POJOKSATU.id — Sebanyak 11 siswa dari berbagai wilayah di Indonesia berhasil meraih golden ticket masuk Institut Pertanian Bogor (IPB University).
Golden ticket tersebut diberikan langsung oleh Rektor IPB University, Prof Arif Satria, kepada para pemenang Olimpiade Pertanian Indonesia (OPI) 2025.
Lima di antaranya merupakan siswa dari keluarga petani yang berprestasi.
Baca Juga: Gubernur Banten Dukung Pelestarian Pencak Silat, Terumbu Banten Siap Kolaborasi dengan Wisata Religi
Program ini menunjukkan komitmen IPB University dalam menjaring talenta muda untuk memperkuat regenerasi petani di era pertanian modern.
Prof Arif menyampaikan bahwa golden ticket bukan hanya bentuk penghargaan akademik, melainkan simbol kepercayaan dan dukungan kepada calon pemimpin masa depan sektor pertanian.
“Syukur alhamdulillah, kita bisa berkumpul untuk talent spotting, menemukan bibit-bibit unggul calon pemimpin masa depan pertanian.
Baca Juga: Kolaborasi Jadi Kunci, Banten dan Bengkulu Sepakat Majukan Daerah Bersama
Selamat kepada para pemenang yang mendapatkan golden ticket, semoga ini bermanfaat,” ujar Prof Arif dikutip dari laman resmi IPB University, Selasa (21/10/2025).
Ia menegaskan apresiasi terhadap anak-anak petani berprestasi sebagai langkah mempercepat transformasi pertanian nasional.
“Kita menghadapi tantangan regenerasi petani, dan melalui program ini, kita harapkan lahir technopreneur dan sociopreneur yang mampu memperkenalkan teknologi modern dalam pertanian,” tuturnya.
Baca Juga: Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026 Menurut QS WUR, Cek Peringkatnya
Ketua Pelaksana OPI 2025, Prof Syarifah Iis Aisyah, menyampaikan bahwa ajang ini diikuti 809 siswa dari 217 sekolah di 9 provinsi.
Ada lima kategori lomba yang dipertandingkan, yaitu lomba cepat-tepat, gagasan tertulis, esai anak petani berprestasi, foto, dan videografi.
“Dari total peserta, terpilih 11 penerima golden ticket untuk tiga kategori utama,” katanya.
Baca Juga: Andra Soni Suntik Semangat Atlet Catur Banten, Siap Jadi Tuan Rumah Kejurnas 2026
Ia menambahkan bahwa OPI 2025 merupakan kelanjutan dari penyelenggaraan OPI tahun sebelumnya yang sukses menarik minat pelajar terhadap dunia pertanian.
“Tahun ini energi kami tidak berkurang, dan insyaallah OPI akan terus digelar setiap tahun,” tambahnya.
Para penerima golden ticket mencakup siswa dari sekolah negeri, swasta, hingga Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia.
Berikut daftar penerima golden ticket IPB University:
Anak Petani Berprestasi
1. Asti Indah Nariswari (SMAN 1 Jakenan, Pati)
2. Bintang Mulyana (SMA Yadika 8 Jatimulya, Bekasi)
3. Nanda Arief Setyabudi (SMAN 1 Baturraden)
4. Fitria Septi Ramadhani (SMAN 1 Pamanukan)
5. Muhammad Ilhami (MAN Insan Cendekia Tanah Laut)
Gagasan Tertulis
1. Naufal Dzaky Fadhillah (SMA Al Umanaa Boarding School)
2. Maxima Chesyha Aisyah Sobari (SMA Al Umanaa Boarding School)
3. Hafizhah Nur Azizah Zen (MAN Insan Cendekia Tanah Laut)
Cepat Tepat – SMAK Immanuel, Pontianak
1. Devin Antorio
2. Vincent Candra
3. Dion Marpaung
Baca Juga: Semangat Baru dari HKG PKK ke-53, Tinawati Ajak Kader Terus Berinovasi
Kategori Lomba Lain
Photo Contest
1. Alisa Salsabila (ZIIS Integrated Islamic Boarding School)
2. Sekar Ayu Sundowo (SMA Negeri 1 Gringsing)
3. Fitri Rahmadani (MAN 2 Kuantan Singingi)
Favorit: Arthalia Rafa Shofiyah (SMA Swasta Nurul Ilmi)
Baca Juga: Majlis Ta’lim Miftahul Khoir Klari Lepas 7 Santri Naik Tingkat ke Al-Qur’an
Videografi
1. Rahma Izzati Basyari (SMAN 1 Cimahi)
2. Thoriqh Taufiqurrahman Lubis (SMA Raudhatul Muttaqin IBS)
3. Iandra Artaghita Damanik (SMAN 6 Pekanbaru)
Favorit: Fachri Putra Aditia (SMAN Binaan Khusus Kota Dumai)
Baca Juga: Endrick Putuskan Tinggalkan Real Madrid, Begini Reaksi Los Blancos
Pada kesempatan itu, Prof Arif juga membagikan pengalamannya melihat langsung penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam pertanian modern di Tiongkok.
Menurutnya, perkembangan inovasi teknologi pertanian di dunia saat ini berlangsung sangat cepat dan Indonesia harus berlari agar tidak tertinggal.
“Kalau kita tidak lari, kita akan tertinggal. Tapi kita harus optimis karena produktivitas padi Indonesia termasuk tertinggi di Asia Tenggara,” ujarnya.
Ia menilai era pertanian saat ini telah memasuki Society 5.0, yang tidak hanya berfokus pada digitalisasi dan otomatisasi, tetapi juga keberlanjutan, ketahanan, dan sisi kemanusiaan.
“Skill masa depan bukan hanya digital dan AI, tapi juga green skill seperti pertanian, konservasi, dan manajemen lingkungan,” jelasnya.
Dekan Fakultas Pertanian IPB University, Prof Suryo Wiyono, berharap OPI dapat menjadi wadah silaturahmi sekaligus penyaringan bibit unggul calon ahli pertanian.
Baca Juga: Tips dalam Memilih Celana yang Sesuai dengan Bentuk Tubuh, Rahasia Supaya OOTD Kamu Semakin Oke!
“Pertanian membutuhkan generasi muda yang hebat dan bersemangat. Melalui OPI, kami ingin menumbuhkan minat dan kebanggaan terhadap pertanian Indonesia,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Ikatan Alumni Fakultas Pertanian (IKA Faperta).
Ketua Umum IKA Faperta, Octen Suhadi, menyampaikan kesiapan alumni memberikan beasiswa kepada para juara hingga lulus kuliah.
Baca Juga: Mau Cuan Tapi Aman? ini Dia Trik Diversifikasi Biar Investasimu Gak Boncos
“IKA Faperta siap memberikan beasiswa bagi para juara OPI hingga lulus. Ribuan alumni tersebar di seluruh dunia akan mendukung adik-adik belajar dan berkontribusi bagi bangsa,” katanya.***



