POJOKSATU.id - Tes Kemampuan Akademik (TKA) telah menjadi salah satu tantangan penting bagi siswa tahun akhir jenjang SMP dan SMA.
Bukan hanya menguji penguasaan materi, tetapi juga kecepatan berpikir dan manajemen waktu.
Ketika waktu terasa sempit, panik sering muncul dan berpotensi menggagalkan performa terbaik.
Oleh sebab itu, memahami cara mengatur waktu saat mengerjakan soal TKA adalah kunci agar tetap fokus, tenang, dan optimal selama ujian berlangsung.
Sebelum masuk ke strategi pengaturan waktu, penting bagi peserta untuk memahami format dan durasi TKA.
Baca Juga: Mantan Petinggi Pertamina Tegaskan Proses Blending BBM Dilakukan Sesuai Prosedur Resmi
Berdasarkan regulasi resmi Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025, TKA untuk jenjang SMA/SMK akan dilaksanakan pada 1–9 November 2025.
Sementara, untuk jenjang SMP/MTs, pelaksanaan dijadwalkan pada Maret atau April 2026.
Formatnya berbasis komputer dengan soal objektif (pilihan ganda atau pilihan ganda kompleks) yang menguji Bahasa Indonesia, Matematika, dan untuk jenjang SMA, Bahasa Inggris serta mata pelajaran pilihan.
Dengan waktu yang terbatas dan variasi soal yang cukup banyak, strategi pembagian waktu menjadi sangat krusial.
Baca Juga: Masuk DPR Enggak Bisa Asal Nyelonong Padahal Disebut Rumah Rakyat, Harus Tok-Tok-Tok Dulu!
Buat Strategi Pembagian Waktu Sebelum Ujian
Mengatur waktu dimulai jauh sebelum tanggal ujian.
Siswa dianjurkan membuat rencana waktu per bagian soal sesuai dengan durasi total yang tersedia.
Misalnya, jika durasi 90 menit untuk 60 soal, maka rata-rata waktu yang tersedia kurang lebih 1,5 menit per soal.
Namun kenyataannya, tidak semua soal sama tingkat kesulitannya.
Baca Juga: Bimbingan Perkawinan Jadi Benteng Moral, Menag Klaim Efektif Tekan Perceraian
Berikut saran strategi untuk mengerjakan soal TKA:
1. Soal yang termasuk mudah dan familiar dikerjakan terlebih dahulu, jangan berhenti di soal sulit sejak awal.
2. Alokasikan waktu untuk soal sedang dan tandai soal sulit untuk dijawab belakangan.
3. Sisihkan 5–10 menit terakhir untuk melakukan review terhadap jawaban yang diragukan.
Melakukan simulasi ujian menggunakan waktu resmi akan membantu otak terbiasa dengan tekanan waktu serta meningkatkan kecepatan dan ketelitian.
Prioritaskan Soal Berdasarkan Tingkat Kesulitan
Saat mengerjakan TKA, logika pemilihan soal sangat penting.
Strategi skip smart disarankan, yakni ketika sebuah soal terasa sangat sulit dalam 1–2 menit pertama, beri tanda dan lanjutkan ke soal berikutnya.
Baca Juga: Bahlil Girang! Investasi 2,5 Triliun untuk Bioetanol, Apa yang Dilihat Toyota di Lampung?
Ini menghindari waktu habis hanya untuk satu soal sulit.
Kemampuan mengenali pola soal, misalnya sistematisasi soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) akan sangat membantu dalam memilih soal mana yang bisa diatasi dengan cepat.
Dengan strategi ini, peserta akan meninggalkan soal-soal yang lebih sulit sambil tetap mengumpulkan poin dari soal-soal yang lebih cepat diselesaikan.
Gunakan Teknik Preview & Review
Teknik ini melibatkan dua fase penting, yaitu preview di awal ujian dan review menjelang akhir waktu.
Pada fase preview, peserta membaca cepat seluruh soal untuk memperoleh gambaran, ini sangat membantu untuk membagi soal berdasarkan tingkat kesulitan dan memahami gambaran besar soal.
Baca Juga: Rombongan Wisata Makan Tanpa Bayar, Pemilik Biro Travel Boyolali Akhirnya Ditangkap Polisi
Kemudian pada fase review, yang biasanya dilakukan dalam 5–10 menit terakhir, peserta memeriksa kembali jawaban, terutama yang diragukan atau terindikasi salah.
Teknik ini sangat dianjurkan agar tak ada jawaban yang terlewat atau keliru karena terburu-buru.
Kendalikan Panik dan Fokus pada Ritme Sendiri
Panik adalah musuh utama pengaturan waktu yang baik.
Saat rasa cemas mulai muncul, misalnya karena melihat peserta lain sudah menjawab banyak soal ingat bahwa yang penting adalah ritme pengerjaan sendiri.
Beberapa langkah untuk menjaga ketenangan ketika pengerjaan TKA:
1. Tarik napas dalam beberapa kali sebelum mulai ujian.
2. Jangan membandingkan kecepatan pengerjaan dengan peserta lain.
3. Fokus pada satu soal demi satu soal dengan sistematis.
4. Ingat bahwa waktu yang terbuang karena panik atau kebingungan bisa jauh lebih merugikan daripada satu soal yang dilewatkan.
Baca Juga: Posyandu di Tangsel Jadi Lokasi Penilaian Tim Provinsi Banten, Fokus pada 6 Layanan SPM
Ketenangan pikiran akan sangat membantu agar kecepatan berpikir tetap baik dan keputusan menjawab menjadi lebih tepat.
Latihan Rutin dengan Simulasi Nyata
Latihan nyata sangat penting untuk membentuk kecepatan dan kesiapan mental.
Sekolah dan bimbingan belajar dianjurkan untuk melakukan mock test atau tryout dengan durasi yang ditetapkan sebagai latihan agar siswa terbiasa dengan tekanan waktu.
Dalam latihan tersebut, siswa dapat melatih teknik preview-review, skip-smart, dan mengenali pola soal yang sering muncul.
Semakin sering latihan dilakukan, semakin terbiasa dan semakin kecil kemungkinan panik saat hari H.
Manajemen waktu bukanlah hal yang bersifat alami, melainkan keterampilan yang bisa dilatih.
Baca Juga: Pensiunan Siap-Siap! Taspen Umumkan Jadwal Pencairan Rapel Mulai 25 November 2025
Dengan memahami struktur TKA, membuat strategi pembagian waktu, mengutamakan soal yang cepat diselesaikan, menerapkan teknik preview-review, dan menjaga ketenangan pikiran, peserta akan memiliki peluang lebih besar untuk tampil optimal.
Ketika strategi dan latihan TKA berjalan selaras, panik bisa dikendalikan dan waktu ujian justru menjadi sahabat dalam meraih hasil yang memuaskan. ***




