POJOKSATU.id - Banyak guru mulai bertanya-tanya, kapan sih tunjangan profesi (TPG) bakal cair tiap bulan seperti harapan selama ini?

Kabar baiknya, Kementerian Pendidikan memastikan mulai tahun 2026, tunjangan guru akan disalurkan secara bulanan, bukan lagi tiga bulanan seperti sistem lama.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan, Dasar, dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti, dalam podcast bersama Kumparan awal November 2025.

Baca Juga: Awas Jadi Korban! Ini Cara Tahu NIK Kamu Dipakai Pinjol atau Judi Online

Menurutnya, pencairan rutin tiap bulan bukan sekadar wacana, pemerintah sudah menyiapkan langkah teknis agar sistemnya berjalan lancar.

“Insyaallah mulai tahun depan setelah sinkronisasi BPJS berjalan, penyaluran tunjangan guru bisa dilakukan tiap bulan. Sebagaimana arahan Pak Presiden, kami ingin tunjangan ini membantu guru dengan lebih cepat dan efisien,” ujar Abdul Mu’ti, Minggu (2/11/2025).

 

Sinkronisasi BPJS Jadi Kunci Utama

Salah satu penyebab TPG belum bisa dicairkan tiap bulan adalah sistem pemotongan otomatis untuk iuran BPJS Kesehatan.

Baca Juga: Guru Hebat, Sekolah Aman, 7 Langkah Ini Efektif Hentikan Bullying di Kelas, Simak Peran Penting Pendidik ala UNICEF

Menurut Abdul Mu’ti, sistem ini membuat proses transfer langsung ke rekening guru kerap tersendat karena data BPJS dan data tunjangan belum sepenuhnya sinkron.

“Transfer tunjangan guru itu otomatis terhubung dengan iuran BPJS. Karena ada proses pemotongan otomatis, maka sistemnya perlu disesuaikan dulu. Kalau sinkronisasi data selesai, pencairan bulanan bisa segera dimulai,” jelasnya.

Sinkronisasi ini ditargetkan rampung pada kuartal pertama tahun 2026, sehingga mekanisme penyaluran TPG per bulan dapat dimulai semester berikutnya.

Kemendikdasmen juga tengah berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar penyesuaian sistem tidak menghambat jadwal pencairan.

 

Akhir 2025, Tunjangan Sertifikasi Sudah Mulai Cair

Menjelang akhir tahun 2025 ini, guru ASN dan non-ASN sudah mulai merasakan “kado akhir tahun” berupa pencairan tunjangan sertifikasi triwulan IV.

Sejumlah daerah melaporkan pencairan mulai dilakukan sejak awal November, dan sebagian lainnya sedang menunggu jadwal transfer gelombang berikutnya.

Baca Juga: MKD Nyatakan Tak Bersalah, Publik Masih Debat, Sudahkah Uya Kuya Rehabilitasi Nama Baiknya?

“Kami berharap tunjangan ini tidak sekadar cair lebih cepat, tetapi juga bisa dirasakan manfaatnya untuk meningkatkan semangat dan kesejahteraan para guru di lapangan,” tutur Abdul Mu’ti.

Pemerintah berkomitmen menuntaskan seluruh penyaluran tunjangan triwulan IV sebelum akhir Desember 2025.

 

Tiga Program Besar untuk Guru Indonesia

Selain penyaluran TPG, Menteri Abdul Mu’ti juga menegaskan fokus kementeriannya pada tiga program utama demi peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru:

1. Percepatan Sertifikasi melalui PPG

Tahun ini, ada 806.000 peserta PPG yang ditargetkan tuntas, agar 95 persen guru sudah tersertifikasi hingga akhir 2025.

Baca Juga: Sudah Valid Tapi Belum Cair? Ini 3 Miskonsepsi Umum Guru Soal Proses TPG!

2. Beasiswa Kualifikasi Guru

Guru yang belum S1 akan mendapat beasiswa hingga Rp3 juta per semester untuk melanjutkan studi.

Targetnya 12.500 guru penerima beasiswa di tahap awal.

3. Pelatihan Kompetensi dan Kepemimpinan Guru.

Termasuk pelatihan karakter, pembelajaran mendalam, coding & AI, dan kepemimpinan.

“Guru bukan hanya agen pembelajaran, tapi juga agen peradaban. Masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas guru-guru kita,” tegas Abdul Mu’ti.

 

Harapan Baru untuk Guru di 2026

Rencana perubahan sistem tunjangan ini disambut antusias oleh para guru di berbagai daerah.

Baca Juga: Ratusan Fresh Graduate di Jawa Barat dan Yogyakarta Serbu Pendaftaran Magang Nasional Batch 2

Selain membantu stabilitas keuangan, pencairan bulanan juga dinilai lebih adil dan memudahkan guru mengatur pengeluaran rumah tangga.

“Kami para guru tentu senang kalau bisa cair tiap bulan. Itu akan sangat membantu, apalagi untuk kebutuhan keluarga,” ujar Yandi Guru Honorer di Tasikmalaya, Kamis (6/11/2025).

Jika sinkronisasi BPJS rampung sesuai target, 2026 bisa menjadi tahun pertama tunjangan guru cair rutin tiap bulan.

Baca Juga: 27 Tahun Bank Mandiri, Sinergi Majukan Negeri Hadirkan Manfaat Nyata bagi 60.000 Masyarakat

Banyak pihak menilai langkah ini sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.

Perubahan mekanisme pencairan tunjangan ini bukan sekadar soal administrasi, tapi juga bentuk penghargaan terhadap dedikasi guru Indonesia.

Dengan sistem baru yang lebih transparan dan terintegrasi, pemerintah berharap tak ada lagi guru yang menunggu berbulan-bulan untuk hak mereka.

Tahun 2026 diharapkan menjadi awal baru kesejahteraan guru Indonesia, sejahtera secara ekonomi, dan makin berdaya dalam membangun peradaban bangsa.***