POJOKSATU.id - Seminar proposal adalah perjalanan awal yang akan dihadapi mahasiswa setelah penentuan topik, judul dan penyusunan proposal selesai.

Saat tiba saatnya seminar proposal, banyak dari mahasiswa yang sering merasa gugup dan panik, sehingga mengakibatkan hilangnya konsentrasi.

Penelitian kuantitatif merupakan jenis penelitian yang banyak digunakan mahasiswa, karena karakteristiknya yang unik dan pendekatan yang cukup berbeda dengan penelitian kualitatif.

Baca Juga: Kosan dan Apartemen Diduga Jadi Hotel Ilegal, PHRI Tangsel Buka Suara

Pertanyaan penguji umumnya yang paling sering ditanyakan adalah pemilihan metodologi penelitian.

Meskipun pertanyaan sejenis sudah sering muncul, itu tidak membuat mahasiswa merasa aman, kebanyakan masih banyak yang merasa gugup saat dihadapkan langsung dengan pertanyaan tersebut.

Namun, selain metodologi penelitian, dosen penguji juga paling sering menanyakan 5 hal berikut, khususnya untuk penelitian kuantitatif.

Baca Juga: PIP Bantuan Anak Sekolah 2025, Siapa yang Berhak Dapat dan Bagaimana Cara Ceknya?

1. Apa alasan Anda memilih desain kuantitatif?
Mengapa pertanyaan ini sering muncul? Karena dosen penguji ingin mengetahui sejauh mana pemahaman mahasiswa sebagai peneliti terkait desain yang dipilih.

Oleh karena itu, sebelum melanjutkan penelitian mahasiswa harus tahu dulu dan memahami apa perbedaan dari penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen, korelasional, maupun komparatif.

Ketika seminar proposal, besar kemungkinan dosen penguji akan menanyakan hal ini, sehingga mahasiswa harus mampu menerangkan sejelas mungkin alasan pemilihannya.

Baca Juga: Kadisdik Depok Ajak Satuan Pendidikan Terapkan Budaya Kerja Cerdas Lewat Tertib Arsip

2. Bagaimana Anda merumuskan hipotesis dari masalah penelitian?
Jika jenis penelitian yang dipilih adalah kuantitatif, maka otomatis akan ada hipotesis.

Perumusan hipotesis akan ditanyakan oleh penguji untuk melihat bagaimana kemampuan mahasiswa dalam merumuskan hipotesis yang tepat.

Oleh karena itu, mahasiswa harus memastikan telah memahami konsep dari hipotesis, sehingga dapat menjelaskan bagaimana perumusannya berdasarkan masalah dan kajian literatur penelitian.

Baca Juga: Stasiun Tanah Abang Kini Megah, Pertanda Era Baru Transportasi Publik Zaman Prabowo

3. Apa urgensi sehingga Anda perlu meneliti variabel X dan Y?
Penguji menanyakan pertanyaan ini karena ingin tahu, apa yang menjadi urgent atau hal mendesak apa yang mendasari penelitian dilakukan.

Maka, mahasiswa perlu tahu bagaimana pentingnya penelitian tentang variabel X dan Y, kemudian jelaskan bagaimana penelitian yang dilakukan memberi kontribusi signifikan terhadap ilmu pengetahuan.

Pertanyaan ini juga harus dilengkapi dengan jawaban terkait bagaimana penelitian membantu dalam memecahkan masalah.

Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Minta Maaf, Akui Lawakannya Ignorant tentang Masyarakat Toraja, Ikhlas Jalani Proses Hukum Negara dan Adat

4. Bagaimana populasi dan sampel Anda ditentukan, dan kenapa metode sampling itu dipilih?
Dalam penelitian, mahasiswa harus memastikan telah mendalami dan memahami dengan baik terkait konsep populasi dan sampel, kemudian menjelaskannya.

5. Apa kontribusi penelitian ini terhadap pengembangan teori?
Setiap peneliti, harus tahu bagaimana penelitian yang dilakukan memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan teori.

Peneliti juga harus dapat menjelaskan bagaimana penelitian yang dilakukan membantu memperluas pengetahuan tentang fenomena yang sedang dikaji.

Baca Juga: Sejarah Baru Terukir, Ansor Tangsel Sukses Gelar Susbalan Angkatan Pertama

Itulah 5 jenis pertanyaan yang sering ditanyakan dosen penguji yang harus dipahami mahasiswa, khususnya tingkat akhir agar lebih mudah dan siap untuk menghadapi seminar proposal dan peluang lolos jadi lebih besar.***