000 Sopir Baru TransJakarta, Perekrutan Dibuka Lewat Akademi Resmi!
4. menyusun kerangka tugas PPG.
Bahkan 20–30 menit per hari cukup membantu.
Menentukan Jam Belajar Sesuai Ritme Produktivitas
Guru memiliki waktu produktif yang berbeda-beda.
Baca Juga: Sejarah Terukir, Rizky Ridho Jadi Pemain Indonesia Pertama Masuk Nominasi FIFA Puskas Award
Ada yang fokus belajar pada pagi hari sebelum berangkat, ada yang optimal pada siang hari di sela mengajar, dan ada yang lebih nyaman belajar malam hari setelah pekerjaan rumah selesai.
Yang terpenting bukan durasinya, tetapi konsistensinya.
Belajar 45 menit setiap hari lebih produktif daripada belajar 3 jam tetapi hanya sekali seminggu.
Menggunakan Teknik “Time Blocking”
Jangan belajar “kalau ada waktu kosong”, karena waktu kosong sering tidak muncul.
Gunakan teknik blok waktu:
1. 30 menit untuk membaca modul,
2. 1 jam untuk menyusun perangkat ajar,
3. 20 menit untuk refleksi,
Baca Juga: Program 3 Juta Rumah Meluncur di Banten
4. 40 menit untuk latihan UP.
Dengan membagi waktu secara spesifik, seluruh tugas PPG dapat diselesaikan tanpa terburu-buru.
Menetapkan Dua Hari Inti untuk Tugas Berat
Beberapa tugas PPG membutuhkan fokus tinggi, seperti modul ajar, revisi UKIN, atau laporan praktik.
Sediakan dua hari inti, misalnya:
1. Rabu sore
2. Sabtu malam
Dua hari ini dikhususkan untuk tugas besar agar tidak mengganggu hari-hari sekolah.
Mengelompokkan Tugas Berdasarkan Tingkat Kesulitan
Agar tidak kelelahan, kelompokkan tugas:
1. Tugas ringan: baca modul, ringkasan, tonton video pembelajaran.
2. Tugas sedang: forum diskusi, analisis kasus pendek.
Baca Juga: Raja Yordania Kunjungi Indonesia, Sejumlah Ruas Jalan Jakarta Ditutup Sementara
3. Tugas berat: modul ajar, laporan praktik, persiapan UKIN.
Dengan pembagian ini, guru dapat memilih tugas sesuai waktu yang tersedia.
Memanfaatkan Waktu Kosong di Sekolah Secara Produktif
Beberapa guru memiliki jeda antara jam mengajar. Gunakan untuk:
1. merapikan rubrik asesmen,
Baca Juga: Pemkot Padang Serahkan SK untuk 123 PPPK Paruh Waktu, Ini Rinciannya
2. membuat kerangka modul ajar,
3. menyiapkan catatan refleksi,
4. membaca bagian modul yang ringan.
Waktu 15–20 menit sudah sangat membantu.
Menggunakan Aplikasi Manajemen Waktu
Aplikasi seperti Google Calendar, Trello, Notion, atau Pomodoro Timer dapat membantu mengatur:
1. agenda perkuliahan,
2. deadline tugas,
Baca Juga: UMP 2026 Masih Digodok, Menaker Minta Pekerja Sabar Tunggu Pengumuman 21 November
3. jadwal UKIN,
4. forum diskusi.
Dengan pengingat otomatis, guru terhindar dari lupa atau penumpukan tugas.
Contoh Jadwal Belajar PPG yang Realistis
Senin: 20.00–21.00 baca modul
Baca Juga: Raja Yordania Kunjungi Indonesia, Sejumlah Ruas Jalan Jakarta Ditutup Sementara
Selasa: 19.30–21.00 tugas forum
Rabu: 20.00–22.00 tugas berat
Jumat: 20.00–21.00 latihan UP
Sabtu: 19.00–21.00 revisi modul ajar
Minggu pagi: baca modul, sore bebas
Jadwal ini fleksibel dan mudah diterapkan.
Dengan manajemen waktu yang tepat, PPG tidak harus mengganggu tugas guru.
Kuncinya adalah membuat jadwal realistis, membagi waktu secara cerdas, dan menjaga konsistensi belajar.
PPG bukan hanya kewajiban, tetapi proses peningkatan profesionalisme yang harus dinikmati.***




